Archive for March 2010

ULASAN LENGKAP HASIL ALL ENGLAND SEMIFINAL


.


BBC Indonesia - Pasangan ganda campuran Nova Widianto/Liliyana Natsir membuka peluang Indonesia untuk merebut satu gelar di kejuaraan All England tahun ini.Nova/Liliyana mengalahkan pasangan asal Korea Selatan, Lee Yong Dae/ Lee Hyo Jung 21-16 18-21 dan 21-8.Meski sempat kalah di set kedua, pasangan unggulan kedua ini berhasil unggul cepat di set ketiga.Mereka memimpin perolehan angka lebih dahulu ketimbang set sebelumnya.Stamina pemain Korea Selatan terlihat menurun di set ini, beberapa kali mereka melakukan kesalahan sendiri.

"Kita kalau mau menang sama mereka harus siap capek, meski mereka tetap ulet tenaga mereka kali ini jauh berkurang dibanding penampilan mereka sebelumnya,"kata Nova kepada wartawan BBC Andreas Nugroho di Birmigham.

Dalam pertandingan final nanti Nova/Liliyana akan menghadapi pasangan ganda campuran asal Cina, Zhang Nan dan Zhao Yunlei .Dalam pertandingan hari ini mereka berhasil mengalahkan rekan senegaranya yang merupakan pasangan unggulan keempat He Hanbin/Yu Yuang dengan 21-14 dan 23-21.

Dalam pertemuan terakhirnya Nova/Liliyana pernah mengalahkan mereka.Nova berharap bisa memenangkan pertandingan yang menjadi pertandingan final keduanya selama mengikuti kejuaraan ini.

"Semoga kami bisa memberikan gelar di turnamen yang memasuki penyelenggaraan yang keseratus ini. Kami sudah melakukan persiapan matang untuk turnamen kali ini." said Nova Widianto

Bagi Nova Widianto, All England ini akan menjadi turnamennya yang terakhir bersama Liliyana Natsir. Pekan depan, pasangan ini akan dipisahkan, dengan Lilyana direncanakan mendapat pasangan baru, Devin Lahardi Fitriawan. Pengurus PB PBSI menganggap Liliyana Natsir membutuhkan pasangan baru untuk menggantikan Nova yang telah berusia 31 tahun.

Apabila mampu memenangi final Minggu, Nova/Butet akan mampu mengukir sejarah dengan merebut kembali gelar juara All England. Terakhir kali Indonesia menjuarai nomor tersebut saat Christian Hadinata/Imelda Wiguna menjadi juara pada 1979. Sementara Indonesia terakhir kali meraih gelar juara di All England saat Candra Wijaya/Sigit Budiarto menjuarai ganda putra pada 2003.

Di nomor tunggal putra pemain non unggulan asal Jepang, Kenichi Tago mampu mengalahkan pemain unggulan keenam asal China, Bao Chunlai dengan 18-21, 22-20 dan 21-18. Dia memupus harapan Cina untuk mendapatkan gelar di nomor ini.Dia menjadi orang Jepang pertama yang masuk final All England sejak Masao Akiyama melakukannya pada tahun 1966.

"Saya tidak berpikir apa-apa hari ini, saya akan lakukan yang terbaik untuk pertandingan besok."Pelatih tunggal Jepang asal Korea Selatan, Park Joobong mengatakan kunci penampilan pemainnya hari ini selain teknik juga mentalnya yang kuat.Dia tidak khawatir dengan pertandingan final melawan unggulan pertama asal Malaysia ,Lee Chong Wei.

"Saya tahu Chong Wei adalah pemain dunia, namun saat ini Tago sedang berada dalam bentuk permainan terbaiknya. Mental bertandingnya menjadi kunci kemenangan pertandingan nanti,"kata mantan pemain ganda terkuat asal Korea Selatan ini.

Pada pertandingan final All England tahun 1966 pemain Jepang Masao Akiyama juga menghadapi pemain asal Malaysia, Tan Aik Huang.Saat itu Tan Aik Huang yang merupakan finalis tahun sebelumnya berhasil mengalahkan Masao Akiyama.

Sementara itu, Indonesia kehilangan kesempatan untuk meraih satu gelar di nomor ganda putra, satu-satu-satunya pasangan yang tersisa, Markis Kido/Hendra Setiawan kalah dari pasangan Denmark Lars Paaske/Jonas Rasmussen melalui pertarungan tiga set, 21-14,13-21 dan 21-23.

Ganda putra Hendra Setiawan/Markis Kido gagal di semifinal.Sempat tampil menyakinkan di set pertama, Kido/Hendra akhirnya justru kalah di dua set berikutnya.Pemain ganda yang sudah tidak bergabung dengan pelatnas ini, sempat mempunyai peluang untuk memenangkan set penentuan hari ini.Sempat menyamai posisi 21-21 di set ketiga, pasangan ini gagal menuntaskan keunggulannya dan kalah 21-23.

"Kami mungkin kurang beruntung dan kedua kami sering melakukan kesalahan sendiri, sehingga lawan kemudian berbalik percaya diri untuk menekan kami," kata Hendra Setiawan.

Kemenangan pasangan Lars Paaske/Jonas Rasmussen hari ini membuat Denmark memastikan satu gelar di nomor ganda putra All England.
Sebelumnya pemain mereka yang juga unggulan keempat, Mathias Boe/Carsten Mogensen mengalahkan unggulan ketujuh asal Cina Guo Zhendong/Xu Chen 21-16 21-16.

Di nomor tunggal putri pemain Denmark lainnya Tine Rasmussen akan bertemu dengan ungulan pertama asal Cina, Wang Yihan,
Tine dalam pertandingann hari ini mengalahkan pemain asal India Saina Nehwal dengan 21-19 dan 21-17.Pertandingan final besok akan menjadi yang ketiga bagi Tine sejak tahun 2008, dia bahkan sempat menjuarai turnamen ini tahun 2008.Lawannya Wang Yihan dalam pertandingan semifinal hari ini mengalahkan rekan senegaranya Wang Xin dengan 21-17 dan 26-24.

Pertemuan Wang Yihan dengan Tine Rasmussen ini merupakan partai ulangan final kejuaraan serupa tahun lalu. Saat itu Wang Yihan mengalahkan Tine dengan 21-19, 21-23 dan 21-11.

Sementara itu untuk nomor ganda putri, pasangan nomor satu asal Cina, Du Jing/Yu Yang tidak terbendung untuk melaju ke babak final setelah mengalahkan rekan senegaranya, Pan Pan/Tian Qing 24-22 dan 21-10.

Pada pertandingan lainnya di nomor ganda putri, pasangan unggulan ketiga Cina, Cheng Su/ZhaoYunlei maju ke final setelah melewati unggulan kedua Ma Jin/Wang Xiaoli dengan 21-17 21-18.Cina memastikan satu gelar di nomor ini karena mereka berhasil menempatkan keempat pasangannya di semifinal.

*semoga Indonesia bisa pulang bawa gelar di nomor XD setelah 31 taun berharap .. amin :)

salam IBSG . salam -admin-

ULASAN LENGKAP HASIL ALL ENGLAND PEREMPAT FINAL


.


Setelah Usaha Maksimal di Babak Perempat Final kemarin Indonesia harus kehilangan tiga wakilnya di ajang bergengsi All England Super Series dimulai dari Tunggal Putra Indonesia Taufik Hidayat harus mengakui keunggulan Peter Hoeg Gade setelah pertarungan ketat selama 1 jam 21 menit tersebut dengan rubber game 22-20, 20-22, 20-22. Di set pertama sebenarnya Taufik sempat memperoleh keunggulan. Di awal set tersebut Taufik memang tertinggal lebih dulu sebelum akhirnya menutup set tersebut dengan angka 22-20. Peruntungan Taufik kemudian berubah di dua set selanjutnya,Di set kedua terjadi kejar-kejaran angka antara Taufik dan Gade hingga skor sama kuat di 20-20 setelah sebelumnya Taufik sempat ketinggalan 20-18. Namun Gade menutup set tersebut dengan 22-20. Begitu pun di set penentuan, Taufik sempat unggul 11-7 dan juga 16-14. Pukulan panjang Gade yang tampaknya jatuh di luar bidang lapangan sempat membuat Taufik kecewa karena dinyatakan masuk oleh wasit sehingga pemain Denmark itu memimpin 21-20 sebelum menutup pertandingan dengan kemenangan 22-20."Sayang banget. Itu mestinya out, tapi ya sudahlah mau apalagi, mungkin kali ini tidak ada keberuntungan (bagi saya)" kata Taufik yang sempat memukulkan raketnya ke lapangan setelah kalah.

Peter Gade Akan Bertemu Dengan Lee Chong Wei yang berhasil mengatasi perlawanan dari Wan Ho Shon dengan rubber game 14-21, 21-14, 21-14 selama 1 jam 4 menit. Hal mengejutkan dating dari Tunggal Putra China unggulan dua Lin Dan yang tumbang di tangan unggulan keenam Bao ChunLai rekan senegaranya 21-16,18-21,21-17.Begitu juga dengan Chen Jin yang merupakan unggulan ketiga berhasil dikalahkan non unggulan Kenichi Tago 22-20, 19-21, 21-13.Dengan Demikian Bao Chunlai akan bertarung merebut tiket final dengan Kenichi Tago.

Harapan Indonesia juga pupus Ganda Putri Greysia Polii/Meiliana Jauhari harus merelakan kesempatan memboyong Gelar senilai 200.000 USD tersebut setelah takluk di tangan Pan Pan/Qing Tian dengan rubber game 25-23,17-21, 21-17 selama 1 jam 33 menit. Di set pertama, kendali permainan berada di tangan Greysia/Meiliana. Sejak awal, pasangan Indonesia tersebut memimpin hingga kedudukan 8-4. Sayang, perolehan poin mereka mulai tersendat karena Pan/Tian mulai bangkit untuk mengejar hingga menyamakan skor menjadi 9-9. Selanjutnya, terjadi saling kejar poin, sebelum Greysia/Meiliana kembali memimpin dengan selisih tiga poin dalam kedudukan 18-15.Tersisa tiga angka untuk memenangkan set pertama ini, Greysia/Meiliana justru tertekan sehingga lawan bisa menyusul untuk menyamakannnya menjadi 19-19.Namun, Greysia/Meiliana berhasil meraih set point ketika skor 20-19. Tetapi, satu angka terakhir itu tak mampu diraih, sehingga Pan/Tian bisa memaksa deuce yang akhirnya dimenangkan dengan 25-23.Di set kedua, Pan/Tian hampir selalu unggul dalam pengumpulan poin. Pasangan China tersebut sempat memimpin dengan selisih empat poin saat kedudukan 14-10. Tetapi Greysia/Meiliana bisa keluar dari tekanan untuk menyamakan skor menjadi 15-15, 16-16 dan 17-17. Setelah itu, Greysia/Meiliana bisa meraup empat poin untuk memenangkan set kedua dengan 21-17, sekaligus memaksa rubber game.Pada set penentuan, duel berlangsung ketat sejak awal. Dua pasangan ini saling bergantian untuk memimpin dengan selisih terjauh adalah dua poin. Tetapi selepas kedudukan 13-13, Pan/Tian mulai melebarkan jarak dan tak mampu dikejar lagi oleh Greysia/Meiliana, yang akhirnya menyerah 17-21.Dengan demikian pada Ganda Putri akan terjadi All Seminal China dimana Du Jing/Yu yang unggulan pertama akan melawan Pan Pan/Qing Tian serta Cheng Shu/Zhao Yunlei unggulan ketiga melawan Ma Jin/Wang Xiaoli unggulan kedua.

Langkah pasangan ganda campuran Indonesia, Nova Widianto/Liliana Natsir, masih berlanjut hingga fase semifinal setelah menaklukkan Nathan Robertson/Jenny Wallwork .Nova/Butet unggulan kedua hanya butuh waktu 42 menit untuk menuntaskan perlawanan Nathan/Jenny dengan skor 21-18, 21 -19.
Di set pertama, Nova/Butet relatif dan menemui kesulitan meski beberap kali Nathan/Jenny mengejar perolehan angka mereka, pasangan senior Indonesia itu menang 21-18. Begitu juga di set kedua, Nova/Butet masih dominan dengan kemenangan tipis 21-19 di akhir set tersebut.Di semifinal nanti, Nova/Butet akan menghadapi perlawanan ketat Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung unggulan ketiga.Lee/Hyo berhasil menuntaskan perlawanan Athony Clark/Heather Olver 21-18, 22-20.Namun Keberhasilan Nova/Butet tidak diikuti oleh Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa yang tumbang oleh pasangan China Zhang Nan/Zhao Yunlei dengan skor 21-16, 21-18.Zhang Nan/Zhao Yunlei akan bertemu He Hanbin Yu Yang unggulan keempat.

Pada Ganda Putra Markis Kido/Hendra Setiawan memperpanjang asa wakil Indonesia di gelaran All England 2010. Kido/Hendra menang straight set 21-17,21-11 dari Tan Fook/ Wan Wah(Malaysia).Selanjutnya Kido/Hendra akan bertemu Lars Paaske/Jonas Rasmusen(Denmark) sedangkan Cai Yun/Fu Haifeng Harus Merelakan Asa dengan Takluk di tangan Mathias Boe/Cartsen Mogertsen 21-17 18-21 21-18.Mathias/Cartsen harus menghadapi Guo Zhendong/Cheng Xu yang telah mengandaskan Jung Jae Sung/Lee Yong Dae 21-18 21-10.

Pada Tunggal Putri Lu Lan harus mengakui keunggulan senior Tine Rassmussen. Unggulan keenam itu harus kalah rubber game 16-21 23-21 21-11.Tine akan bertemu Saina Nehwal yang berhasil menunjukkan taringnya dengan merebut tiket ke Semifinal dengan mengandaskan Juliane Schenk 21-8, 21-14.Sedangkan Wang Yihan Tetap Berpeluang mempertahankan gelar dengan berhasil melaju ke Semifinal setelah menaklukkan Zhou Mi 21-9 11-21 21-17 dan akan bertarung dengan rekan senegaranya Wang Xin yang mengandaskan Jiang Yanjiao 21-15 21-14.

Keep Spirit & Do The Best :)
salam IBSG . salam -admin-

ULASAN LENGKAP HASIL ALL ENGLAND BABAK KEDUA


.



Birmingham, Inggris - Pada Babak dua kemarin Indonesia harus merelakan empat wakil di nomor ganda putri, tunggal putra dan tunggal putri.Kisah sedih di mulai dari tumbangnya Sony Dwi Kuncoro di tangan Lee Chong Wei yang merupakan unggulan pertama 21-11 21-17.Lee Chong Wei yang tampil sangat prima dan di favoritkan untuk menyabet Gelar di Tournament yang berhadiah 200.000 dollar AS ini akan berhadapan dengan Shon Wan Ho (Korea) pada babak perempat final nanti diperkirakan Lee dapat mengatasi lawannya dengan mudah.

Simon Santoso juga harus kandas di tangan Peter Gade Hoeg yang merupakan unggulan kelima 24-22 21-18. Simon mengawali pertandingannya dengan sangat meyakinkan. Sempat tertinggal 3-6 pada awal set pertama, peraih gelar Denmark Terbuka Super Series 2009 ini mengunci Peter Gade di angka tersebut karena dia bisa meraup sembilan poin secara beruntun untuk memimpin 12-6. Selanjutnya, Simon terus di depan sampai kedudukan 15-10.
Sayang, penampilan Simon yang tidak konsisten membuat Peter Gade bisa bangkit dan mengambil alih kendali permainan. Pemain berusia 33 tahun ini meraup lima poin untuk menyamakan skor menjadi 15-15. Hal ini dilakukan untuk memberikan tekanan yang kuat kepada Simon. Setelah terjadi kejar-mengejar poin hingga deuce, Peter Gade yang kenyang pengalaman ini bisa mengakhiri set pertama dengan 24-22.Pada set kedua, Simon benar-benar terpuruk sehingga tidak bisa memberikan perlawanan yang maksimal seperti game pertama. Selepas skor 3-3, Peter Gade mengendalikan permainan sehingga dia terus memimpin kemudian mengakhirinya dengan kemenangan 21-18.

Kini, Indonesia tinggal berharap kepada mantan pemain pelatnas Taufik Hidayat setelah unggulan keempat itu menaklukkan Andrew Smith (Inggris) dengan 21-18, 21-14.Hari ini Taufik akan menantang Gade di perempat final. Peter Gade, yang pada usia 33 tahun masih bermimpi dapat meraih gelar All-England lagi.Namun, seandainya Taufik masih terus melangkah setelah melewati hadangan di perempat final, maka dia berpeluang besar bertemu dengan musuh bebuyutannya, Lee Chong Wei.

Tunggal Putri Asa Indonesia Pupus setelah Maria Febe Gagal membuat kejutan.Febe harus kalah dua set langsung 9-21, 14-21 dari unggulan ketiga asal China Jiang Yanjiao. Jiang akan bertemu Wang Xin unggulan kelima asal China di perempat final.

Di bagian Ganda Putra Indonesia Markis Kido/Hendra Setiawan masih mempunyai peluang besar untuk meraih gelar pertama pada turnamen paling tua di dunia tersebut setelah unggulan pertama Koo Kean Keat/Tan boon Heong telah kandas di babak pertama.setelah kemarin kido/hendra berhasil menumbangkan Hiroyuki Endo/Yoshiteru Hirobe (Jepang) 21-16, 21-16. Di babak perempat final Kido/Hendra harus melawan unggulan delapan dari Choong Tan Fook/Lee Wan Wah (Malaysia) untuk memperebutkan tiket ke semifinal.

Di bagian Ganda Putri Indonesia hanya menyisakan satu wakilnya setelah Shendy Puspa Irawati/Nitya Krishinda Maheswari harus Takhluk di tangan unggulan ketujuh Ha Jung Eun/Lee Kyung Won (Korea) 21-18,21-18.Sementara Greysia Polii/Meiliana Jauhari telah melenggang terlebih dahulu ke perempat final dengan mengalahkan Jonathans/Paulien van Dooremalen(Belanda) 21-15, 21-17 Dalam pertarungan selama 39 menit tersebut, Greysia/Meiliana selalu tertinggal di awal pertandingan. Bahkan, mereka sempat terpaut tujuh poin di set pertama, dan tertinggal lima angka di set kedua. Tetapi, pasangan yang diproyeksikan untuk tampil di Olimpiade London 2012 tersebut mampu bangkit dan menjadi pemenang. Di babak perempat final, Greysia/Meiliana akan menghadapi lawan yang lebih berat lagi. Pasalnya, mereka akan menghadapi Pan Pan/Tian Qing(China)

Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa telah menyegel tiket ke perempat final. Unggulan delapan ini melangkah setelah menang 21-14, 21-16 atas Hirokatsu Hashimoto/Mizuki Fujii (Jepang) dalam waktu 25 menit. Hendra AG/Vita akan menghadapi Zhang Nan/Zhao Yunlei (China) yang berhasil mengandaskan rekan senegara yang merupakan unggulan utama, Zheng Bo/Ma Jin 21-16 21-17.Langkah baik juga diikuti unggulan dua Nova Widianto/Liliyana Natsir yang berhasil menumbangkan Baptiste Careme/Laura Choinet(Perancis) 21-12 21-8 dalam 23 menit dan akan bertemu Nathan Robertson/Jenny Wallwork. Nathan /Jenny maju ke babak perempatfinal setelah menyisihkan unggulan tujuh Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl (Denmark) 21-12 16-21 21-15.

Di Babak Perempat Final nanti Pertarungan Seru akan terjadi hampir di semua nomor karena akan tampak perebutan tiket Semifinal yang sangat sengit antara pemain top dunia.

MS : Lin Dan(x2) vs Bao Chunlai(x6). Kenichi Tago vs Chen Jin(x3) .Taufik Hidayat(x4) vs Peter Gade(x5). Lee Chong Wei(x1) vs Shon wan Ho

WS : Lu Lan(x6) vs Tine Rasmussen.Wang Yihan(x1) vs Zhao mi(x8). Saina Nehwal(x7) vs Juliane Schenk.Jiang Yanjiao(x3) vs Wang Xin (x5)

MD : Kido/Hendra(x3) vs Choong/Lee(x8).Lars/Jonas vs Gan/Tan.Cai Yun/Fu Haifeng(x5) vs Mathias Boe/Cartsen Mogentsen(x4).Guo Zendong/Cheng Shu(x7) vs Jung Jae Sung/Lee Yong Dae(x2)

WD : Du Jing/Yu Yang(x1) vs Miyuki Maeda/Satoko Suetsuna(x8).Greysia/Meiliana vs Pan Pan/Tian Qing.Haa Jung Eun/Lee Kyung Won(x7) vs Cheng Shu/Zhao Yunlei(x3).Chen Wen Hsing/Chien Yu Chin(x5) vs Ma Jin/Wang Xiaoli(x2)

XD : Anthony Clark/Heather Olver vs Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung(x3).Nathan Robbertson/Janny Walwork vs Nova Widianto/Liliyana Natsir(x2).Zhang Nan/Zhao Yunlei vs Hendra Aprida/Vita Marissa(x8).He hanbin/Yu yang(x4) vs Tao Jiaming/Zhang Yawen(x6)

Dukung Terus Atlet Indonesia :)
salam IBSG . salam -admin-

ULASAN LENGKAP HASIL ALL ENGLAND BABAK PERTAMA (Indonesia only)


.


Perjuangan pebulutangkis-pebulutangkis putra Merah Putih di ajang All England Super Series 2010 mulai mendapat ujian. Dari empat jagoan yang diturunkan di sektor tunggal putra, Dionysius Hayom menjadi satu-satunya yang tumbang di babak awal. Hayom gagal meruntuhkan satu tembok China bernama Chen Jin Sebenarnya pebulutangkis kelahiran Kulon Progo ini sempat membuat perlawanan sengit di babak kedua sebelum akhirnya takluk 21-16 19-21, 22-20.

Di pertandingan sebelumnya, Sony Dwi Kuncoro, Taufik Hidayat dan Simon Santoso berhasil melaju ke babak kedua setelah membukukan kemenangan di laga pertama. Sony berhasil melaju ke babak kedua setelah berhasil menaklukkan pebulutangkis China Du Pengyu dua set langsung 21-19, 21-10.

Sedangkan andalan Indonesia Taufik Hidayat harus melakoni pertandingan tiga set untuk menaklukkan pemain Hongkong Yun Hu 17-21, 21-11, 21-12. Langkah Taufik dan Sony juga diikuti Simon Santoso yang berhasil menaklukkan Wong Choong Hann dari Malaysia juga lewat pertandinga tiga set 12-21, 21-16, 21-12.Di babak kedua, Sony akan menghadapi unggulan pertama asal Malaysia Lee Chong Wei. Sedangkan Taufik akan melawan pebulutangkis tuan rumah Smith Andrew. Lalu Simon akan mencoba menjajal kehebatan pemain Denmark Peter Gade Hoeg. usia Peter Gade yang sudah tidak muda lagi dan stamina Simon pasti lebih bagus. Akan tetapi, Simon harus memiliki ketenangan dan mental yang kuat untuk mengalahkan Peter Gade yang menjadi unggulan kelima.

Di bagian Tunggal putri Indonesia harus kehilangan Adriyanti Firdasari yang harus takluk dari tunggal hongkong Wang Chen 22-20 , 21-18 sedangkan kejutan datang dari tunggal putri Indonesia lainnya Maria Febe Kusumastuti yang membawa nama PB.Djarum berhasil mebuat gebrakan dengan mengalahkan unggulan kesembilan asal China Wang Shixian 21-13, 15-21, 21-16 dengan hasil tersebut febe memastikan langkah di babak kedua untuk menantang tunggal China lainnya Jiang Yanjiao yang merupakan semifinalis All England taun lalu.

Ganda putri Indonesia Greysia/Meiliana pun berhasil melaju ke babak kedua setelah membuat kejutan dengan menundukkan Ganda putri peringkat 2 dunia asal Malaysia Wong pei tty/Ching eun hui 22-20 21-15. Ganda putri Shendy Puspa Irawati/Nitya Krishinda juga maju ke babak berikutnya setelah menyisihkan pasangan India Jwala Gutta/Ashwini 21-16, 21-19. Di babak kedua Greysia/Meiliana akan bertemu pasangan Lotte Jonathans/Paulien Van Dooremalen dari Belanda sedangkan Shendy/Nitya harus berjuang keras untuk mengalahkan pasangan Korea Ha jung Eun / Lee Kyung Won unggulan ketujuh.

Sementara itu di bagian ganda putra perjuangan keras telah dilewati Kido/Hendra yang berhasil bermain rubber set 21-15, 16-21, 21-18 melawan Shoji Sato/Naoki Kawamae di babak kedua unggulan ketiga tersebut akan ditantang Andrew Ellis/Dean George dari Inggris.Namun , Nasib Alvent Yulianto Chandra/Hendra Aprida Gunawan tak sebaik Markis/Hendra. Unggulan keenam itu harus mengakui kemenangan Biao Chai/Nan Zhang 18-21, 9-21 hanya dalam waktu 30 menit. Demikian pula dengan ganda muda Yonathan Suryatama Dasuki/Rian Sukmawan. Duet Yonathan/Rian dipaksa bertekuk lutut oleh ganda Korea Selatan, Cho Gun Woo/Kwon Yi Goo, 18-21, 20-22. Mohammad Ahsan/Bona Septano juga harus menyerah di tangan unggulan kelima asal China Cai Yun/Fu Haifeng dengan rubber game 21-19 18-21 21-14.

Di bagian Ganda Campuran Indonesia berhasil menempatkan dua wakilnya di babak kedua setelah Hendra Ag/Vita Marissa berhasil menumbangkan perlawanan pasangan Rusia Vitalij Durkin/Nina Vislova 21-13, 21-17.Di babak kedua Hendra/Vita akan berhadapan dengan pasangan Jepang Hiroyuki Endo/Yoshiteru Onbe.Sayangnya, langkah Hendra/Vita ini tidak bisa disusul oleh Fran Kurniawan/Pia Zebadiah Bernadet. Menghadapi duet tuan rumah Anthony Clark/Heather Olver, Fran/Pia tunduk 7-21, 13-21.Di Partai Terakhir Pasangan Ganda Campuran Indonesia yang diunggulkan ditempat kedua Nova Widhianto/Liliyana Natsir sempurna mengandaskan perlawanan Koo Kien Keat/Wong Pei Tty. Di set pertama, Nova/Lily dikejutkan dengan penampilan Koo/Wong dan kalah 17-21. Namun dengan menang 21-13, 21-9 di dua set berikutnya, Nova/Lily pun mengamankan langkah mereka.Di babak kedua Nova Lily akan bertemu pasangan Perancis Baptise Careme/Laura Choinet.

Dengan hasil tersebut Indonesia harus kehilangan enam wakil di ajang bergengsi All England yang berusia 100 taun saat ini.

Hayom Sudah Maksimal, tapi Gagal Runtuhkan Tembok China


.

Dionysius Hayom Rumbaka gagal meruntuhkan satu tembok China bernama Chen Jin, pada babak pertama turnamen bulu tangkis All England Super Series, Rabu (10/3/10). Pada pertandingan di National Indoor Arena Birmingham, Inggris, yang berakhir pada Kamis dini hari WIB tersebut, Hayom menyerah 16-21, 21-19, 20-22 dari unggulan ketiga tersebut.

Dengan demikian, Indonesia kini hanya menyisakan tiga wakil tunggal putra di babak kedua turnamen berhadiah 200.000 dollar AS tersebut. Taufik Hidayat, Sony Dwi Kuncoro dan Simon Santoso telah melewati adangan pertama, sebelum bertemu lawan yang lebih berat lagi pada hari Kamis ini.

Taufik yang merupakan unggulan keempat ditantang pemain Inggris Andrew Smith, sedangkan Sony dan Simon bertemu pemain unggulan. Sony akan bertemu unggulan pertama dari Malaysia Lee Chong Wei, sedangkan Simon menantang unggulan kelima dari Denmark Peter Hoeg Gade.

Meskipun gagal, acungan jempol pantas diberikan kepada Hayom. Pasalnya, pemain Pelatnas Cipayung yang tampil membawa bendera PB Djarum Kudus tersebut sempat membuat Chen Jin kewalahan sehingga harus melakoni pertarungan rubber-set berdurasi 58 menit.

Di set pertama, Hayom masih tampak kesulitan mengimbangi kehebatan Chen Jin. Meskipun sempat mengejar dan balik memimpin 7-5, Hayom tak mampu membedung Chen Jin yang bisa menyusul untuk menyamakan menjadi 7-7 dan terus melejit sampai menang 21-16.

Namun di set kedua, Hayom memberikan perlawanan yang mengejutkan, karena setelah tertinggal 7-11, dia bisa meraup empat poin untuk mengubah skor menjadi 11-11. Inilah titik balik bagi Hayom untuk mengambilalih kendali permainan, sehingga dia terus memimpin selepas kiedudukan 13-13, hingga menang 21-19 dan memaksa rubber set.

Pada game penentuan, duel berlangsung ketat dan menegangkan karena terjadi susul-menyusul angka. Ketika Hayom memimpin 6-4, Chen Jin yang meraih empat poin bisa mengejar dan membalikkan keadaan untuk unggul 8-6. Setelah itu, Hayom menyusul lagi dan memimpin 10-9. Perolehan poin kedua pemain pun tak terpaut jauh.

Chen Jin tampaknya akan segera mengakhiri pertandingan ketika memimpin 19-16. Tetapi Hayom yang tak patah semangat bisa menyusul, dan malah lebih dulu meraih matchpoint saat unggul 20-19. Sayang, satu poin terakhir gagal diraih, karena Chen Jin bisa menyamakan skor menjadi 20-20 sehingga terjadi deuce. Dalam kondisi kritis ini, Chen Jin yang sudah kenyang pengalaman di turnamen bergengsi tampil lebih tenang dan mampu menambah dua poin terakhir untuk menang 22-20.

Pada babak kedua, Kamis (11/3/10), Chen Jin akan menghadapi Rajiv Ouseph. Pemain Inggris ini mendapat tiket ke putaran selanjutnya setelah menang straight set 21-17, 21-19 atas pemain kualifikasi dari Perancis Matthieu Lo Ying Ping.

Febe Tantang Semifinalis All England Tahun Lalu


.

Pebulutangkis tunggal putri Maria Febe Kusumastuti, Rabu, mengalahkan peringkat sembilan dunia asal China Wang Shixian untuk menantang semifinalis tahun lalu di All England Super Series, Jiang Yanjiao.

Febe yang baru saja memperkuat tim Indonesia dalam kualifikasi Piala Uber itu memenangi pertarungan di National Indoor Arena, Birmingham, Inggris itu, 21-13, 15-21, 21-16 atas Shixian yang juga juara Korea Super Series, untuk selanjutnya akan menghadapi pemain China lainnya Jiang Yanjiao.

Yanjiao yang tahun lalu disingkirkan di semifinal oleh Tine Rasmussen dari Denmark, maju ke babak 16 besar setelah menyisihkan Wong Mew Choo dari Malaysia 21-18, 21-9.

Febe akan menjadi satu-satunya wakil Indonesia pada tunggal putri setelah tunggal putri lainnya Adriyanti Firdasari disingkirkan pemain Hong Kong Wang Chen dengan kekalahan 20-22, 18-21.

Ganda putri Shendy Puspa Irawati/Nitya Krishinda juga maju ke babak berikutnya setelah menyisihkan pasangan India Jwala Gutta/Ashwini 21-16, 21-19.

"Yang ini menang tetapi masih harus dibenahi, terutama mentalnya Shendy, dia harus lebih berani," ujar pelatih ganda putri Aryono Miranat mengenai duet baru tersebut.

Selanjutnya, mereka akan memperebutkan tempat di babak perempatfinal dengan salah satu di antara unggulan ketujuh Ha Jung Eun/Lee Kyung Won dari Korea atau Shizuka Matsuo/Mami Naito dari Jepang.

Sementara itu, pemain tunggal putra Simon Santoso bangkit dari ketinggalan game pertama untuk mengalahkan veteran asal Malaysia Wong Choong Hann 17-21, 21-16, 21-12, untuk selanjutnya bertemu unggulan kelima asal Denmark Peter Gade.

Peter yang menjadi juara pada 1999, maju ke putaran kedua setelah mengantungi kemenangan atas pemain Belanda Dicky Palyama 21-17, 21-17.

Ganda campuran Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa juga melangkah ke babak berikutnya setelah menundukkan Vitalij Durkin/Nina Vislova dari Rusia 21-13, 21-17.

Pada babak 16 besar, ganda Jepang Hirokatsu Hashimoto/Mizuki Fujii yang menang 21-11, 21-14 atas Dave Khodabux/Samantha Barning dari Belanda, telah menunggu pasangan peringkat enam dunia yang juga finalis Prancis Super Series 2009 itu.

Adapun ganda putra Rian Sukmawan/Yonatan Suryatama harus pulang lebih awal setelah langkah mereka dihentikan ganda Korea Cho Gun Woo/Kwon Yi Goo 18-21, 20-22.

Kejutan dan Menggembirakan! Ganda Terbaik Malaysia Tersingkir


.

Ganda putra nomor satu Malaysia Koo Kean Keat/Tan Boon Heong langsung tersingkir di babak pertama turnamen bulu tangkis All England. Melawan pasangan non-unggulan dari Denmark Lars Paaske/Jonas Rasmussen, Rabu (10/3/10), di National Indoor Arena Birmingham, Inggris, unggulan utama tersebut menyerah dua set langsung 13-21, 11-21.

Hasil ini tentu saja sangat mengejutkan sekaligus menggembirakan. Pasalnya, dengan tersingkirnya Koo/Tan maka peluang pasangan nomor satu Indonesia Markis Kido/Hendra Setiawan untuk melangkah hingga final terbuka lebar.

Berdasarkan undian, Kido/Hendra yang sedang mengincar gelar pertama pada turnamen bulu tangkis paling tua di dunia tersebut satu jalur dengan Koo/Tan. Jika sama-sama bertahan, maka pasangan yang penuh rivalitas ini bakal bertemu di semifinal.

Memang, kegagalan Koo/Tan memberikan angin positif bagi Kido/Hendra yang selalu kesulitan jika mereka bertemu. Meskipun demikian, Kido/Hendra yang kini tidak lagi bernaung di bawah atap Pelatnas Cipayung itu tidak boleh lengah menghadapi lawan siapa pun, termasuk besok, ketika melawan pasangan kualifikasi dari Jepang Hiroyuki Endo/Yoshiteru Hirobe, dalam duel memperebutkan tiket ke perempat final.

Kido/Hendra yang merupakan unggulan ketiga, melangkah ke babak kedua setelah berjuang ekstra keras melawan pasangan Jepang Naoki Kawamae/Shoji Sato. Menang 21-15 di set pertama, peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 tersebut kalah 16-21 di set kedua, sebelum bangkit lagi untuk menang 21-18 di set penentuan.

Sementara itu, di babak kedua Paaske/Rasmussen akan menghadapi Ko Sung Hyun/Yoo Yeon Seong. Pasangan Korea Selatan melaju setelah menyingkirkan pasangan Denmark lainnya, Kasper Faust Henriksen/Anders Kristiansen, dengan dua set langsung 21-15, 21-9.

Frediksi Swiss Open


.

Salam IBSG...


Selesai Turnamen All England minggu berikutnya masih ada satu turnamen lagi yang diikuti oleh pemain bulutangkis Indonesia. Tapi turnamen yang diadakan di kota Basel ini tidak diikuti oleh pemain pelatnas cipayung. Hanya beberapa yang ikut serta dalam turnamen yang berhadiah USD 200.000 ini. Hal ini tidak saja dialami oleh pemain Indonesia saja, pemain China pun tidak turun dengan kekuatan penuh mereka.
Pada tunggal putra hanya ada Taufik Hidayat dan Hayom Rumbaka saja. Taufik pada babak pertama akan menghadapi pemenang kulifikasi. Kemudian pada babak kedua Peraih medali emas Olimpiade 2004 ini akan menghadapi pemain nomor satu Taipeh yaitu Yu Hsing Hsieh. Perlu diketahui bahwa pada Final Super Series 2009 lalu Yu Hsing berhasil mengalahkan Taufik yang pada saat itu tidak dalam performa yang biasanya. Semoga pada kali ini Taufik tidak lengah dan bisa mengandaskan pemain taipeh ini agar bisa lolos keperempat final dan akan berhadapan dengan Long Chen atau Juniornya Hayom Rumbaka. Melihat kemampuan seorang Taufik Hidayat, rasanya tidak akan jadi hambatan untuk bisa sampai pada babak semifinal. Namun, pada babak semifinal Taufik akan menemui hambatannya yaitu Lin Dan. Sedangkan Hayom pada babak pertama akan menghadapi pemaan asal Belanda Eric pang. Seperti kita tahu bahwa kemampuan Hayom sat ini sedang dalam kondisi prima. Pada turnamen Hongkong SS lalu saja Hayom berhasil mengandaskan Boonsak Ponsana dan Yu Hsing Hsieh. Jika Hayom bisa mempertahankan itu, maka Eric Pang seharusnya bukan hambatan untuk seorang Hayom. Namun pada babak kedua Hayom mulai menemui hambatan karena harus berjuang melawan pemain muda China yaitu Long Chen. Seperti pada pemaparan Peter Gade bahwa Long Chen itu adalah pemain yang dapat berkembang dengan cepat dalam setiap pertandingan. Jika Hayom bisa lolos ke perempat final maka hayom akan bertemu Taufik Hidayat. Pada Macau Open lalu Hayom kalah dari Taufik dan pertemuan ini akan menjadi sengit mengingat kemampuan Hayom yang semakin meningkat.
Tunggal putri Indonesia hanya ada Maria Febe dan Gustiani Megawati. Pada babak pertama Febe akan menghadapi pemain asal Rusia Ella Diehl. dan pada babak kedua akan berhadapan dengan Tine Rassmusen. Namun jika Febe berhasil mengalahkan tunggal putri terbaik Denmark itu, kemungkinan besar Febe akan bertemu Lu Lan. Pada pertemuan terakhir Febe kalah oleh Lu Lan di babak kedua Hongkong SS lalu. Sedangkan Gustiani harus melewati babak kualifikasi terlebih dahulu untuk dapat lolos ke babak utama. Namun dibabak kualifiksasi ada Charmein Reid yang mamiliki pengalaman bertanding yang lebih dibanding Gustiani. Jika Gustiani lolos ke babak utama, pada babak pertama Gustiani akan bertemu Nicole Grether dan babak kedua bertemu Jiang Yanjiao.
Ganda Putra Indonesia yang ikut serta pada turnamen ini ada dua pasang yaitu Kido/Hendra dan Alvent/Hendra. Kido/Hendra pada babak pertama akan bertemu dengan pasangan Taipeh Hung Lin Chen/Yu Lang Lin. Lalu babak kedua akan menghadapi Biao Chai/ Nan Zhang dan kemungkinan akan menghadapi Alvent/Hendra atau Hashimoto/Hirata dibabak perempat final. Jika Kido/hendra mampu melewati lawan-lawannya itu maka LYD/JJS akan menunggu dibabak semifinal. Alvent/hendra baru akan menemui kesulitan pada babak kedua dimana mereka akan menghadapi Hashimoto/Hirata dan di perempat final bertemu Kido/Hendra.
Indonesia tidak menurunkan wakil pada nomor ganda putri. Sedangkan pada ganda campuran Indonesia menempatkan Viki/Gustiani yang harus merenagkak dari babak kualifikasi terlebih dahulu. Jika lolos kebabak utama maka Nan Zhang/Qing Tian sudah menunggu dibabak pertama. Sulit rasanya jika pada babak pertama saja sudah harus bertemu pasangan China ini yang pengalaman bertandingnya jauh diatas Viki/Gustiani. namun pelauang tetap terbuka untuk pasangan Indonesa ini....
Perkiraan Om Fred sih mungkin Pelatnas Cipayung tidak ikut serta dalam turnamen ini dikarenakan fokus pada Putaran Final Thomas Uber Cup bulan Mei nanti di Malaysia. sSekaligus untuk beristirahat yang sebelumnya berjuang keras di Thailand.

Frediksi ALL ENGLAND


.

Salam IBSG,,,

Hai para Badminton Mania, apa kabar kalian semua?
Semoga baik-baik saja..

Om Fred datang lagi nih untuk memprediksi peluang pemain Indonesia di ajang All England yang merupakan ajang bulutangkis tertua di dunia. Kalau dibilang paling tua, dijamin semua atlet bulutangkis didunia pasti mengincar gelar pada turnamen yang digelar tanggal 9 Maret 2010 di Birmingham ini termasuk para atlet Indonesia pastinya..

Pada Tunggal Putra Indonesia mengirimkan Taufik Hidayat, Sony DK, Simon S dan Hayom Rumbaka. Taufik Hidayat rasanya tidak akan menemui kesulitan sampai pada babak perempat final sebelum dia bertemu Peter Gade atau Simon dibabak perempat Final. Sony mendapatkan Draw yang cukup merepotkan dimana pada babak pertama saja bertemu Pengyu Du yang memiliki permainan yang cukup stabil dan baik. Lalu pada babak kedua Sony akan berhadapan dengan Lee Chong Wei. Simon santoso pada babak pertama bertemu dengan pemain Veteran Malaysia Wong Choong Hann. Jika meliahat perkembangan permainan Simon, tidak sulit baginya untuk melewati Hann. Pada babak kedua Simon akan langsung berhadapan dengan pemain nomor satu Eropa yaitu Peter Gade. kalaupun Simon dapat melewati Peter, Simon akan bertemu Seniornya Taufik Hidayat.
Sedangkan Hayom Rumbaka rasanya harus maksimal mengeluarkan seluruh kemampuannya dan memeras tenaga karna pada babak pertama Hayom akan langsung berduel melawan Chen Jin.
Pada Tunggal Putri, Indonesia mengirimkan Adrianti Firdasari, Maria Febe dan Maria Kristin. Pada babak pertama Firda akan bertemu Juara Indonesia Open 2007 Wang Chen. Melihat permainan Wang Chen akhir-akhir ini rasanya Firda yang pada Kualifikasi Uber Cup lalu mendapatkan pujian bisa menghadapi Wang Chen dengan baik. Lalu pada babak kedua Firda akan menghadapi Zhou Mi atau Ji Hyun Sung. Maria Febe pun tidak luput dari hambatan Drawing dimana dia akan menghadapi juara Korea SS 2010 Wang Shixian pada babak pertama. Sedangkan Maria Kristin harus merangkak dari babak kulaifikasi terlebih dahulu. melihat lawan-lawannya di babak kulaifikasi, Kristin tidak akan mengalami kesulitan. Namun Wang Xin yang pada Malaysia SS lalu menjadi Juara ini telah menunggu Kristin dibabak pertama.
Kido/Hendra tidak akan menemui kesulitan sampai pada babak perempat final dimana ganda terbaik Indonesia ini akan bertemu dengan Rian/Yonathan atau Lee Wan Wah/Tan Fook . Lalu di semifinal akan menghadapi KKK/TBH. Bona/Ahsan cukup sulit untuk menembus babak kedua karena pada babak pertama pasangan ini akan bertemu juara tahun lalu Cai Yun/Fu Haifeng. Alvent/Hendra yang merupakan Ganda Putra berperingkat enam dunia akan menghadapi kesulitan pada babak awa Mereka yang akan bertemu dengan Biao Chai/Nan Zhang yang biasa selalu membuat repot lawan-lawannya. Rian/Yonathan baru menemui hambatan pada babak kedua dimana mereka akan bertemu Lee Wan/Tan Fook.
Perombakan terjadi pada ganda Putri Indonesia dimana Meiliana Jauhari akan berpasangan dengan Greysia Polii dan Shendy berpasangan dengan Nitya. Meiliana/Polii pada babak pertama harus berjuang menumbangkan ganda putri terbaik Malaysia Wong Pei Tty/Chin Eei Hui. Tapi jika kita lihat dari hasil pasangan ini di Kejurnas dan Kualifikasi Uber Cup lalu bukan tidak mungkin mereka bisa menumbangkan lawannya yang merupakan peraih medali emas Sea Games Laos ini. Shendy/Nitya jika bermain apik baru akan menghadapi lawan berat Shu Cheng/Zhao Yunlei pada babak perempat final. sebelumnya shendy/Nitya akan menghadapi Jwala/Ashwini terlebih dahulu dibabak pertama.
Nova/Lilyana yang pada turnamen ini diunggulkan ditempat kedua ini akan menghadapi KKK/Wong Pei Tty dibabak pertama. Hambatan ada pada babak perempat final yaitu Thomas/Kamila. Jika mereka berhasil lolos, maka kemungkinan besar akan menghadapi LYD/LHJ atau Fischer/Christina dibabak Semi Final. Vita/Hendra tidak akan bertemu lawan tangguh samapai diperempat final bertemu dengan Zheng Bo/Ma Jin yang merupakan unggulan pertama. Jika Vita/Hendra membuat kejutan maka He hanbin/Yu Yang atau Tao/Yawen akan berduel dengan mereka di semi final. Pia/Fran pada babak pertama akan menghadapi ganda Inggris Clark/Heather dan beru menemui hambatan pada babak berikutya akan bertemu dengan Fischer/Christina.
Sekian Prediksi dari Om Fred. Kesimpulannya, semua Negara turun dengan kekuatan penuh. Termasuk China yang pada tahun lalu menyapu bersih semua gelar. kita harapkan pemain Indonesia dapat bermain dengan maksimal dan mempersembahkan yang terbaik untuk indonesia.

HIDUP INDONESIA!!!!!!!!

Kido/Hendra Bertekad Perbaiki Hasil di All England


.

Ganda putra juara Olimpiade Beijing 2008 Markis Kido/Hendra Setiawan bertekad memperbaiki hasil yang pernah mereka capai saat pasangan tersebut kembali tampil dalam turnamen Super Series All England.

"Di All England saya optimistis bisa juara," ujar Hendra di sela-sela peluncuran seragam baru mereka serta logo baru Flypower di Jakarta, Jumat petang.

Keyakinan akan memperoleh hasil maksimal juga disampaikan Kido yang pekan lalu ikut mengantarkan tim putra Indonesia menjuarai kualifikasi Piala Thomas zona Asia.

"Untuk All England saya optimistis bisa juara di sana," kata Kido yang bersama Hendra terakhir kali tampil dalam kejuaraan bulu tangkis tertua itu pada 2008 saat mereka tersingkir di putaran kedua.

Tahun lalu mereka absen karena Kido menderita cedera lutut kiri.

"Kami belum pernah juara di sana, hasil terbaik hanya sampai putaran kedua, karenanya kami ingin juara," tambah Kido yang tidak akan didampingi pelatih saat bertanding di Birmingham, Inggris, 9-14 Maret.

Mengenai kondisi kesehatannya setelah pertengahan bulan lalu terkena demam berdarah, Hendra mengatakan, meskipun belum pulih sepenuhnya namun sudah mencapai 80 persen.

"Kadang-kadang masih pusing," katanya seraya menambahkan bahwa ia sudah berlatih kembali pada 10 hari terakhir.

Pada turnamen All England yang diselenggarakan untuk ke-100 kalinya itu, Kido/Hendra yang menjadi unggulan ketiga akan menghadapi pasangan Jepang Naoki Kawamae/Shoji Sato pada putaran pertama.

Jika lolos ke putaran kedua, mereka akan bertemu pasangan yang lolos kualifikasi, sedangkan di perempatfinal berpeluang jumpa unggulan delapan Choon Tan Fook/Lee Wan Wah dari Malaysia dan pasangan Indonesia lainnya Yonatan Suryatama/Rian Sukmawan.

Jika langkah mereka mulus, di semifinal mereka kemungkinan bertemu unggulan pertama Koo Kien Keat/Tan Boon Heong dari Malaysia atau mungkin juga pasangan Alvent Yulianto/Hendra AG.

Penampilan mereka di All England 2010 adalah penampilan perdana dalam turnamen Internasional bersama sponsor baru mereka Flypower.

CEO Flypower Hariyanto Arbi berharap dipakainya produk tersebut oleh pasangan Kido/Hendra bisa membawa produk dalam negeri itu semakin mendunia.

Acara peluncuran seragam dan logo baru yang digelar di sebuat pusat perbelanjaan itu juga diwarnai pertandingan dua lawan tiga antara pasangan Kido/Hendra melawan mantan-mantan juara dunia, yakni Hariyanto Arbi, Ricky Subagja dan Sigit Budiarto.

Pertandingan dua set yang cukup menghibur penonton itu berakhir dengan skor 21-14, 20-22 bagi Kido/Hendra.

Ganda Putri Diproyeksikan Sampai Olimpiade


.

Pelatih ganda putri Pelatnas, Aryono Miranat, akan memecah dua ganda utama, Greysia Polii/Nitya Krishinda (peringkat sembian dunia) dan Shendy Puspa Irawati/Meiliana Jauhari (peringkat 10) pada turnamen all England pekan depan.

"Tujuannya ingin mencari pasangan yang lebih baik lagi, sebenarnya mereka sudah bagus. Dan kalau berhasil mereka akan diproyeksikan sampai Olimpiade (2012)," ujar Aryono di Jakarta, Selasa.

Pada penyelenggaraan All England ke-100 yang akan berlangsung di Birmingham, Inggris, 9-14 Maret, Greysia akan berpasangan dengan Meiliana sedangkan Shendy berduet dengan Nitya.

"Pada kualifikasi Piala Uber zona Asia pekan lalu, Greysia/Meiliana sudah dicoba dan hasilnya cukup bagus," tambah Aryono.

Greysia/Meiliana berhasil menyumbang angka bagi tim Uber Indonesia saat menghadapi Korea dalam penentuan juara Grup X dengan menang dua game langsung atas Kim Min Jung/Ha Jung Eun 21-15, 21-14.

Mereka juga kembali menyumbang angka dengan menundukkan pasangan Lee Kyung Won/Ha Jung Eun 21-14, 21-12 meskipun akhirnya Indonesia kalah 2-3 dari Korea pada final kualifikasi.

Mengenai pasangan Shendy/Nitya, Aryono mengatakan, pasangan tersebut belum pernah dicoba di ajang internasional maupun nasional. "Pada saat Kejurnas Nitya tidak bisa main karena cedera sehingga mereka belum pernah dicoba," katanya.

Ditanya soal target bagi kedua pasangan itu di All England, Aryono tidak muluk-muluk. "Yang jelas mencari poin, jika hasilnya positif akan terus sampai Olimpiade, tetapi kalau hasilnya buruk akan dikembalikan ke pasangan semula karena mereka sudah punya poin," jelasnya.

Pada turnamen tertua yang diselenggarakan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) itu, Greysia/Meiliana akan mengawali langkah mereka dengan melawan unggulan eempat asal Malaysia Chin Eei Hui/Wong pei Tty sedangkan Shendy/Nitya bertemu pasangan India Jwala Gutta/Ashwini Ponnappa.

Menuurt Aryono, All England akan menjadi satu-satunya turnamen Super Series yang diikuti atlet Pelatnas karena mereka batal mengikuti Swiss Terbuka Super Series yang berlangsung 16-21 Maret di Basel.

Bersama Nova, Butet Ingin Juara All England


.

Liliyana Natsir sangat berkeinginan meraih gelar juara All England 2010 di nomor ganda campuran bersama Nova Widianto. Keinginan Butet--demikian Liliyana biasa dipanggil--meraih gelar di turnamen paling bergengsi yang akan digelar di Birmingham, Inggris, 9-14 Maret nanti, itu sangat kuat.

"Ingin menjadi juara All England tahun ini," kata Butet di Cipayung kemarin. Ia mengaku ingin meraih gelar juara All England seperti yang diraih Christian Hadinata bersama Imelda Wiguna pada 1979. "Itu terakhir ganda campuran Indonesia juara All England," kata Butet.

Untuk mewujudkan mimpinya itu, Butet sudah mulai berlatih bersama Nova setelah mengikuti babak kualifikasi Piala Uber di Nakhon Ratchasima, Thailand, akhir Februari lalu. Nova/Liliyana adalah runner-up All England 2008.

Butet mengaku persiapan yang telah dilakukan bersama Nova sudah bagus. Adanya kesibukan bermain di ganda putri untuk kualifikasi Piala Uber, menurut Butet, tidak terlalu berpengaruh. "Untuk level sekarang, buat aku dan Nova, hal itu tidak akan mengganggu," kata Butet. Mulai hari ini, pasangan yang kini berada di peringkat kedua dunia itu kembali berlatih bersama setelah sepuluh hari berpisah.

Dari hasil undian All England edisi 100 tahun itu, Nova/Liliyana menjadi unggulan kedua dan sedikit diuntungkan karena berada di pul bawah. Adapun tiga pasangan Cina yang cukup berbahaya berada di pul atas. "Tetapi tidak bisa diremehkan juga. Di turnamen All England itu yang main sudah tidak diragukan lagi," kata Butet.

Richard Mainaky, pelatih ganda campuran Pemusatan Latihan Cipayung, menilai peluang juara peraih perak Olimpiade Beijing 2008 ini terbuka lebar. "Harapan masih terbuka," kata Richard. Secara fisik, Richard menambahkan, Nova dan Butet dalam kondisi bagus.

Selain duet Nova/Liliyana, pasangan Fran Kurniawan/Pia Zebadiah diturunkan. "Untuk Fran/Pia tidak ada target apa-apa. Pesan saya, mereka harus bisa mengalahkan pasangan yang lebih bagus dari mereka agar ditakuti lawan," kata Richard.

Di nomor ganda putri, Aryono Minarat, pelatih ganda putri, menurunkan dua pasangan baru, yaitu Nitya Krishinda/Shendy Puspa Irawati dan Greysia Polii/Meiliana Jauhari. "Dengan pertimbangan, saya ingin cari pasangan yang lebih bagus lagi," kata Aryono, yang mengaku ingin melihat hasil uji coba permainan dua pasangan baru itu di All England nanti. "Target untuk mereka minimal masuk semifinal dulu."

Pada tunggal putra dan putri, Cipayung masih tetap mengandalkan Sony Dwi Kuncoro, Simon Santoso, Adriyanti Firdasari, dan Maria Kristin Yulianti. "Maria masih harus bermain di babak kualifikasi karena peringkatnya rendah, 53 dunia," kata Lius Pongoh, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI.

Sedangkan para pemain nonpelatnas yang sudah memastikan diri akan ambil bagian adalah Taufik Hidayat, Hayom Rumbaka, Maria Febe Kusumastuti, Markis Kido/Hendra Setiawan, Alvent Yulianto/Hendra Aprida Gunawan, dan Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa. "Hayom dan Maria Febe masih mewakili PB Djarum," kata Lius. RINA WIDIASTUTI

Nova-Liliyana Tetap Diandalkan di All England


.

Ganda campuran peringkat dua dunia Nova Widianto/Liliyana Natsir tetap menjadi andalan Pelatnas untuk meraih gelar pada turnamen Super Series All England yang akan berlangsung pekan depan di Birmingham, Inggris.

"Untuk Pelatnas yang paling berpeluang adalah ganda campuran Nova/Liliyana. Bagi yang di luar Pelatnas mungkin Markis Kido/Hendra Setiawan," ujar Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PB PBSI Lius Pongoh di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, Rabu.

Namun Lius juga mengakui bahwa mereka tidak bisa sepenuhnya menggantungkan diri pada pasangan yang menjadi unggulan kedua di All England, karena Nova sudah terbilang tidak muda lagi.

Ditanya apakah tampilnya Liliyana sebagai pemain ganda putri di kualifikasi Piala Uber dapat mengganggu persiapannya ke All England, Lius mengatakan, itu dapat menjadi ajang latihan karena bermain pada ganda lebih berat dibanding campuran.

Akan tetapi Liliyana yang ditemui saat berlatih mengaku, kondisi fisiknya agak menurun karena selama bertanding memperkuat tim Uber porsi latihannya tidak seberat saat berlatih di Cipayung.

"Kalau sedang bertanding latihannya memang tidak berat hanya menjaga kondisi saja, jadi fisik saya mungkin agak menurun," ujar Liliyana yang bersama Nova menjadi runner-up All England 2008.

Liliyana menambahkan, keterlibatannya dalam tim Uber juga membuat ia tidak berlatih bersama Nova selama sekitar dua pekan terakhir, tetapi ia memastikan hal itu tidak akan terlalu berpengaruh terhadap kekompakan mereka.

"Saya bermain ganda campuran lebih lama dibanding ganda putri, jadi dengan berlatih beberapa kali saja sudah kembali seperti semula," katanya.

Pelatih ganda campuran, Richard Mainaky juga menegaskan bahwa teknik permainan Liliyana tidak akan terlalu berubah meskipun dua pekan terakhir ia konsentrasi pada ganda putri karena ia bisa beradaptasi dengan cepat.

"Justru fisiknya yang terpengaruh. Tetapi kalau cuma mengikuti satu turnamen saja tidak jadi masalah. Dia bisa habis-habisan di All England," kata Richard. Usai All England atlet Pelatnas tidak mengikuti Swiss Super Series pada pekan berikutnya.

Olimpiade

Sementara itu, pelatih ganda campuran Richard Mainaky mengatakan, selain bermain bersama Nova pada level Super Series, tahun ini Liliyana akan kembali dicoba berduet dengan Devin Lahardi pada turnamen yang lebih rendah, grand prix gold.

"Saya harap mereka (Devin/Liliyana) bisa berjalan dengan baik, apabila hasilnya lebih baik bersama Nova, mau tidak mau saya persiapkan Nova/Liliyana untuk Olimpiade (2012)," papar Richard.

"Penentuannya 2010 ini, pasangan yang mengalami peningkatan yang akan dipersiapkan ke Olimpiade," tambahnya.

Adapun mengenai pasangan Fran Kurniawan/Pia Zebadiah yang menjadi wakil ganda campuran dalam turnamen All England ke-100 selain Nova/Liliyana, Richard berharap mereka dapat mengalahkan pemain-pemain unggulan.

"Fran/Pia harus bisa mengalahkan pemain unggulan. Lolos ke babak kedua pun sudah bagus bagi mereka karena pada babak pertama sudah harus bertemu (pemain senior Inggris) Anthony Clark," katanya.

Selain dipersiapkan untuk Olimpiade 2012, pasangan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat tim Asian Games Indonesia di Guangzou, 13-21 November mendatang.

China dan Malaysia Diuntungkan di All England


.

Mantan pebulutangkis nasional, Hastomo Arbi, menilai pebulutangkis China dan Malaysia diuntungkan dari sisi kondisi fisik pada turnamen bulu tangkis All England di Birmingham, Inggris, 9-14 Maret 2010.

Hastomo Arbi yang tampil di All England tiga kali (1981, 1982, 1984) ketika dihubungi dari Semarang, Rabu, mengatakan, dari sisi kondisi fisik, pebulu tangkis dari kedua negara ini lebih bugar untuk terjun pada turnamen bulu tangkis tertua di dunia.

"Kalau pebulu tangkis dari negara lain seperti Indonesia, Korea, Denmark, Hongkong, dan lain-lain sebelum terjun ke All England harus memeras tenaga untuk bertarung pada babak kualifikasi Piala Thomas," katanya.

Tetapi, lanjut Hastomo yang prestasi tertinggi di All England hanya sampai babak delapan besar 1982 (dikalahkan pebulu tangkis Denmark, Morten Frost Hansen), China dan Malaysia tidak turun di babak kualifikasi karena kapasitasnya sebagai juara bertahan dan tuan rumah.

"Saya kira pebulu tangkis seperti Lin Dan, Lee Chong Wei, Chang Yin, Bao Chunlai akan lebih bugar dibandingkan Taufik Hidayat, Sony Dwi Kuncoro, Simon Santoso, dan lain sebagainya," katanya.

Menyinggung soal pebulu tangkis kelompok putra di All England, kakak mantan pebulu tangkis nasional, Heryanto Arbi, mengatakan, peluang tetap ada terutama untuk Taufik, Sony, Simon, dan pasangan Markis Kido/Hendra Setiawan.

"Saya lihat peluang mereka cukup besar untuk menjadi yang terbaik, tentu saja harus disertai dengan kerja keras dan disiplin di lapangan," kata Hastomo yang kini menjadi Asisten Manajer PB Djarum Kudus.

Sony Dwi Kuncoro diperkirakan bertemu pebulu tangkis Malaysia, Lee Chong Wei apabila berhasil menyingkirkan Du Peng Yu (China), Simon Santoso akan bertemu Peter Gade (Denmark) pada babak kedua dengan catatan bisa mengalahkan Wong Choong Hann (Malaysia)

Kemudian Taufik Hidayat bakal bertemu pemenang antara Peter Gade dan Simon pada babak ketiga dengan catatan mampu menyingkirkan Eric Peng (Belanda di babak pertama) dan Andrew Smith (Inggris di babak kedua).

Pada All England di Inggris mendatang, Indonesia menerjunkan 16 pebulu tangkis putra-putri untuk nomor tunggal, ganda, dan ganda campuran.

Tim Thomas Perlu Rombak Nomor Ganda


.

Mantan pebulutangkis nasional, Hastomo Arbi, mengatakan bahwa tim Thomas Indonesia perlu merombak nomor ganda untuk berlaga pada putaran final di Kualalumpur, Malaysia, Mei 2010.

"Saya kira masuknya Hendra Setiawan akan memengaruhi kekuatan Indonesia di nomor ganda putra karena pada babak kualifikasi Zona Asia di Thailand, pebulutangkis ini tidak tampil karena sakit," katanya ketika dihubungi dari Semarang, Senin.

Ia mengemukakan, absennya Hendra memang memengaruhi kekuatan Taufik Hidayat dan kawan-kawan karena Markis Kido tidak memiliki pasangan yang pas.

Hastomo yang menjadi pahlawan Piala Thomas 1984 dengan mengalahkan Han Jian (China), mengatakan, ganti pasangan saat latihan memang hal yang wajar untuk menghindari kebosanan.

"Tetapi saya melihat Markis Kido lebih pas atau cocok dipasangkan dengan Hendra," katanya.

Markis Kido dipasangkan dengan Avent Yulianto karena Hendra Setiawan absen.

Tim Thomas Indonesia lolos ke putaran final di Malaysia, Mei 2010 setelah pada partai final babak kualifikasi Zona Asia berhasil mengalahkan Korea Selatan, 3-2.

Tiga angka tersebut direbut dari nomor tunggal yaitu Taufik Hidayat mengalahkan Park Sung Hwan 21-19, 21-15, Sony Dwi Kuncoro mengalahkan Kim Sa Rang 21-9, 24-22, dan Simon Santoso mengalahkan Choi Ho Jin 21-18, 21-19.

Dua ganda putra kalah dari Korea. Pasangan Markis Kido/Alvent Yulainto kalah dari Ko Sung Hyun/Yoo Yeon Seong, 21-14, 19-21, 14-21 dan Ryan Sukmawan/Jonathan Suryatama kalah dari Hwang Ji Man/Kim Ki Jung 21-19, 11-21, 12-21.

"Saya kira kalau untuk nomor tunggal dengan kekuatan Taufik Hidayat, Sony Dwi Kuncoro, dan Simon Santoso sudah cukup solid. Tinggal merombak nomor ganda putra saja dengan memasukan Hendra," katanya.

Hendra, katanya, kekuatan terbaik Indonesia saat ini.

"Jadi mau tidak mau harus dipertahankan untuk perebutan Piala Thomas di Malaysia mendatang," kata Hastomo yang kini menjadi Asisten Manajer PB Djarum Kudus.

Beberapa tim yang sudah memastikan berlaga pada putaran final mendatang adalah China (juara bertahan), Malaysia (tuan rumah), Australia (Oceania), Nigeria (Afrika), Denmark, Polandia, dan Jerman (Eropa), Indonesia, Korea, dan India.

Tim Uber Berakhir Runner-up di Kualifikasi


.

Tim putri Indonesia berakhir sebagai runner-up dalam kualifikasi Piala Uber, Zona Asia, di Nakorn Ratchasima, Minggu, setelah gagal mengatasi Korea di final dan menyerah dengan skor 2-3.

Tim Indonesia unggul lebih dulu 2-0 saat Adriyanti Firdasari mengalahkan Bae Seung Hee dua game langsung 21-10, 21-13 dan pasangan Greysia Polii/Meiliana Jauhari menundukkan pasangan Lee Kyung Won/Ha Jung Eun, juga dalam dua game 21-14, 21-12.

Namun peraih medali perunggu Olimpiade Beijing, Maria Kristin tidak mampu mempertahankan keunggulannya atas Bae Youn Joo di game pertama, sehingga gagal menyumbang kemenangan bagi tim. Permainannya merosot pada dua game terakhir sehingga kalah 21-17, 14-21, 7-21.

Pada partai keemat pasangan Lee Hyo Jung/Jung Kyung Eun bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan ganda putri Indonesia Shendy Puspa Irawati/Liliyana Natsir 13-21, 21-12, 21-12, untuk menyamakan kedudukan 2-2.

Aprilia Yuswandari yang tampil melawan Sung Ji Hyun pada partai penentu menyerah 12-21, 14-21, sekaligus memastikan kemenangan tim Korea.

"Inilah pertandingan, walaupun gagal menjadi juara tetapi harus kita syukuri telah menjadi finalis," ujar Sekjen PB PBSI Yacob Rusdianto.

"Anak-anak sudah bermain maksimal dengan semangat tinggi, kalau masih gagal akan menjadi bahan untuk evaluasi,"ujar sekjen PB PBSI Yacob Rusdianto usai pertandingan," tambah Yacob.

Yakob menyorot penampilan Aprilia yang disebutnya bermain kurang lepas. "Aprilia yang kelihatan kurang lepas (mainnya), mungkin karena menjadi penentu."

Berakhirnya kualifikasi zona Asia memastikan tiga tim maju ke putaran final Piala Thomas dan Uber di Kuala Lumpur, Malaysia, 9-16 Mei mewakili Asia yakni Indonesia, Korea, dan India untuk Thomas), sedangkan untuk Uber Korea, Indonesia, dan Jepang.

Tim lain yang sudah lolos ke putaran final Piala Thomas selain juara bertahan China dan tuan rumah Malaysia adalah Australia (Oceania), Nigeria (Afrika), Denmark, Polandia, dan Jerman (Eropa).

Sedangkan tim yang sudah lolos ke Piala Uber selain China dan Malaysia adalah Australia (Oceania), Afrika Selatan (Afrika), Denmark, Rusia dan Jerman (Eropa).

Tim Putra RI Pastikan Putaran Final Piala Thomas


.

Tim putra Indonesia memastikan tempat di putaran final Piala Thomas yang akan digelar di Malaysia, Mei mendatang, setelah mencapai final kualifikasi di Nakorn Ratchasima, Thailand, Jumat.

Tim Indonesia dipastikan lolos ke Malaysia karena tiga tim teratas dalam kualifikasi langsung mendapat tempat di putaran final yang akan berlangsung 9-16 Mei.

Taufik Hidayat harus bermain selama 50 menit untuk membuka perolehan angka bagi tim Indonesia setelah berhasil mengatasi Kenichi Tago 21-16, 21-23, 21-18.

Angka kedua disumbangkan pasangan Markis Kido/Alvent Yulianto yang hanya membutuhkan waktu 25 menit untuk menundukkan Hirokatsu Hashimoto/Noriyasu Hirata 21-17, 21-19.

Sony Dwi Kuncoro memastikan kemenangan tim Indonesia 3-0 dengan mengalahkan Sho Sasaki 21-18, 21-11.

Pada final Indonesia akan menghadapi Korea setelah Park Sung Hwan dan kawan-kawan berhasil mengatasi tim India 3-1.

Ditanya apakah tim Indonesia akan bermain maksimal atau bermain tanpa target karena sudah memastikan tempat di putaran final, Yacob memastikan tim akan bermain maksimal.

"Kalau kami juara mungkin akan berpengaruh dalam penempatan unggulan pada putaran final nanti," kata manajer tim kualifikasi Thomas Indonesia Yacob Rusdianto.

Mengenai susunan pemain yang akan diturunkan, Yacob mengatakan kemungkinan akan menurunkan susunan yang sama. "Karena besok final tidak perlu menyimpan tenaga. Kalau bisa juara akan sangat membanggakan," tambahnya.

Sebelumnya, tim Uber Indonesia memastikan posisi teratas dalam Grup X setelah mengalahkan Korea 4-1 dan akan bertemu runner-up Grup Y India di semifinal. Semifinal lainnya mempertemukan Korea dengan Jepang yang menjadi juara Grup Y.

Tim Uber RI Hadapi India di Semifinal


.

Tim putri Indonesia keluar sebagai juara Grup X setelah mengalahkan Korea 4-1 untuk selanjutnya bertemu India di semi-final kualifikasi Piala Uber zona Asia.

Dalam pertandingan yang digelar di Nakorn Ratchasima, Thailand, Jumat, tim putri Indonesia hanya kehilangan satu poin saat Maria Febe Kusumastuti gagal mengatasi perlawanan Bae Youn Joo yang mengalahkannya dua game langsung 10-21, 14-21.

Adriyanti Firdasari menyumbangkan angka pertama bagi Indonesia dengan mengalahkan Bae Seung Hee 21-17, 15-21, 21-15, diikuti keberhasilan pasangan Greysia Polii/Meiliana Jauhari menundukkan pasangan peringkat lima dunia Kim Min Jung/Ha Jung Eun dua game langsung 21-15, 21-14.

Kekalahan Maria Febe memperkecil jarak angka bagi tim Korea, namun pasangan Liliyana Natsir/Shendy Puspa Irawati memperbaiki keunggulan tim Merah Putih dengan meraih kemenangan atas pasangan Lee Kyung Won/Lee Hyo Jung dengan skor 21-12, 16-21, 21-15.

Aprilia Yuswandari yang diturunkan pada partai terakhir menggenapi kemenangan Indonesia menjadi 4-1 atas Korea dengan mengungguli Sung Ji Hyun 21-18, 21-10.

"Jujur (lkemenangan) ini tidak diprediksi karena mereka (Korea) adalah unggulan pertama. Kerja sama tim yang saling mendukung membuat kita mampu memenangi pertandingan tadi," ujar Sekjen PB PBSI Yacob Rusdianto mengomentari keberhasilan tim Uber Menjuarai Grup X.

Pada semi-final tim Indonesia bertemu tim India yang menjadi runner-up Grup Y di bawah Jepang.

"Kami optimistis menang karena tim India hanya menonjol di tunggal pertama yaitu Saina Nehwal. Jadi peluang kita untuk menang lebih dari 50 persen," tambah Yacob.

Ditanya mengapa Maria Kristin tidak diturunkan saat melawan Korea, Yacob yang juga menjadi manajer tim Thomas itu mengatakan peraih medali perunggu Olimpiade Beijing tersebut diistirahatkan.

"Karena pertandingan besok (semi-final) sangat penting kami perlu istirahat cukup, termasuk Maria Kristin," katanya.

Semi-final lainnya mempertemukan Korea dengan Jepang. Tiga tim teratas langsung lolos ke putaran final di Kuala Lumpur, Malaysia, 9-16 Mei mendatang.

Tim Indonesia Lolos ke Semifinal Kualifikasi Thomas-Uber


.

Jakarta (ANTARA News) - Tim Indonesia lolos ke semifinal kualifikasi zona Asia Piala Thomas dan Uber setelah tim putra memenangi partai perempatfinal dan tim putri memastikan posisi dua teratas Grup X.

Dalam pertandingan yang digelar Kamis malam di Nakorn Ratchasima, Thailand, Sony Dwi Kuncoro dan kawan-kawan meraih kemenangan 3-0 atas Thailand, sedang tim putri memastikan posisi dua teratas dengan memukul tuan rumah Thailand dengan skor telak 5-0.

Dengan demikian Indonesia dan Korea dipastikan maju ke semifinal kualifikasi Piala Uber dari Grup X.

Taufik Hidayat membuka perolehan angka bagi tim putra Indonesia setelah mengalahkan Tanongsak Saensomboonsuk 21-15, 21-19 diikuti pasangan Markis Kido/Alvent Yulianto yang hanya membutuhkan waktu 19 menit untuk mengalahkan Patipat Chalardchaleam/Thitipong Lapoe 21-12, 21-16.

Sony Dwi Kuncoro menggenapi kemenangan tim Indonesia dengan menundukkan Suppanyu Avihingsanon 21-10, 21-12.

Pada semifinal mereka akan menghadapi tim Jepang yang menang 3-1 atas Taiwan. Semifinal lainnya mempertemukan Korea dan India.

Ditanya mengenai peluang dan komposisi pemain untuk menghadapi Jepang, Yacob mengatakan akan membahasnya dengan para pelatih. "Akan ditentukan strateginya bagaimana, sejarah pertemuan bagaimana, kondisi kesehatan siapa yang paling siap, baru kita tentukan susunan pemain," katanya.

"Tetapi atlet-atlet yang saya tanya menjawab optimistis, jadi saya lebih yakin lagi besok dapat menang," tambahnya.

Tim putri meraih kemenangan mutlak 5-0 atas Thailand dengan hanya kehilangan satu game saat Maria Kristin yang bermain sebagai tunggal kedua dipaksa bermain tiga game oleh Nichaon Jindapon 21-13, 16-21, 21-10.

Kemenangan pertama diraih Adriyanti Firdasari atas Inthanon Ratchanok 21-10, 29-27 diikuti pasangan Greysia Polii/Nitya Krishinda yang menang 21-16, 21-17 atas Savitree Amitapai/Vacharaporn Munkit.

Setelah Maria Kristin memastikan kemenangan dengan menyumbang poin ketiga, pasangan Shendy Puspa Irawati/Liliyana Natsir dengan mudah menundukkan Chayanit Chaladchalaem/Suvannapat Preeyaporn Vej 21-5, 21-11 hanya dalam 15 menit.

Aprlilia Yuswandari yang mendapat kesempatan bermain kembali menggenapi kemenangan Indonesia setelah mengungguli Kawalin Akkarakulchai 21-12, 21-16.

Selanjutnya Firadasri dan kawan-kawan akan menghadapi tim Korea dalam pertandingan terakhir babak grup sekaligus penentuan juara Grup X.

Ditanya apakah tim putri akan bermain mati-matian atau memilih mengalah pada Korea dalam pertandingan tersebut karena sudah dipastikan lolos ke semifinal, Yacob mengatakan, "Kita nanti (Kamis) malam akan membahas enaknya bertemu tim mana (di semifinal), baru diputuskan strateginya," katanya.