Adaptasi Lapangan Oke


.

JAKARTA - Adaptasi lapangan tak menjadi kendala serius Tim Piala Thomas & Uber Indonesia. Mereka dipastikan siap tempur menghadapi babak kualifikasi kejuaraan itu kontra Singapura, Senin (22/2/2010).

Manajer Tim Thomas Indonesia Jacob Rusdianto mengatakan, pihaknya tak ada masalah dengan proses adaptasi lapangan. Dia menilai timnya dalam kondisi on fire dan siap mengamankan kemenangan perdana menghadapi Negeri Singa.

Sony Dwi Kuncoro dkk memang tak ada masalah dengan kondisi lapangan Nakhon Ratchasima SportComplex. Sebab, sebagian dari Tim Piala Thomas Indonesia pernah merasakan atmosfer itu saat memperkuat Kontingen Bulu Tangkis Indonesia di SEA Games (SEAG) 2007, Thailand.

“Mereka memang tak bermain di lapangan itu. Di SEAG, mereka tampil di Universitas Voongchavalitkul. Tapi, saya pikir tak ada masalah karena terpenting adalah anak-anak pernah merasakan sebelumnya,” ujar Jacob, Sabtu (20/2/2010).

Sayang, Jacob belum mau membeberkan siapa pebulu tangkis Indonesia yang akan diturunkan menghadapi Singapura di Grup A. Dia memastikan komposisi terbaik dari timnya bakal diturunkan.

“Kami tak mau menganggap remeh menghadapi Singapura. Lebih baik mencari jalan aman dengan menurunkan komposisi terbaik, tapi siapa yang akan diturunkan masih menunggu diskusi dari tim pelatih,” pungkasnya.

Merujuk pernyataan Jacob, nama seperti Taufik Hidayat atau Sony Dwi Kuncoro dipastikan akan menjadi starter utama di nomor tunggal putra. Keduanya dinilai memadai ketimbang Simon Santoso atau Tommy Sugiarto.

Sementara di nomor ganda putra, absennya Hendra Setiawan membuat timnya kemungkinan akan menurunkan alternatif pengganti seperti Alvent Yulianto/Muhammad Ahsan atau Rian Sukmawan/Yonathan Dasuki.

Tim Piala Uber Indonesia pun tak mau gegabah. Mereka akan memastikan pemain terbaik yang bakal diturunkan. Apalagi, mereka berada di grup maut (Grup X) bersama Korea Selatan, Thailand, Singapura, dan Sri Lanka.

Pelatih Tunggal Putri Pelatnas Cipayung Marleve Mainaky mengaku pihaknya tak ingin gambling. Sebab, hanya dua negara di setiap grup yang akan melangkah ke babak utama di Kuala Lumpur, Malaysia, Mei mendatang. “Kami terus menggenjot persiapan mereka. Beruntung tak ada pemain yang bermasalah dan kami siap merebut kemenangan,” ujar Marleve.

Your Reply