Archive for February 2010

Tim Thomas RI Hadapi Thailand di Perempatfinal


.


Jakarta (ANTARA News) - Tim putra Indonesia berhasil menempati posisi puncak Grup A kualifikasi Piala Thomas zona Asia dan akan bertemu runner-up Grup C Thailand di perempatfinal.

Taufik Hidayat dan kawan-kawan memastikan menjuarai Grup A setelah dalam pertandingan yang digelar di Nakorn Ratchasima, Thailand, Rabu, mengalahkan Vietnam 5-0.

Sementara tuan rumah Thailand menempati posisi kedua Grup C setelah kalah 2-3 dari India yang akhirnya menjadi juara grup.

Taufik Hidayat yang diyakini menghadapi partai terberat dalam melawan Vietnam berhasil menjalankan tugasnya dengan baik dan menyumbang angka pertama setelah menang atas Nguyen Tien Minh 21-15, 21-11.

Sony Dwi Kuncoro menambah keunggulan dengan menundukkan Nguyen Hoang Nam 21-12, 21-15, diikuti Simon Santoso yang memastikan kemenangan tim Indonesia atas Vietnam dengan kemenangan mudah 21-6, 21-8.

Markis Kido yang tampil pertamakali dalam turnamen tersebut, kompak bersama Alvent Yulianto untuk mengalahkan Duong Bao Duc/Pham Cao Hieu 21-13, 21-13.

"Hari ini kami coba memasang Alvent/Kido karena selama latihan mereka sangat bagus," ujar manajer tim Thomas Yacob Rusdianto.

Adapun pasangan Rian Sukmawan/Yonatan Suryatama hanya membutuhkan waktu 14 menit menyisihkan Nguyen Hoang Nam/Huynh Vinh 21-6, 21-16 sekaligus memastikan kemenangan Indonesia 5-0 atas Vietnam.

Formasi pemain untuk menghadapi Thailand, Kamis (25/2), kata Yacob, masih akan dibicarakan bersama, tetapi kemungkinan akan menurunkan tim dengan kekuatan penuh karena sudah sistem gugur.

"Peluang (kami) lebih besar karena mereka hanya tungggal pertamanya saja yang menonjol, jadi kami sangat optimistis," katanya mengenai tim Thailand yang tidak diperkuat tunggal putra terbaiknya Boonsak Ponsana dan pasangan Sudket Prapakamol/Songphon Anugritayawon itu.

Perempatfinal lainnya mempertemukan Vietnam (runner-up Grup A) dengan India (juara Grup C), Korea (juara Grup D) dengan Hong Kong (runner-up Brup B) dan Jepang (runner-up Grup D) dengan Taiwan (juara Grup B).


Tunggal penentu

Tiga pemain tunggal yang bertanding berturut-turut memastikan kemenangan tim putri Indonesia atas Srilanka dalam kualifikasi Piala Uber zona Asia, Rabu.

Tunggal pertama Adriyanti Firdasari yang gagal menyumbang angka saat bertemu Singapura, Senin (22/2), membuka perolehan angka dengan kemenangan mudah 21-6, 21-9 atas Thilini Jayasinghe.

Maria Febe Kusumastuti juga melupakan kekalahan pada pertandingan pertamanya untuk tampil lebih baik dan meraih kemenangan 21-8, 21-8 atas Achini Rathnasiri.

Kemenangan tim Indonesia dipastikan oleh penampilan Aprilia Yuswandari yang membutuhkan waktu 21 menit untuk mengalahkan Lekha Shehani 21-9, 21-8.

Kemenangan ganda pada dua partai terakhir memastikan Indonesia menyapu bersih angka 5-0 atas Srilanka.

Anneke Feinya Agustine yang dipasangkan dengan Meiliana Jauhari tanpa kesulitan meraih kemenangan atas Achini Rathnasiri/Upuli Samanthika 21-14, 21-8.

Adapun Nitya krishinda yang berduet dengan Shendy Puspa Irawati menggenapi kemenangan dengan menundukkan Thilini Jayasinghe/Lekha Shehani 21-5, 21-5 hanya dalam 14 menit.

Kemenangan tersebut menempatkan tim putri Indonesia sementara di urutan kedua di bawah Korea dalam Grup X, sementara Thailand yang akan bertemu tim Indonesia, Kamis (25/2), di tempat ketiga.

"Untuk tim putri kami juga optimistis meskipun harus lebih waspada karena tunggal pertama dan ganda pertama mereka cukup kuat," kata sekjen PB PBSI Yacob Rusdianto.

Tim Uber Korea Kokoh di Puncak, Indonesia Geser Thailand


.




JAKARTA, KOMPAS.com — Tim Uber Korea Selatan memantapkan posisi sebagai pimpinan klasemen sementara Grup X kualifikasi zona Asia. Pada pertandingan melawan Thailand di Stadion Kompleks Olahraga Nakhon Ratchasima, Thailand, Rabu (24/2/10), Korsel menang 3-2.

Dengan demikian, Korea yang sudah menyelesaikan tiga pertandingan hampir pasti melangkah ke semifinal. Meskipun demikian, posisi mereka belum aman 100 persen karena Indonesia dan Thailand masih berpeluang mengandaskan ambisinya untuk meraih satu tiket dari grup ini.

Ya, Korea masih menyisakan satu pertandingan melawan Indonesia pada Jumat (26/2/2010). Akan tetapi, tim "Negeri Ginseng" bisa memastikan lolos sebelum melakoni partai pamungkas jika Indonesia yang kini menghuni peringkat dua mengalahkan Thailand pada laga krusial yang akan berlangsung besok.

Memang, pertandingan Indonesia vs Thailand memiliki arti yang sangat penting bagi kedua tim dalam mengejar satu tiket ke semifinal. Bagi Indonesia, kemenangan akan memastikan tim ke semifinal untuk mendampingi Korea sehingga duel Indonesia vs Korea hanya untuk menentukan juara grup. Adapun bagi Thailand, jika menang, maka mereka berpeluang besar lolos ke babak empat besar karena pada laga pamungkas pada hari Jumat nanti akan bertemu Singapura yang sudah pasti tersingkir.

Menghadapi Korea yang difavoritkan bakal lolos, Thailand lebih dulu meraih poin setelah tunggal pertama, Ratchanok Inthanon, menaklukkan Bae Seung Hee. Dalam pertarungan berdurasi 59 menit tersebut, Ratchanok menang 13-21, 21-13, 21-19.

Setelah itu, Korea bisa menyamakan kedudukan melalui ganda pertamanya, Lee Kyung Won/Lee Hyo Jung. Setelah berjuang selama 58 menit, Lee Kyung/Lee Hyo menaklukkan Amitapai Savitree/Munkit Vacharaporn dengan 22-20, 22-24, 21-16.

Pada partai tunggal kedua, Thailand kembali meraih poin untuk memimpin 2-1. Jindapon Nichaon dipaksa bermain tiga set selama 47 menit sebelum menang 18-21, 21-19, 21-13 atas Kim Moon Hi.

Namun, di dua partai tersisa, Korea bisa menyapu bersih. Ganda kedua Korea, Jung Kyung Eun/Kim Min Jung, menang straight set 21-9, 21-10 atas Ratchanok Inthanon/Wangpaiboonkij Pijitjan, disusul keberhasilan tunggal ketiga Bae Youn Joo yang juga menang dua set langsung 21-13, 21-8 atas Akkarakulchai Kewalin.

Tim Thomas Taiwan juara grup B

Dari kualifikasi Grup B Piala Thomas zona Asia, Taiwan berhasil menaklukkan Hongkong dengan skor tipis 3-2. Dengan demikian, Taiwan menjadi juara grup, sedangkan Hongkong harus puas menjadi runner-up. Mereka sama-sama meraih tiket ke perempat final setelah pada laga pertama mengalahkan Filipina dengan skor serupa, 5-0.

Pada babak delapan besar, Kamis (25/2/2010), Taiwan akan menghadapi runner-up Grup D, Jepang. Sementara itu, Hongkong berjumpa dengan juara Grup D, Korea Selatan.

Hongkong lebih dulu meraih poin ketika tunggal pertamanya, Hu Yun, menang 14-21, 21-18, 21-15 atas Hsueh Hsuan Yi. Namun setelah itu, Taiwan langsung menyapu tiga kemenangan berturut-turut lewat ganda pertama, Chen Hung Ling/Lin Yu Lang, yang menang 17-21, 21-15, 21-16 atas Yohan Hadikusumo Wiratama/Wong Wai Hong, disusul kemenangan 21-15, 21-18 tunggal kedua Hsu Jen Hao atas Chan Yan Kit, sebelum dilengkapi oleh kesuksesan ganda kedua, Fang Chieh Min/Lee Sheng Mu, yang menang straight set 21-10, 21-10 atas Leung Chun Yiu/Lo Kok Kei.

Pada partai kelima yang tidak menentukan lagi, Hongkong bisa mencuri poin. Kali ini, tunggal ketiga, Wong Wing Ki, menang straight set 24-22, 21-15 atas Chou Tien Chen.

Tim Indonesia Sapu Bersih Kemenangan


.


JAKARTA (Suara Karya): Tim putri Piala Uber Indonesia sukses membantai Sri Lanka 5-0 pada lanjutan kualifikasi Grup X Piala Uber zona Asia di Stadion Kompleks Olahraga Nakhon Ratchasima, Thailand, Rabu (24/2). Ganda putri Shendy Puspa Irawati/Nitya Krishinda Maheswari, yang memastikan pasukan Merah Putih menang dengan skor mencolok itu, menaklukkan Jayasinghe Thilini/Shehani Lekha dengan skor 21-5 dan 21-5 hanya dalam waktu 14 menit. Hal sama juga berhasil dicetak tim putra Piala Thomas setelah Taufik Hidayat dan kawan-kawan juga berhasil membungkam Vietnam dengan skor sama 5-0.

Dengan demikian, Maria Kristin dan kawan-kawan untuk sementara naik ke peringkat dua klasemen sementara setelah meraih dua kemenangan dengan total skor pertandingan 8-2. Pada pertandingan sebelumnya, Adriyanti Firdasari sempat berjuang ekstra keras sebelum menaklukkan Singapura dengan skor tipis 3-2. Posisi pertama di grup ini masih diduduki Korea Selatan, yang sudah merengkuh dua kemenangan atas Sri Lanka dengan skor 5-0 dan Singapura dengan skor 4-1. Saat ini, Korsel sedang melakoni pertandingan ketiga melawan Thailand, yang juga menang 5-0 atas Sri Lanka pada partai perdananya.

Indonesia akan bersaing ketat dengan Korsel dan Thailand untuk memperebutkan dua tiket ke semifinal kualifikasi Piala Uber zona Asia. Karena itu, dua pertandingan tersisa akan menjadi sangat krusial bagi Pasukan Garuda. Mereka akan lebih dulu menghadapi Thailand pada Kamis (25/2) sebelum bertemu Korsel pada Jumat (26/2). Seperti yang sudah diperkirakan, Indonesia masih sangat tangguh bagi Sri Lanka. Buktinya, lima partai yang dimainkan ini dimenangkan dengan dua set langsung dan dalam waktu kurang dari 25 menit. Waktu bermain paling lama dialami tunggal ketiga Aprilia Yuswandari, yang harus bertarung 22 menit sebelum menang 21-9 dan 21-8 atas Shehani Lekha. Kesuksesan tim Uber Indonesia di laga kali ini diawali oleh Adriyanti Firdasari. Tunggal utama Indonesia, yang kalah ketika melawan Singapura, ini menang 21-6 dan 21-9 atas Jayasinghe Thilini dalam waktu 18 menit. Setelah itu giliran Maria Febe Kusumastuti yang menaklukkan Rathnasiri Achini dengan 21-8 dan 21-8 dalam tempo 19 menit. Usai Aprilia memastikan Indonesia menang 3-0, giliran ganda pertama Meiliana Jauhari/Anneke Feinya Agustin yang mempersembahkan poin. Mereka berjuang selama 18 menit untuk menang 21-14 dan 21-8 atas Rathnasiri Achini/Samanthika Upuli. Selanjutnya, Shendy/Nitya yang memastikan Indonesia menang 5-0.

Sedangkan kemenangan tim Thomas Indonesia diawali oleh Taufik Hidayat yang mengalahkan tunggal pertama Vietnam Nguyen Tien Mihn. Peraih medali emas Olimpiade Athena tersebut hanya perlu waktu 31 menit untuk menang dua set langsung 21-15 dan 21-11 atas Nguyen, yang membuat tim Piala Thomas Indonesia untuk sementara unggul 1-0. Diikuti tunggal kedua Sony Dwi Kuncoro yang menang mudah dua set langsung atas Nguyen Hoang Nam dengan skor 21-15 dan 21-12.

Tiga angka kemenangan lain diraih oleh Simon Santoso yang menang atas Nguyen Huynh Vinh 21-6 dan 21-8. Sedangkan pasangan Markis Kido/ Alven Yulianto menang atas Duong Bao Duc/Pham Cao Hieu, 21-13 dan 21-13, serta diakhiri oleh pasangan Rian Sukmawan/Yonathan Suryatama yang sukses menghentikan laju Nguyen Hoang Nam/ Huynh Vinh dengan angka 21-6 dan 21-16.

Hendra Sakit, Kido Nganggur


.

JAKARTA (Suara Karya): Akibat Hendra Setiawan batal tampil karena sakit demam berdarah, pebulutangkis ganda putra Markis Kido dipastikan jadi penonton saat tim Thomas Indonesia bertanding melawan Singapura pada pertandingan penyisihan pertama, Senin (22/2). Kido, yang menjadi pasangan Hendra ini, hanya akan duduk di pinggir lapangan untuk menyaksikan rekannya yang lain di laga perdana tim Thomas Indonesia pada pertandingan yang berlangsung di Nakhorn Ratchasima, Thailand, tersebut.

Namun, pelatih ganda putra Sigit Pamungkas mengatakan, Kido tidak diturunkan bukan karena pasangannya, Hendra Setiawan, tidak tampil. Sigit beralasan, pihaknya menyimpan Kido karena ini memberi kesempatan tampil kepada pemain muda.

"Kido akan saya simpan selama babak penyisihan grup, jadi bukan karena Hendra absen. Pada babak kualifikasi grup, saya ingin mencoba pemain muda," kata Sigit.

Untuk tim Thomas, formasi yang disusun sementara ini memasukkan nama Taufik Hidayat, Sony Dwi Kuncoro, dan Simon Santoso di bagian tunggal. Sementara di bagian ganda ditempati pasangan Rian Sukmawan/Yonathan Dasuki dan Alven Yulianto/ Muhammad Ahsan.

Manajer tim Thomas, Yacob Rusdianto, mengatakan, susunan ini baru sementara dan baru bisa dipastikan empat jam sebelum pertandingan. "Kita akan lihat kondisi terakhir pemain. Jika ada yang tidak siap, ya diganti," kata Yacob.

Sementara untuk tim Uber, formasi pemain tunggal yang akan diturunkan adalah Adriyanti Firdasari, Maria Febe, dan Maria Kristin. Sedangkan di bagian ganda diisi pasangan Greysia Polii/Nitya Krishinda dan Lilyana Natsir/ Shendy Puspa. "Lilyana saya coba untuk memperkuat ganda kedua," kata pelatih ganda putri Aryono Miranat.

Hal senada juga diutarakan pelatih tunggal putri, Marleve Mainaki. Pihaknya memastikan pemain terbaik yang bakal diturunkan. Apalagi, mereka berada di grup maut (Grup X) bersama Korea Selatan, Thailand, Singapura, dan Sri Lanka.

Marleve mengaku, pihaknya tak ingin gambling. Sebab, hanya dua negara di setiap grup yang akan melangkah ke babak utama di Kuala Lumpur, Malaysia, Mei mendatang. "Kami terus menggenjot persiapan mereka. Beruntung tak ada pemain yang bermasalah dan kami siap merebut kemenangan," ujar Marleve.

Terkait dengan penyesuaian lapangan menjelang pertandingan, Jacob mengatakan, pihaknya tidak mengalami kendala serius.

Sony Dwi Kuncoro dkk memang tak ada masalah dengan kondisi lapangan Nakhon Ratchasima SportComplex. Sebab, sebagian dari tim Piala Thomas Indonesia pernah merasakan atmosfer itu saat memperkuat kontingen bulutangkis Indonesia di SEA Games (SEAG) 2007, Thailand.

"Mereka memang tak bermain di lapangan itu. Di SEAG, mereka tampil di Universitas Voongchavalitkul. Tapi, saya pikir tak ada masalah, karena yang terpenting anak-anak pernah merasakan sebelumnya," ujar Jacob. (Ant/Wem Fauzi)

Sulitnya tim Uber Indonesia Atasi Singapura


.

VIVAnews - Tim Uber Indonesia mengalami partai berat di pertandingan pertama penyisihan Zona Asia, Senin 22 Februari 2010. Melawan Singapura di NakhonRatchasima SportComplex, Thailand, tim Uber Indonesia menang tipis 3-2.

Adriyanti Firdasari yang maju di partai pertama, kalah 27-29, 20-22 dari Zhang Beiwen. Namun, di partai kedua, pasangan ganda putri Greysia Polii/Nitya Krishinda berhasil menyamakan kedudukan dengan menekuk pasangan Lei Yao/Shinta Mulia Sari 21-15,21-16.

Sayangnya di partai ketiga tim Merah Putih kembali harus menelan kekalahan. Kali ini Maria Febe Kusumastuti kalah 14-21,19-21 dari Aying Xing.

Namun, Srikandi-srikandi Merah Putih kembali bangkit di partai keempat. Pasangan Lilyana Natsri/Shendy Puspa Irawati kembali menyamakan kedudukan dengan menekuk Liu Fan Frances/Neo Yu Yan.

Kemenangan tim Indonesia akhirnya ditentukan di partai terakhir yang mempertemukan Maria Kristin dengan Fu Mingtian. Hasilnya tidak mengecewakan, Maria berhasil unggul dua set langsung 21-4,21-9.

Hasil ini membuat tim Uber Indonesia untuk sementara berada di peringkat dua klasemen Grup X. Sedangkan duduk sebagai pemuncak adalah Korea Selatan yang di waktu hampir bersamaan mengalahkan Srilanka 5-0.

Langkah Manis Tim Thomas Indonesia


.

(VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews - Perjalanan tim Thomas Indonesia di babak penyisihan zona Asia berjalan mulus. Pada pertandingan pertama, Merah Putih berhasil memukul Singapura 4-1 sekaligus untuk sementara memimpin Grup A.

Pada pertandingan yang digelar di Gymnasium Thailand, Senin 22 Februari 2010, Indonesia berhasil unggul 1-0 saat tunggal pertama Taufik Hidayat berhasil mengalahkan Wong Ziliang Derek dua set langsung 21-10, 21-18.

Namun Singapura berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat ganda putra mereka, Hendri Kurniawan/Hendra Wijaya. Ganda putra Singapura ini menaklukkan Rian Sukmawan/Yonathan Dasuki 19-21, 18-21.

Indonesia kembali unggul 2-1 setelah tunggal kedua Sony Dwi Kuncoro berhasil menaklukkan Chen Yongzhao juga dengan dua set langsung 21-12, 21-9.

Indonesia memastikan kemenangan lewat ganda putra kedua Alvent Yulianto/Muhammad Ahsan yang menaklukkan Yeo Zhao Jiang/Tang Yew Loong 21-3 21-19.

Dan kemenangan Merah Putih dilengkapi dengan keberhasilan Simon Santoso menaklukkan Ho Ying Chong 21-5, 21-6. Indonesia unggul 4-1.

Tim beregu putra Indonesia ini akan menghadapi Vietnam pada Rabu 24 Februari 2009 mendatang.

Laga Perdana Tim Thomas-Uber Indonesia


.


JAKARTA - Tim Thomas dan Uber Indonesia akan memulai perjuangan hari ini di kualifikasi Piala Thomas-Uber 2010 Zona Asia di Nakhon Ratchasima, Thailand. Lawannya pun sama, Singapura. Tim Thomas maupun Uber Indonesia menargetkan menang mutlak atas Singapura.

Bagi tim Thomas, jika berhasil menang, apalagi dengan skor 5-0, satu tempat di babak kedua sudah pasti diraih. Bahkan, posisi teratas grup A bakal menjadi milik Indonesia.

"Kami memang tidak ingin hanya menang. Tapi, kami menargetkan menang mutlak. Sebab, kemenangan akan membuat para pemain lebih percaya diri untuk menghadapi partai berikutnya," tegas Jacob Rusdianto, manajer tim Thomas Indonesia, kemarin (21/2).

Karena itu, kendati Singapura masih satu level di bawah Indonesia, Merah Putih akan turun dengan kekuatan terbaik. Di sektor tunggal, misalnya, tiga pebulu tangkis terbaik di nomor tersebut bakal diturunkan. Secara berurutan, tiga tunggal itu adalah Taufik Hidayat, Sony Dwi Kuncoro, dan Simon Santoso. "Untuk pertandingan pertama, kami memang akan lebih memilih menurunkan komposisi utama," kata Agus Dwi Santoso, pelatih tunggal pria.

Hal yang sama berlaku untuk sektor ganda. Nama Markis Kido/Alvent Yulianto sangat mungkin akan mengisi posisi ganda pertama. Untuk ganda kedua, kepercayaan bakal disematkan kepada pasangan muda Rian Sukmawan/Yonatan Suryatama Dasuki. Komposisi tersebut diyakini mampu menyumbang poin buat skuad Merah Putih.

"Kemungkinannya bisa seperti itu. Tanpa Hendra (Setiawan) kami memang telah melihat perkembangan Alvent dan juga (Muhammad) Ahsan untuk berpasangan dengan Kido. Namun, komposisi pasti akan ditentukan besok siang (siang ini, Red)," ujar Jacob.

Sama halnya dengan tim Thomas, tim Uber Indonesia yang turun di grup X bakal menurunkan komposisi terbaik demi merealisasikan target menang mutlak. Tiga tunggal terbaik dan dua ganda konvensional bakal diandalkan sebagai alat meraih kemenangan.

Tiga tunggal itu adalah Adriyanti Firdasari di tunggal pertama, Maria Febe di tunggal kedua, dan Maria Kristin di tunggal ketiga. Untuk sektor ganda, ada pasangan Greysia Polii/Nitya Krishinda dan Shendy Puspa Irawati/Meiliana Jauhari.

"Komposisinya sepertinya tidak jauh dengan yang diutarakan sebelum berangkat. Hanya, kami akan melihat kondisi terakhir pemain besok siang (siang ini). Sejauh ini sih semua baik-baik saja," ungkap Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PB PBSI Lius Pongoh.

Semua komponen tim pun mengharapkan kondisi tersebut tetap terjaga sehingga tim Uber Indonesia hari ini mampu memukul Singapura 5-0. "Untuk bersaing dengan Thailand, kemenangan mutlak jelas wajib. Semoga semua pemain tidak lengah sehingga mampu merealisasikan target," tutur Lius. (fim/diq)

GBK Mulai Konsentrasi ke SEAG 2011


.


JAKARTA – Pusat Pengelolaan Komplek Gelanggang Olahraga Bung Karno (PPKGBK) mulai konsentrasi menghadapi SEA Games (SEAG) 2011. Mereka berencana akan secepatnya melakukan revitalisasi beberapa venues di area Senayan setelah Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah multievent dua tahunan tersebut.

Direktur Utama PPKGBK Bambang Prajitno mengatakan, pihaknya telah memikirkan dengan matang mengenai revitalisasi venues tersebut. Dia mencatat terdapat enam tempat yang akan dilakukan perbaikan secepatnya.

“Kami akan melakukan revitalisasi venues seperti Stadion GBK, Istora GBK, futsal, tenis lapangan, tenis meja, dan anggar. Tapi, kami belum mengetahui jika ke depannya akan ada tambahan perbaikan di venues lainnya,” ungkap Bambang kepada wartawan, Senin (11/1/2010).

Menurutnya, PPKGBK hanya mendapatkan laporan enam cabang olahraga (cabor) seperti sepak bola, bulu tangkis, futsal, tenis lapangan, tenis meja, dan anggar yang akan diselenggarakan di Jakarta. Sementara cabor sisanya akan digelar di Palembang, Sumatera Selatan. Kemudian di Bandung, Jawa Barat dan Semarang, Jawa Tengah.

Karena itu, revitalisasi akan diprioritaskan kepada enam venues tersebut. Dia berharap perbaikan akan sesuai standar internasional. “Secara keseluruhan, usia venues di Komplek Gelora Bung Karno sudah lanjut. Apalagi, bangunannya merupakan peninggalan Asian Games 1962,” paparnya.

Pihaknya pun berencana akan melakukan beberapa perbaikan di sektor penunjang lainnya, bahkan tak menutup kemungkinan akan membangun sarana dan prasarana olahraga lebih modern.

PPKBGK akan mewujudkan program itu setelah melihat olahraga bukan hanya dari segi prestasi saja, tapi juga merupakan olahraga rekreasi kepada keluarga yang ingin menimbulkan kecintaan olahraga kepada anaknya sejak dini.

Landasan itu yang membuat pihaknya akan segera mewujudkannya. “Tempat olahraga prestasi pastinya tak akan berubah, tapi kami juga harus mulai memikirkan tempat untuk mereka yang ingin berolahraga rekreasi,” cetusnya.

Bambang juga ingin pandangan masyarakat Indonesia berubah, terutama terkait kawasan GBK yang dinilai mereka beralih fungsi kepada kepentingan bisnis. Apalagi, jika melihat banyaknya bangunan mall di area seluas 279,1 hektare.

“Sejak pihaknya ditunjuk menjadi Badan Layanan Umum Agustus 2008, maka kawasan GBK menjadi area olahraga dan komersil. Tapi, kami pastinya akan mementingkan olahraga sesuai konsep awal kawasan ini dibangun,” tandasnya.

Ulinnuha: ‘’Saya siap mengikuti Seleknas’’


.

‘’Saya siap mengikuti Seleknas,’’ ungkap Muhammad Ulinnuha salah seorang pebulutangkis Djarum yang terpilih mengikuti seleknas yang akan berlangsung di pelatnas Cipayung dari tanggal 23 Pebruari hingga 3 Maret 2010.

Muhammad Ulinnuha yang biasa disapa dengan Ulin ini bersama pasangannya Berry Anggriawan akan mengikuti seleknas pada nomor ganda putra. Sementara di ganda campuran Ulin juga mengikuti seleknas berpasangan dengan Jenna Gozali.

Catatan prestasi Ulin selama tahun 2009 cukup bersinar. Juara ganda putra bersama Berry Anggriawan di Dutch Open Junior dan German Open Junior, sementara berpasangan dengan Jenna Gozali menjuarai Dutch Open Junior dan runner-up German Open Junior. Pada kejuaraan dunia junior Ulin/Berry keluar sebagai runner-up.

Adapun nama-nama atlit yang terpilih mengikuti seleknas berdasarkan informasi yang kami dapatkan bervariasi untuk setiap nomor yaitu 8 atlit tunggal putri, 8 atlit tunggal putra, 6 pasangan ganda putri, 10 pasangan ganda putra dan 6 pasangan ganda campuran.

Ketua tim pemandu bakat PB PBSI, Fung Permadi saat dihubungi tadi malam menjelaskan bahwa bervariasinya jumlah atlit yang dipilih mengikuti seleknas karena disesuaikan dengan potensi dan prospek dari peserta masing-masing nomor.

Para peserta seleknas akan mengikuti dua tahapan test yaitu Test Kesehatan, Fisik, Psikotest (IQ, EQ, Kepribadian) dan Test Tehnik Permainan. ‘’Psikotes kita akan bekerjasama dengan Universitas Tarumanagara (Untar),’’ ungkap Lilik Sudarwati Kepala Bidang Litbang PBSI saat dihubungi tadi malam.

Lilik lebih lanjut menjelaskan, ‘’Psikotes ini adalah salah satu kriteria yang dibuat untuk memilih atlit-atlit andalan kita dimasa yang akan datang. Mengacu pada pengalaman yang lalu, kita akan lebih selektif dalam menentukan pemain dengan mempertimbangkan berbagai faktor.’’

Langkah yang diambil PBSI dengan melibatkan Untar untuk melakukan tes psikologi merupakan tindak lanjut hasil simposium bulutangkis yang berlangsung di Universitas Tarumanagara (Untar) di Jakarta pada minggu lalu (11/02/10). ‘’Kita akan berusaha untuk menyempurnakan setiap kriteria yang telah kita buat terdahulu.’’ mengkahiri penjelasannya. (dh/fk)

Berikut ini adalah nama-nama atlit yang dipanggil untuk mengikuti Seleknas :
Tunggal Putri :
1. Anna Rovita (Djarum / Jateng)
2. Putri Mutia Restupangersa. (Tangkas Alfamart / DKI Jakarta)
3. Elisabeth Purwaningtyas (SGS Elektrik / Jabar)
4. Ganis Nur Rahmandhani (Pertamina / DKI Jakarta)
5. Novalia Agustianti (Tangkas / DKI Jakarta)
6. Yeni smarani (Djarum / Jateng)
7. Dian Fitriani (Jaya Raya / DKI Jakarta)
8. Milicent Wiranto (Sutomo / Sumut)

Tunggal Putra :
1. Aryanto Haryadi Putra (Tangkas Alfamart / DKI Jakarta)
2. Marcus Fernaldi Gideon (Tangkas Alfamart / DKI Jakarta)
3. Andree Marteen Tene (Mutiara Bandung / Jabar)
4. Subhan Hasan (Jaya Raya / DKI Jakarta)
5. Alrie Guna Dharma (Mutiara Bandung / Jabar)
6. Michael Agusthio Vimala (Jaya Raya Suryanaga / Jatim)
7. Febrian Irvanaldy (Wima Surabaya / Jatim)
8. Gestano Ganendra (Tangkas Alfamart / DKI Jakarta)

Ganda Putri :
1. Cisita Joiulty Jansen / Dellis Yuliana (Djarum / Jateng)
2. Andreani Ratnasari / Maya Rosita (Citra Raya Utama / Jatim)
3. Dian Fitriani / Ery Oktaviani Andriyana (Jaya Raya / DKI Jakarta)
4. Nurbetta Kwanrico / Aulia Putri Darajat (Djarum / Jateng)
5. Aurien Hudiono / Atiathun Rahimah (Jaya Raya Suryanaga / Jatim)
6. Ayu Pratiwi / Anggi Widya Setiawan (Mutiara Bandung / Jabar)

Ganda Putra :
1. Muhammad Ulinuha / Berry Anggriawan (Djarum / Jateng)
2. Seiko Wahyu Kusdianto / Didit Juang Indrianto (Djarum / Jateng)
3. Riky Widianto / I Komang Sandy Wijaya (Wima Surabaya / Jatim)
4. Andrei Adistia / Rahmat Ardianto (Djarum / Jateng)
5. Budi Hartono / Ricky Karanda Suwandi (Mutiara Bandung / Jabar)
6. Marcus Fernaldi Gideon / Wahyu Nayaka Pangkaryaniva (Tangkas Alfamart / DKI)
7. Dakha Yudha Sakti / Moh. Solehudin llan (Semen Gresik/ JR Suryanaga/Jatim)
8. Ericson Rusdianto / Nurwahid Ardianto (Jaya Raya Suryanaga / Jatim)
9. Subhan Hasan / Agripina Prima Rhamanto (Jaya Raya / DKI Jakarta)
10. Victor Osmond / Adzka Darmawan (Jaya Raya / DKI Jakarta)

Ganda Campuran :
1. Muh. Ulinuha / Jenna Gozali (Djarum / Jateng)
2. Ricky Karanda Suwandi / Ayu Pratiwi (Mutiara Bandung / Jabar)
3. Budi Hartono / Aurien Hudiono (Mutiara Bandung /Jabar/ JR Suryanaga/Jatim)
4. Didit Juang Indriyanto / Yayu Rahayu Novia Permatasari (Djarum / Jateng)
5. Ricky Widianto / Variella prilsasi Putri Lejarsari (Wima / JR Suryanaga / Jatim)
6. Nurwahid Ardianto / Heti Nugraheni (Jaya Raya Suryanaga / Jatim).

Hendra Pasti tidak Berangkat


.

JAKARTA, Kompas.com - Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia I Gusti Made Oka memastikan, pemain ganda putra Hendra Setiawan tidak berangkat ke Thailand untuk bergabung dengan tim Thomas karena kesehatannya belum pulih total.

Seperti diberitakan sebelumnya, Hendra dirawat di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta, sejak Rabu (17/2/10) setelah positif terjangkit demam berdarah. Pasangan Markis Kido ini semestinya berangkat ke Thailand, Kamis, bersama anggota tim piala Thomas dan Uber.

"Saya sudah mengunjungi Hendra ke rumah sakit. Kondisinya belum membaik dan trombositnya masih turun di angka 14.000. Setelah berkonsultasi dengan dokter, sepertinya Hendra memang tidak memungkinkan berangkat. Kami pun memutuskan tidak menyertakan Hendra," kata Oka di Jakarta, Sabtu (20/2).

Babak kualifikasi Piala Thomas dan Uber zona Asia akan berlangsung di Nakhon Ratchasima, Thailand, 22-28 Februari. Kualifikasi Thomas diikuti 13 negara, sedangkan Uber 10 negara. Tiga tim terbaik langsung lolos ke putaran final.

Tim Thomas Indonesia, yang ditempatkan sebagai unggulan pertama, berada di Grup A bersama Singapura dan Vietnam. Adapun tim Uber tergabung di Grup X bersama Korea Selatan, Sri Lanka, Singapura, dan tuan rumah Thailand.

Tanpa Hendra, kekuatan tim Thomas Indonesia akan berkurang. Namun, Oka tetap optimistis, tim Thomas Indonesia bisa melalui babak kualifikasi dan lolos ke putaran final yang akan berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, Mei mendatang.

Pada hari pertama, tim Thomas dan Uber Indonesia akan menghadapi tantangan dari Singapura. Di atas kertas Indonesia akan bisa mengatasi Singapura.

Sementara itu, Tim Thomas dan Uber Indonesia, yang tiba di Thailand hari Kamis, sudah menjalani latihan. Asisten pelatih ganda putri, Aryono Miranat, mengatakan, pemain sudah berlatih sebanyak dua kali sehari.

"Fokus latihan hanya untuk menjaga kondisi dan penyesuaian dengan tempat bertanding. Sejauh ini, latihan berjalan lancar dan para pemain belum mendapatkan kendala apa pun," kata Aryono.

Inggris tersisih

Dari kualifikasi Piala Thomas dan Uber Zona Eropa di Warsawa, Polandia, yang berlangsung sejak 16 Februari lalu, tim putra Inggris harus menerima kenyataan gagal lolos ke putaran final. Anthony Clark dan kawan-kawan, bahkan, tak lolos ke delapan besar karena kalah dari tuan rumah di penyisihan grup.

Sebagai unggulan kedua di bawah Denmark, Inggris diunggulkan lolos ke perempat final sebagai juara Grup B. Namun, dalam penentuan juara grup, Inggris dikalahkan Polandia, 2-3. Tim Piala Thomas Inggris pun gagal ke putaran final untuk kedua kalinya dalam delapan tahun terakhir. Sejak tahun 1990, Inggris empat kali absen di putaran final

Adaptasi Lapangan Oke


.

JAKARTA - Adaptasi lapangan tak menjadi kendala serius Tim Piala Thomas & Uber Indonesia. Mereka dipastikan siap tempur menghadapi babak kualifikasi kejuaraan itu kontra Singapura, Senin (22/2/2010).

Manajer Tim Thomas Indonesia Jacob Rusdianto mengatakan, pihaknya tak ada masalah dengan proses adaptasi lapangan. Dia menilai timnya dalam kondisi on fire dan siap mengamankan kemenangan perdana menghadapi Negeri Singa.

Sony Dwi Kuncoro dkk memang tak ada masalah dengan kondisi lapangan Nakhon Ratchasima SportComplex. Sebab, sebagian dari Tim Piala Thomas Indonesia pernah merasakan atmosfer itu saat memperkuat Kontingen Bulu Tangkis Indonesia di SEA Games (SEAG) 2007, Thailand.

“Mereka memang tak bermain di lapangan itu. Di SEAG, mereka tampil di Universitas Voongchavalitkul. Tapi, saya pikir tak ada masalah karena terpenting adalah anak-anak pernah merasakan sebelumnya,” ujar Jacob, Sabtu (20/2/2010).

Sayang, Jacob belum mau membeberkan siapa pebulu tangkis Indonesia yang akan diturunkan menghadapi Singapura di Grup A. Dia memastikan komposisi terbaik dari timnya bakal diturunkan.

“Kami tak mau menganggap remeh menghadapi Singapura. Lebih baik mencari jalan aman dengan menurunkan komposisi terbaik, tapi siapa yang akan diturunkan masih menunggu diskusi dari tim pelatih,” pungkasnya.

Merujuk pernyataan Jacob, nama seperti Taufik Hidayat atau Sony Dwi Kuncoro dipastikan akan menjadi starter utama di nomor tunggal putra. Keduanya dinilai memadai ketimbang Simon Santoso atau Tommy Sugiarto.

Sementara di nomor ganda putra, absennya Hendra Setiawan membuat timnya kemungkinan akan menurunkan alternatif pengganti seperti Alvent Yulianto/Muhammad Ahsan atau Rian Sukmawan/Yonathan Dasuki.

Tim Piala Uber Indonesia pun tak mau gegabah. Mereka akan memastikan pemain terbaik yang bakal diturunkan. Apalagi, mereka berada di grup maut (Grup X) bersama Korea Selatan, Thailand, Singapura, dan Sri Lanka.

Pelatih Tunggal Putri Pelatnas Cipayung Marleve Mainaky mengaku pihaknya tak ingin gambling. Sebab, hanya dua negara di setiap grup yang akan melangkah ke babak utama di Kuala Lumpur, Malaysia, Mei mendatang. “Kami terus menggenjot persiapan mereka. Beruntung tak ada pemain yang bermasalah dan kami siap merebut kemenangan,” ujar Marleve.

Klub Djarum dan Jaya Raya Bersaing di Sirnas Balikpapan


.

TEMPO, Balikpapan - Persaingan ketat dua klub besar bulutangkis, Djarum Kudus dan Jaya Raya Jakarta terjadi di pertandingan babak perempat final kelas taruna Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Bulutangkis 2010 Regional VII di GOR Hevindo, Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (19/2).

Pertadingan hari ini, ganda campuran PB Djarum, unggulan ketiga Provean Jordan/Gloria Imanuella W menggulung unggulan ketujuh Michael Sholat/Aris Budiharti dari Jaya Raya, 21-12, 21-15. Di nomor yang sama, unggulan keenam Djarum Rangga Yave Rianto/Deariska Putri M dipaksa menyerah dari unggulan utama M Andrean Permana/Aan Dwi C dari klub Jaya Raya dengan skor 17-21, 15-21.

“Senang banget saya bermain cukup taktis dan mampu memotong bola-bola tanggung dan menjadikan lawan tak berkutik,” kata Gloria.

Di semifinal nanti, Gloria/Jordan akan berhadapan dengan Rifky F/Sri Wulandari dari klub Jaya Raya juga. Sebelumnya Rifky/Wulandari mengalahkan Ivandi Danang/Mareta Dea dengan skor 19-21, 21-19, 21-17.

Di perempat final lainnya, Bayu Tri P/Pitry Agustine (Jaya Raya) takluk dari Fajar B S/Annisa Saufika 21-16, 17-21, 13-21. Fajar/Annisa inilah yang akan menjadi penantang M Andrean/Aan di semifinal.

Ganda campuran dewasa juga memainkan babak perempat final, dimana unggulan utama pasangan gado-gado Surabaya dan Jakarta, Tri Kusumawardana/Nadya Melati menang atas pemain tuan rumah nonunggulan Unang Rahmat/Ernawati dari Kukar dan Borneo Balikpapan 21-17, 22-20.

Kemudian nonunggulan Fauzi Adnan/Devi Tika Permata Sari (Surabaya/Bandung) mengalahkan Sandi Dharma Kusuma/Elsa Nur Oktaviano (Bandung/Banten) 21-14, 23-21.

Unggulan keempat Rendra Wijaya/Maria Elfira Christina (Djarum Kudus) menang atas Bobby/Lina Herlina (Anugrah DKI Jakarta) 21-14, 21-19. Sedangkan Haswir Sahab/Fellysia Valentine Sanja (Jawa Timur) mengalahkan unggulan kedua Yusuf Ahmad/Lidyawati (Pengairan Samarinda) 21-13, 21-17.

Di semifinal Tri Kusuma/Nadya Melati ditantang Fauzi Adnan/Devi Tika. Sedangkan Haswir Shahab/Fellysia akan menghadapi Rendra Wijaya/Maria Elfira.

RINA WIDIASTUTI

Hendra Masih Tunggu Keputusan Dokter


.


Kompas.com - Keberangkatan Hendra Setiawan ke Thailand, untuk bergabung dengan skuad Piala Thomas Indonesia, masih menjadi tanda tanya. Pasalnya, Hendra masih harus menunggu keputusan dokter, tentang kemungkinan tersebut (pergi ke Thailand,red).

Hal itu diungkapkan kakak kandung Hendra, Silvia Anggraeni, Jumat (19/2/10). Menurutnya, kondisi Hendra saat ini belum memungkinkan.

"Hari ini trombositnya turun lagi. Soal akan menyusul tim atau tidak, tergantung keputusan dokter," kata Silvia saat dihubungi di Jakarta.

Pasangan Markis Kido itu dirawat di rumah sakit sejak Rabu (17/2), karena menderita demam berdarah. Hendra, yang tergabung dalam tim kualifikasi Piala Thomas Indonesia, sedianya berangkat menuju Thailand, Kamis (18/2), bersama anggota tim lainnya. Namun karena ia sakit, PB PBSI berharap ia dapat menyusul kemudian.

Sementara itu, manajer tim Thomas Yacob Rusdianto yang sudah berada di Thailand berharap Hendra cepat pulih.

"Tetapi kalau benar tidak bisa main, tidak masalah karena yang dibutuhkan dua pasang dan sekarang kita masih punya satu orang cadangan di ganda. Untuk pertandingan-pertandingan awal dengan lima orang pemain ganda sudah sangat siap," katanya.

Mengenai pemain lain yang sudah berada di Thailand, Yacob mengatakan, Jumat (19/2) mereka sudah berlatih selama tiga jam mulai pukul 11.00 hingga 14.00 waktu setempat.

"Semua lancar. Sore ini latihan kebugaran di hotel. Makanan cocok, udara juga sejuk, anak-anak sehat semua," tambah Yacob.

Selain Hendra, tim Thomas terdiri atas Taufik Hidayat, Sony Dwi Kuncoro, Simon Santoso dan Tommy Sugiarto pada tunggal, sedangkan gandanya Markis Kido, Rian Sukmawan, Yonatan Suryatama, Mohammad Ahsan dan Alvent Yulianto.

Kualifikasi Piala Thomas dan Uber zona Asia akan berlangsung di Nakorn Ratchasima, Thailand, pada 22-28 Februari. Kualifikasi Thomas menurut rencana diikuti 13 negara sedangkan Uber 10 negara dan masing-masing tiga tim terbaik langsung lolos ke putaran final di Malaysia Mei mendatang.

Melihat peta kekuatan di Piala Thomas, Indonesia sebenarnya memiliki kans yang sangat besar untuk lolos ke putaran final di Malaysia, pada bulan Mei. Pasalnya, "pasukan Garuda" berada di Grup A bersaman dengan Singapura dan Vietnam.

Melihat lawan yang ada, Indonesia hampir pasti bisa melewati rintangan. Karena itu, tanpa Hendra pun Indonesia tetap berpotensi lolos.

Tim Indonesia Jangan Kecil Hati


.


Tim Piala Thomas dan Uber Indonesia diminta untuk tidak kecil hati saat bertanding pada babak penyisihan Piala Thomas dan Uber di di Nakhorn Ratchasima, Thailand, 22-28 Februari. Meski kekuatan, khususnya pada tim Uber, relatif lemah, namun kesempatan untuk bisa lolos ke babak utama tetap terbuka.

"Tidak ada jalan lain selain berjuang sekuat tenaga untuk meraih posisi terbaik," kata Wakil Ketua PBB PBSI I Gusti Made Oka dalam acara pelepasan tim di Pelatnas Cipayung, kemarin.

Namun, katanya, tim tidak perlu berkecil hati karena mereka memunyai peluang yang sama dengan negara-negara lain, bahkan memunyai teknik dan strategi serta tradisi juara yang lebih baik.

Tim yang terdiri atas 20 pemain, tujuh pelatih, dan delapan ofisial itu akan bertolak menuju Thailand, Kamis (18/2) pagi, dan mulai bertanding pada hari pertama, Senin (22/2) melawan tim Singapura.

"Semua pemain dalam kondisi baik dan siap tanding. Soal siapa yang akan diturunkan, kita lihat kondisi terakhir siapa yang paling siap," ujar pelatih ganda putri Aryono Miranat.

Tim Thomas yang menjadi unggulan pertama berada dalam Grup A bersama Vietnam dan Singapura, sedangkan tim Uber berada dalam Grup X bersama unggulan pertama Korea, tuan rumah Thailand, Singapura, dan Sri Lanka.

Dua tim teratas setiap grup dalam kualifikasi Thomas maju ke perempatfinal dengan juara Grup A bertemu runner-up Grup C dan juara Grup C bertemu runner-up Grup A, begitu pula dengan Grup B dan D.

Adapun kualifikasi Uber yang hanya terbagi dalam dua grup, dua tim terbaik pada masing-masing grup langsung maju ke semifinal.

"Karena itu, kita tidak boleh kalah dari Thailand jika ingin lolos," kata Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PBB PBSI Lius Pongoh mengenai tim Uber.

Untuk itu, pelatih tunggal putri Marleve Mainaky meminta pemain harus lebih siap secara mental.

"Secara teknik, pemain kita masih unggul. Akan tetapi, faktor mental juga sangat menentukan. Karena itu, pemain harus punya keyakinan yang besar dan selalu optimistis," kata Marleve.

Pada penyisihan Grup X, selain menghadapi Thailand, Indonesia juga akan menghadapi Korea Selatan, Singapura, dan Sri Lanka. Indonesia harus berada di posisi dua besar pada klasemen akhir Grup X jika ingin membuka peluang lolos ke putaran final.

Korea Selatan di atas kertas lebih unggul dari Indonesia, sementara Singapura dan Sri Lanka masih di bawah Indonesia. Tuan rumah Thailand hampir memiliki kekuatan yang sama dengan Indonesia.

Pada babak kualifikasi Piala Uber, posisi tunggal pertama Thailand diisi Salakjit Ponsana, sedangkan tunggal kedua dan ketiga adalah Porntip Buranaprasertsuk dan Sapsiree Taerattanachai. Sementara itu, tunggal Indonesia akan diisi Firdasari, Maria Febbe, dan Maria Kristin.

"Kami sudah berbicara soal strategi kepada pemain. Mereka juga sudah tahu permainan calon lawan. Dari sisi persiapan fisik dan permainan cukup bagus. Fokus kami sekarang memotivasi pemain dan mental mereka," kata Marleve.

Di sektor ganda putri, Indonesia akan mengandalkan pasangan Greysia Polii/Nitya Krishinda dan Shendy Puspa/Meiliana Jauhari.

Bandar Berharap Melaju ke Final


.

Unggulan kedua tunggal putra dewasa, Bandar Sigit Pamungkas, bertekad melaju ke babak final Sirkuit Nasional Bulu Tangkis Djarum 2010. Bandar lolos ke perempat final setelah menundukkan Ridho Akbar, 21-8, 21-11. Bandar yang berasal dari PB Djarum Kudus akan menghadapi Tunggul Mursito, yang pada Kamis (18/2) mengalahkan Andri Supratiknyo dengan skor 21-10, 21-7.

Bandar tampil di final Sirkuit Nasional Bulu Tangkis 2009 di Medan, sementara Tunggul adalah yunior Bandar di pelatnas Cipayung. Sekalipun yuniornya, Bandar berjanji tidak akan menyepelekan Tunggul yang juga merupakan unggulan kedelapan dalam Sirkuit Nasional Bulu Tangkis Djarum 2010 ini.

”Satu-satu dulu. Paling tidak target saya bisa lolos ke babak semifinal dulu. Baru setelah itu saya berusaha maksimal untuk bisa mencapai babak final,” katanya.

Kalau memungkinkan, Bandar berharap dapat mengulang prestasinya seperti pada sirkuit di Medan. ”Kalau dapat mencapai final, itu artinya babak final Sirkuit Nasional Bulu Tangkis Djarum 2009 di Medan bisa terulang di Balikpapan saat ini. Di Medan tahun lalu saya kalah dari Fauzi Adnan,” ungkapnya.

Masih panjang

Alamsyah, yang juga mantan atlet pelatnas Cipayung tetapi kini telah bergabung dengan Taufik Hidayat Manajemen Bulu Tangkis, masih belum yakin bisa maju ke babak final.

”Masih panjang perjalanan di turnamen ini. Masih ada Fauzi, ada Bandar. Rasanya saya perlu konsentrasi penuh untuk dapat berusaha mencapai babak final di turnamen kali ini,” ujar dia.

Apabila Alamsyah dan Bandar melangkah mulus, kemungkinan keduanya bisa berhadapan di babak semifinal. Laga kedua pemain ini akan menjadi tontonan yang menjanjikan mengingat keduanya memiliki pola permainan yang sama.

Itu sebabnya, akan terjadi adu stamina, adu ulet, dan adu kedisiplinan. ”Saya ini tipenya bertahan. Dan Alamsyah juga memiliki pola permainan yang tidak jauh berbeda dengan saya,” kata Bandar.

Fauzi Adnan, yang tidak lagi tergabung di Pelatnas Cipayung dan diunggulkan menjadi juara di Balikpapan, merendah. ”Sesuai pilihan, saya keluar dari pelatnas Cipayung untuk bisa lebih bebas. Jadi tidak ada beban apa pun dalam setiap turnamen karena memang saya sendiri yang memilihnya. Itu sebabnya, kalaupun kalah, ya berlatih lagi. Tetapi, kalau nantinya menang, ya dievaluasi lagi agar bisa mempertahankan kemenangan tersebut,” ujarnya. (NIC)

11 atlet bulutangkis mengikuti Kejuaraan Asia Junior di Malaysia


.


Pengurus Besar Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI) akan mengirimkan 11 atlet bulutangkis untuk mengikuti Kejuaraan Asia Junior di Malaysia pada 21-28 Maret dan Kejuaraan Dunia Junior di Guadalajara Mexico pada 18-25 April mendatang.

11 atlet tersebut terdiri dari lima atlet putera dan enam puteri. Hasil dua kejuaraan itulah yang nantinya digunakan sebagai penilaian kualifikasi Youth Olimpic Games (YOG) yang akan berlangsung di Singapura 14-26 Agustus mendatang.

Kepala Bidang Pembinaan dan Presatasi PBSI, Lius Pongoh, Selasa (16/2), menjelaskan apabila lebih dari dua atlet masuk delapan besar, maka Tim Indonesia akan mendapat jatah kuota pengiriman atlet ke YOG sebanyak dua putera dan dua puteri.

Apabila hanya satu masuk delapan besar, berarti jatahnya satu puteri satu putera. "Saya memperkirakan satu putra dan satu putri yang akan maju ke YOG," kata Lius.

11 atlet yang akan dikirim, tiga di antaranya berasal dari atlet pelatnas Cipayung, yaitu dua putera Evert Sukamta dan Hermansyah, serta satu puteri, Rena Suwarno. Atlet lainnya berasal dari berbagai klub, seperti Riyanto Subagja, Gestano Ganodra, Ichwan Noor Yudha, Elisabeth Purwaningtyas, Novalia Agustiawati, Yulia Yosephine Susanto, Yeni Asmarani Milicent Wiranto.

"Nama-nama itu baru masuk kualifikasi YOG," kata Fung Permadi, Kepala Suku Bidang Pemandu Bakat PBSI. Setelah lolos kualifikasi, Permadi menambahkan, barulah seleksi siapa yang akan maju ke Singapura dilakukan.

RINA WIDIASTUTI

Hendra Setiawan Masih Terbaring Sakit


.


Hendra Setiawan, pemain ganda putera yang berpasangan dengan Markis Kido hingga kini masih terbaring lemas di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta, Kamis (18/2).

Hendra menderita demam berdarah dan harus dirawat di rumah sakit. Seharusnya, hari ini Hendra dijadwalkan terbang ke Thailand bersama rombongan Tim Thomas dan Uber untuk persiapan pertandingan babak kualifikasi Thomas-Uber di Nahkon Ratchasima, Thailand, 21-28 Februari.

"Demamnya sudah tidak, tetapi badan masih lemas dan kepala pusing," kata Hendra melalui pesan singkatnya kepada Tempo, Kamis (18/2). Menurut keterangan dokter, Hendra menambahkan, dia terkena penyakit demam berdarah.

Sekretaris Jenderal Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Yacob Rusdianto berharap Hendra lekas sembuh sebelum pertandingan pertama melawan Singapura pada 22 Februari mendatang. Apabila Hendra bisa cepat pulih, PBSI akan memberangkatkannya ke Thailand sehari sebelum pertandingan pertama.

Pada babak kualifikasi Piala Thomas ini, pasangan Kido/Hendra, juara Olimpiade Beijing 2008 dan juara dunia 2007 ini dipercaya memperkuat nomor ganda putra Indonesia. Empat pemain lain yang memperkuat ganda putra tim Thomas, yaitu Rian Sukmawan, Yonatan Suryatama, Alvent Yulianto Chandra dan Mohammad Ahsan.

Meskipun terancam kehilangan Hendra, Yacob yakin tim Thomas tetap akan bisa lolos kualifikasi dan masuk putaran final yang akan berlangsung di Malaysia pada 9-16 Mei mendatang.

RINA WIDIASTUTI

Tim Uber Harus Waspadai Tunggal Pertama Singapura


.


Mantan pebulu tangkis nasional, Ellen Angelina, mengatakan, tim Uber Indonesia perlu mewaspadai tunggal pertama Singapura saat bertemu pada babak kualifikasi Zona Asia di Thailand, 22-28 Febuari 2010.

"Saya lihat tunggal pertama Singapura cukup kuat dan ini akan menjadi tantangan bagi tunggal putri kita, Firdasari. Saya kira peluang Firdasari `fifty-fifty`," katanya ketika dihubungi dari Semarang, Kamis.

Menurut juara tunggal putri Indonesia Terbuka 2001, peluang Firdasari memang cukup terbuka untuk mengalahkan pebulu tangkis Singapura, tetapi yang jelas jangan sampai tunggal pertama Indonesia itu lengah.

Kalau secara tim, kata Ellen yang kini menjadi pelatih bulu tangkis PB Djarum Kudus (terutama kelompok pemula), tim Uber Indonesia masih unggul dari Singapura. "Kita bisa menang dari mereka dengan angka telak, 5-0. Tetapi kita jangan meremehkan mereka," katanya.

Ketika ditanya saat menghadapi tuan rumah Thailand, dia mengatakan, dirinya berharap pelatih bisa menurunkan kekuatan penuh atau "full team" karena tuan rumah memiliki kekuatan merata di nomor ganda.

"Ganda mereka cukup rapat sehingga perlu kegigihan dari ganda putri kita saat melawan mereka," katanya.

Ia menambahkan, tuan rumah Thailand memang memiliki kekuatan yang menonjol di nomor ganda putri dan Indonesia harus bisa mengamankan nomor tunggal putri.

"Kita harus mengambil kemenangan dari dua nomor tunggal putri baik itu Firdasari, Maria Febe Kusumastuti, atau Maria Kristin ditambah satu dari nomor ganda," katanya menegaskan.

Tim Uber Indonesia terdiri dari Firdasari, Maria Febe, Maria Kristin Julianti, dan Aprilia Yuswandari (tunggal putri), kemudian Lilyana Natsir, Meliana Jauhari, Shendy Puspa, Greysia Polli, Nitya Krishinda, serta Anneke Feinya Agustine.

Tim Uber Indonesia satu grup dengan Korea Selatan, Singapura, Srilanka, dan tuan rumah Thailand. "Saya kira lawan berat datang dari Korea yang memiliki kekuatan merata di semua nomor, tetapi tidak boleh meremehkan tim lain," katanya.

"Saat lawan Thailand dan Korea Selatan, mau tidak mau kita harus turun dengan kekuatan penuh agar peluang melangkah ke babak selanjutnya terbuka lebar," katanya.(H015/A024)

Butet Perhitungkan Tim Uber Thailand


.


Pemain spesialis ganda Liliyana Natsir menilai dibanding tim lainnya, tim Piala Uber Thailand mempunyai kekuatan paling merata baik pada tunggal maupun ganda.

"Mereka punya pemain yang kuat di tunggal maupun ganda seperti Salakjit Ponsana dan dan kombinasi Kunchala Voravichitchaikul/Saralee Thoungthongkam. Mungkin pertemuan lawan Thailand yang paling berat," kata pemain yang biasa tampil di ganda campuran itu.

Tim Piala Uber Indonesia akan bertarung di babak kualifikasi Thomas-Uber zona Asia di Nakorn Ratchasima, Thailand, 22-28 Februari. Tim Piala Uber akan mengandalkan Firdasari, Maria Febe, Maria Kristin, dan Aprilia Yuswandari pada tunggal serta Greysia Polii, Nitya Krishinda, Shendy, Meiliana Jauhari, Liliyana dan Anneke Feinya Agustine pada ganda.

Soal perannya di ganda putri, Liliyana yang disiapkan berpasangan dengan Shendy Puspa Irawati mengaku sudah kembali terbiasa bermain ganda putri setelah absen lama menyusul keluarnya pasangan dia Vita Marissa dari Pelatnas. Setelah main di Kejurnas dan dua minggu latihan, saya sudah terbiasa kembali main di ganda putri," kata Liliyana, salah satu anggota tim putri yang berpengalaman di ajang Piala Uber selain Maria Kristin, Adriyanti Firdasari dan Greysia Polii.

Karenanya ia tidak gentar jika harus melawan ganda Korea yang peringkatnya jauh lebih baik. Namun menurutnya, peluang angka bagi Indonesia saat melawan Korea lebih besar pada sektor tunggal karena lebih banyak diperkuat pemain muda dibanding gandanya. "Saya berharap apa yang terjadi pada 2008, saat kami tidak diunggulkan tetapi bisa sampai ke final bisa terjadi lagi," kata Liliyana yang memperkuat tim Uber 2004 dan 2008 itu.

Ia juga berpendapat keberadaan peraih medali perunggu Olimpiade Beijing, Maria Kristin Yulianti sebagai tunggal ketiga, karena peringkatnya di bawah Adriyanti Firdasari dan Maria Febe Kusumastuti, menguntungkan tim. "Ia seharusnya bisa menjadi andalan untuk menyumbang poin," katanya.

Siapkan Amunisi Penuh Hadapi Singapura


.


JAKARTA - Tim Piala Thomas & Uber Indonesia sepakat akan menurunkan tim inti menjalani laga pertama babak kualifikasi Zona Asia versus Singapura di Nakhon Ratchasima, Thailand, 21-28 Februari 2010.

Pelatih Tunggal Putri Pelatnas Cipayung Marleve Mainaky mengaku wajib menurunkan tim inti lantaran Singapura bukan tim lemah. Dia juga ingin pihaknya jangan terlalu gambling saat menjalani laga pertama tersebut.

Karena itu, dia akan menurunkan pemain tunggal terbaiknya seperti Adrianti Firdasari, Maria Febe Kusumastuti, dan Maria Kristin Yulianti. Namun, dia belum berani memaparkan siapa yang akan diturunkan sebagai tunggal putri pertama.

“Kami pastinya menunggu lawannya. Tapi, kami akan menurunkan komposisi terbaik untuk membuka harapan Indonesia melaju ke babak utama di Malaysia,” pungkas Marleve.

Pelatih Tunggal Putra Pelatnas Cipayung Agus Dwi Santoso juga sependapat menurunkan pemain terbaik. Sebab, terlalu berisiko jika menurunkan pemain pelapis di laga pertama.

“Indonesia di atas kertas memiliki kualitas lebih mumpuni ketimbang Singapura, tapi kami tak boleh menganggap remeh mereka. Apalagi, hasil di laga pertama akan berpengaruh besar ke performa anak-anak menjalani laga berikutnya,” pungkas Agus.

Agus pun telah menyiapkan amunisi terbaiknya seperti Taufik Hidayat, Sony Dwi Kuncoro, dan Simon Santoso sebagai ujung tombak. Sementara peran Tommy Sugiarto juga dipersiapkan sebagai pelapis ketiga pemain tersebut. “Kami tak ingin main-main menghadapi kualifikasi ini, karena pertandingan ini sangat menentukan langkah Indonesia ke babak utama,” cetus Agus.

Sementara Pelatih Ganda Putra Pelatnas Cipayung Sigit Pamungkas berpendapat lain. Dia menilai saatnya memberikan kesempatan kepada pemain muda unjuk kebolehan di babak kualifikasi tersebut.

Dia menilai kualitas Tim Thomas Indonesia memadai ketimbang Singapura. Alasan itu membuatnya memiliki keyakinan tinggi pemain muda Indonesia mampu mengatasi permainan mereka. “Mumpung masih kualifikasi, apalagi tim Indonesia memiliki peluang lebih besar jika dilihat dari tim keseluruhan,” papar Sigit.

Setelah Singapura, Tim Thomas Indonesia juga wajib mewaspadai lawan berikutnya. Merah Putih akan berhadapan dengan Vietnam sebagai lawan kedua di penyisihan Grup A. “Vietnam bukan lawan enteng, apalagi mereka memiliki pemain yang tengah naik daun Nguyen Tien Minh. Tapi, selain dia, kami optimistis akan mampu meraih kemenangan,” cetusnya

Hendra Terancam Batal Main


.


Lolos Kualifikasi Menjadi Harga Mati bagi Tim Thomas dan Uber

Kekuatan tim Thomas Indonesia akan sedikit berkurang dengan sakitnya Hendra Setiawan. Pasangan Markis Kido ini bahkan terancam tak bisa tampil di babak kualifikasi.

Dari hasil tes pemeriksaan contoh darah, Hendra dinyatakan positif terjangkit demam berdarah. Dia terpaksa dirawat di Rumah Sakit Pondok Indah dan dipastikan tidak akan berangkat bersama rombongan tim yang akan bertolak ke Thailand pada Kamis (18/2) ini.

Manajer Tim Thomas Indonesia Yacob Rusdianto mengatakan, sakitnya Hendra memang sangat merugikan tim. Meski demikian, sudah ada langkah antisipasi untuk menutupi masalah tersebut.

”Tentu saja kami tidak bisa memaksakan Hendra untuk bergabung dengan kami. Yang penting dia harus sembuh dan semua bergantung pada pemeriksaan tim dokter. Untuk mengganti posisi Hendra, Markis bisa kami pasangkan dengan Alvent Yulianto atau Mohammad Ahsan,” kata Yacob.

Rabu kemarin tim Thomas dan Uber Indonesia secara resmi dilepas di Cipayung, Jakarta. Pada acara tersebut Hendra juga tidak hadir.

”Badan saya sudah terasa tidak enak hari Selasa siang. Rabu pagi periksa darah dan ternyata positif demam berdarah,” kata Hendra melalui layanan pesan singkat.

Dengan kondisi seperti ini, Hendra mengaku pasrah. Dia juga menyerahkan sepenuhnya kepada tim dokter untuk pemulihan kondisinya.

Pelatih ganda putra, Sigit Pamungkas, tetap optimistis tim putra bisa lolos ke putaran final. Menurutnya, kekuatan tim Indonesia masih di atas para pesaingnya. ”Justru saya mau memanfaatkan babak kualifikasi ini untuk uji coba pemain muda,” ujarnya.

Kido mengaku siap dipasangkan dengan pemain lain. ”Dipasangkan dengan siapa pun saya siap. Saya akan tampil maksimal. Sakitnya Hendra memang cukup disayangkan,” ujarnya.

Kualifikasi zona Asia akan digelar pada 22-28 Februari 2010. Untuk tim Thomas, Indonesia berada di Grup A bergabung bersama Singapura dan Vietnam.

Sementara itu, tim Uber Indonesia bergabung di Grup X bersama Singapura, Sri Lanka, Thailand, dan Korea Selatan. Dari jadwal yang telah ditetapkan, pada hari pertama tim Thomas dan Uber Indonesia akan berhadapan dengan Singapura. Di atas kertas kekuatan Indonesia masih lebih baik dari mereka.

Pelatih tunggal putri, Marleve Mainaky, mengatakan, meski Singapura masih di bawah Indonesia, timnya tetap akan memasang formasi pemain inti.

Pada SEA Games di Laos, Desember lalu, Indonesia menang 3-0 atas Singapura di nomor be- regu putri. Namun, pertandingan di setiap nomor berlangsung cukup ketat.

Adriyanti Firdasari akan menjadi tunggal pertama, sedangkan Maria Febe Kusumastuti di tunggal kedua dan Maria Kristin di tunggal ketiga.

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia Djoko Santoso menegaskan bahwa tim Thomas dan Uber harus lolos kualifikasi. Djoko meminta para pemain untuk tidak mengecewakan masyarakat Indonesia.

”Saya minta pemain untuk memberikan hasil yang terbaik. Kita tidak ingin tereliminasi,” demikian pesan Djoko yang disampaikan Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia I Gusti Made Oka dalam acara pelepasan tim Thomas dan Uber di Cipayung. (IYA/OTW)

Hanya Alvent/Hendra Jadi Wakil Indonesia di Korea


.

Pasukan Pelatnas Cipayung dan sebagian besar pemain profesional Indonesia tak ambil bagian dalam turnamen bulu tangkis Korea Terbuka Super Series yang akan berlangsung 12-17 Januari ini. Hanya ganda putra Alvent Yulianto Chandra/Hendra Aprida Gunawan yang tampil di kejuaraan berhadiah 300.000 dollar AS tersebut.

Menurut Kasubid Pelatnas PB PBSI Christian Hadinata, ini terjadi lantaran waktunya terlalu mepet dengan kegiatan internal sehingga para pemain pelatnas diputuskan untuk absen. Menurut rencana, Simon Santoso dan kawan-kawan akan diterjunkan pada Malaysia Super Series yang berlangsung 19-24 Januari mendatang. Hanya saja, PBSI belum menyusun strategi untuk tampil di turnamen berhadiah 200.000 dollar AS itu.

"Ya, kami tidak mengirim semua pemain ke Korea karena terlalu mepet dengan kegiatan internal. Para pemain pelatnas baru akan disertakan pada Malaysia Super Series nanti," ungkap Christian, Senin (11/1/10), yang mengakui bahwa setelah dari Malaysia, para pemain langsung tampil di Kejuaraan Nasional 2009 yang akan berlangsung di GOR Sudirman Surabaya, 26-30 Januari.

"Kejurnas sangat penting, sehingga para pemain pasti ikut. Mereka juga akan mewakili Pengprov-nya masing-masing," jelas Christian.

Awalnya, ada beberapa pemain non-Pelatnas yang akan bermain di Korea Terbuka ini, tetapi mereka kemudian mengundurkan diri. Para pemain itu adalah ganda putra Joko Riyadi/Luluk Hadiyanto, dan ganda putri Vita Marissa yang akan berpasangan dengan pemain Amerika Serikat Mona Santoso. Absennya Vita juga berimbas pada keikutsertaan Hendra AG di nomor ganda campuran, karena dia kehilangan partnernya.

Di nomor tunggal putra, pemain Malaysia Lee Chong Wei menjadi unggulan pertama. Dia akan bersaing ketat dengan unggulan kedua dari Denmark Peter Hoeg Gade, serta unggulan ketiga dan keempat dari China, Chen Jin dan Bao Chunlai.

Pada tunggal putri, pemain Denmark Tine Rasmussen merupakan unggulan pertama. Dia "hanya" mendapat saingan berat dari Zhou Mi (Hongkong) di unggulan kedua dan Lu Lan (China) unggulan ketiga. Meskipun demikian, tiga unggulan itu harus mewaspadai para pemain "kecil" lainnya seperti Wang Xing dan Wang Shixian (China) serta Yao Jie (Belanda).

Sektor ganda putra, pasangan tuan rumah Jung Jae Sung/Lee Yong Dae menjadi unggulan pertama, sedangkan Alvent/Hendra AG merupakan unggulan ketiga. Satu-satunya pasangan Indonesia tersebut diapiti pasangan Denmark, Casten Mogensen/Boe Mathias (unggulan kedua) dan Lars Paaske/Jonas Rasmussen (unggulan empat).

Untuk ganda putri, pasangan China Shu Cheng/Zhao Yunlei menjadi unggulan pertama. Unggulan kedua dihuni pemain Jepang Mizuki Fujii/Reika Kakiiwa, dan pasangan Thailand Duanganong Aroonkesorn/Kunchala Voravichithaikul unggulan ketiga.

Di nomor ganda campuran, pasangan tuan rumah Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung menjadi unggulan utama. Mereka akan mendapat tantangan serius dari Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen serta pasangan China He Hanbin/Yu Yang, yang merupakan unggulan kedua dan ketiga.

Daftar unggulan Korea Terbuka

- Tunggal putra
1. Lee Chong Wei (Malaysia)
2. Peter Hoeg Gade (Denmark)
3. Chen Jin (China)
4. Bao Chunlai (China)
5. Park Sung Hwan (Korea)
6. Nguyen Tien Minh (Vietnam)
7. Long Chen (China)
8. Poonsak Ponsana (Thailand)
9. Chan Yan Kit (Hongkong)
10. Anand Chetan (India)

- Tunggal putri
1. Tine Rasmussen (Denmark)
2. Zhou Mi (Hongkong)
3. Lu Lan (China)
4. Juliane Schenk (Jerman)
5. Wang Xin (China)
6. Wang Shixian (China)
7. Yao Jie (Belanda)
8. Salakjit Ponsana (Thailand)
9. Petya Nedelcheva (Bulgaria)
10. Yip Pui Yin (Hongkong)

- Ganda putra
1. Jung Jae Sung/Lee Yong Dae (Korea)
2. Casten Mogensen/Mathias Boe (Denmark)
3. Alvent Yulianto Chandra/Hendra Aprida Gunawan (Indonesia)
4. Lars Paaske/Jonas Rasmussen (Denmark)
5. Cai Yun/Fu Haifeng (China)
6. Guo Zhendong/Xu Chen (China)
7. Tony Gunawan/Howard Bach (AS)
8. Gan Teik Chai/Tan Bin Shen (Malaysia)
9. Lee Sheng Mu/Fang Chieh Min (Taiwan)
10. Kenta Kazuno/Kenichi Hayakawa (Jepang)

- Ganda putri
1. Shu Cheng/Zhao Yunlei (China)
2. Mizuki Fujii/Reika Kakiiwa (Jepang)
3. Duanganong Aroonkesorn/Kunchala Voravichitchaikul (Thailand)
4. Satoko Suetsuna/Miyuki Maeda (Jepang)
5. Anastasia Russkikh (Rusia)/Petya Nedelcheva (Bulgaria)
6. Savitree Amitapai/Vacharporn Munkit (Thailand)
7. Laura Choinet/Weny Rahmawati (Perancis)
8. Ayaka Takahashi/Misaki Matsutomo (Jepang)
9. Jenny Wallwork/Gabrielle White (Inggris)
10. Shizuka Matsuo/Mami Naito (Jepang)

- Ganda campuran
1. Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung (Korea)
2. Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen (Denmark)
3. He Hanbin/Yu Yang (China)
4. Songphon Anugritayawan/Kunchala Voravichitchaikul (Thailand)
5. Robert Mateusiak/Nadiezda Kostiuczyk (Polandia)
6. Sudket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam (Thailand)
7. Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl (Denmark)
8. Ko Sung Hyun/Ha Jung Eun (Korea)
9. Zhang Nan/Zhao Yunlei (China)
10. Christopher Adcock/Gabrielle White (Inggris)

Kompromi untuk Kido/Hendra


.

Sesuaikan Jadwal Latihan agar Tetap di Pelatnas

JAKARTA - Keinginan Markis Kido/Hendra Setiawan untuk meninggalkan pelatnas PB PBSI tidak akan terwujud dalam waktu dekat. Induk organisasi bulu tangkis tanah air itu menegaskan akan mempertahankan ganda pria terbaik dunia tersebut. Caranya, mereka akan melakukan kompromi atas tuntutan Kido/Hendra.

"Kami tadi (kemarin) sudah bertemu dan berbicara dengan mereka. Kami tegaskan bahwa Indonesia tetap membutuhkan tenaga mereka. Yang terdekat tentu untuk Piala Thomas," ungkap Yacob Rusdianto, sekretaris jenderal (Sekjen) PB PBSI.

Piala Thomas akan berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 9-16 Mei 2010. Sebelum tampil di putaran final, Indonesia terlebih dahulu berlaga di babak kualifikasi zona Asia yang dihelat di Nakhon Ratchasima, Thailand, pada 21-28 Februari.

Yacob menegaskan bahwa PB PBSI sudah mengeplot Kido/Hendra sebagai salah satu bagian tim Thomas Indonesia. Peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 tersebut sangat mungkin tetap di posisi sebagai ganda pertama.

"Persiapan tidak terlalu panjang. Untuk itu, demi memudahkan pemantauan dan konsolidasi tim, kami tetap menginginkan Kido/Hendra berlatih di pelatnas," tegas Yacob.

Agar Kido/Hendra bisa berlatih dengan nyaman di pelatnas, PB PBSI bakal memberikan beberapa dispensasi terkait dengan program latihan mereka. Itu terkait dengan penyakit darah tinggi yang diidap Kido. Dia tidak bisa berlatih seperti penghuni pelatnas lain. "Program latihan tentu disesuaikan dengan kondisinya (Kido)," papar Yacob.

Kido mulai mengalami gangguan kesehatan pada pertengahan tahun lalu. Saat itu, Kido pingsan dalam sesi latihan di markas pelatnas di Cipayung. Kido sempat diistirahatkan hampir tiga bulan setelah kejadian tersebut.

Namun, pada SEA Games XXV/2009 Laos, Markis/Kido masih menyumbangkan emas untuk Indonesia. Meski Kido mengidap hipertensi, mereka masih menjadi ganda pria terbaik Indonesia. Di ranking BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia) pun, mereka masih nomor satu.

Selain dispensasi program latihan, PB PBSI melakukan kompromi terkait dengan sikap mereka jika seandainya Kido kolaps di tengah pertandingan. Beberapa waktu lalu, PB PBSI menyebut hal itu sebagai tanggung jawab pemain bersangkutan. Kondisi tersebut mengecewakan Kido dan menjadi salah satu penyebab dia ingin mundur dari pelatnas.

"PB PBSI tetap akan menjaga dia (Kido). Tanggung jawab tetap ada pada PBSI. Apa yang kami lakukan sebelumnya sebenarnya adalah upaya untuk mejaga dia," lanjut Yacob.

Terpisah, Kido/Hendra belum menentukan sikap. Sebab, dalam kerangka pikiran mereka, belum terpikir menarik surat pengunduran diri dari pelatnas. Mereka masih dalam posisi menunggu surat jawaban PB PBSI.

"Tadi (kemarin) kami memang bertemu dengan pengurus. Namun, pembicaraannya lebih pada penuturan unek-unek kenapa kami mengundurkan diri. Karena itu, saya belum tahu harus berbuat apa dengan pernyataan Pak Yacob," aku Kido.

Namun, Kido cukup senang dengan sikap PBSI terkait tanggung jawab jika kelak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan yang menimpa dirinya di lapangan. Demikian pula adanya penyesuaian program latihan dengan kondisinya.

"Tapi, untuk saat ini, saya belum tahu harus bersikap apa. Yang jelas, kami tetap siap untuk membela Indonesia. Termasuk di Piala Thomas. Bahkan, dengan berlatih di luar pelatnas, kami pun tetap siap," sebut Kido. (fim/ang)

Markis Kido : Siap Bela Indonesia di Piala Thomas


.

Markis Kido menyatakan tak ada masalah memenuhi keinginan PB PBSI memperkuat Indonesia di Piala Thomas 2010. Dia bertekad akan memberikan hasil optimal di kejuaraan tersebut.

Namun, pemain berusia 25 tahun itu tetap berpendirian teguh mengambil jalur profesional. Artinya, Markis enggan kembali bergabung bersama Pelatnas Cipayung.

“Saya tak ada masalah memperkuat Indonesia di Piala Thomas. Saya optimistis akan memberikan hasil terbaik bersama Hendra, tapi saya tak kepikiran kembali ke pelatnas,” ujar Markis, Minggu (10/1/2010).

Rekan Hendra Setiawan di nomor ganda putra itu memang tak lagi tertarik kembali menjalani pelatihan di pelatnas. Apalagi, dia sudah merasa jenuh menjalani instruksi latihan yang dinilainya berat.

“Bukannya bosan, tapi saya merasa berat saat menjalani latihan di pelatnas. Apalagi, saya memiliki kesehatan (tekanan darah) kurang mendukung untuk melakukannya. Alasan itu yang membuat saya memutuskan keluar,” ungkapnya.

Meski demikian, Markis bersama Hendra tetap menjalani instruksi latihan dari pelatihnya, Sigit Pamungkas. Dia tinggal menyesuaikan instruksi itu berdasarkan kekuatan kesehatannya di tempat lain.

Markis optimis keputusan keluar dari pelatnas tak akan memengaruhi kariernya di dunia bulu tangkis. Apalagi, dia bersama Hendra masih diklaim sebagai pasangan nomor satu dunia saat ini.

“Saya hanya bosan dengan pola latihan di pelatnas. Kini, kami lebih senang mengatur sendiri pola pelatihan sesuai keinginan kami,” papar Markis.

Sayang, kepergian Markis/Hendra dari pelatnas membuat mereka tak bisa mengikuti jadwal penuh super series tahun ini. Padahal, keduanya selalu menjadi langganan diberangkatkan oleh otoritas bulu tangkis Tanah Air tahun lalu.

Markis mengakui kepergiannya memang berpengaruh atas proses keberangkatan mengikuti beberapa turnamen bulu tangkis internasional. Sebab, mereka kini harus mengeluarkan biaya sendiri.

“Kami memang harus berpikir realistis kali ini, tapi kekurangan itu tak mempengaruhi tekad kami ingin membuktikan diri masih mampu meski mengambil jalur profesional,” tegas Markis.

Markis memang belum mengumumkan turnamen apa yang akan diambil tahun ini. Dia bahkan belum terpikir menjalani dua super series terdekat, yakni Korea Super Series (12-17 Januari 2010) dan Malaysia Super Series (19-24 Januari 2010).

Simon Sempurna ke Tangga Juara


.

Satu lagi gelar juara di turnamen Piala Panglima TNI sudah ada pemiliknya. Jika sebelumnya Fran Kurniawan/Pia Zebadiah menjadi juara di sektor ganda campuran, kemarin giliran Simon Santoso yang memastikan diri naik podium pertama tunggal pria.

Simon dipastikan menjadi juara tunggal pria setelah memenangkan pertarungan dengan Tommy Sugiarto. Pebulu tangkis asal Tegal itu menang telak 21-5, 21-11. Dengan kemenangan itu, Simon tak terkalahkan dalam sebelas laga turnamen yang dimaksudkan untuk pe-ranking-an internal pelatnas PB PBSI tersebut.

Bahkan, Simon tak sekali pun kehilangan game dalam kejuaraan itu. Artinya, Simon selalu menang dua game langsung.

"Simon memang pantas menjadi juara. Sebab, kualitas pukulan dan strateginya satu kelas di atas pemain lain," puji Agus Dwi Santoso, pelatih tunggal pria pelatnas.

Dengan sudah tampilnya Simon sebagai juara, kini yang ditunggu tinggal hasil pe-ranking-an di bawah Simon. Hal tersebut ditentukan hari ini (11/1). Sebab, hari ini merupakan hari terakhir pertandingan. Pertandingan di tunggal pria masih menyisakan lima pertandingan.

Pada hari ini pula akan ditentukan siapa peraih gelar di tiga sektor lainnya. Yakni, tunggal wanita, ganda pria, dan ganda wanita. Di tunggal wanita, tampaknya, Maria Kristin bakal tampil sebagai pemuncak ranking. Maria baru sekali kalah, yakni oleh Aprilia Yuswandari.

Sedangkan juara ganda wanita, sepertinya, akan jatuh ke tangan Sheny Puspa Irawati/Meilana Jauhari. Mereka kini bersaing dengan pasangan Annisa Wahyuni/Anneke Feinya. Hari ini mereka pun saling bertemu.

Satu gelar lagi di sektor ganda pria akan menjadi perebutan antara Bona Septano/Muhammad Ahsan dan Rian Sukmawan/Yonathan Suryatama Dasuki. Dua ganda tersebut belum tersentuh kekalahan dalam delapan laga. Hari ini mereka saling bertemu. "Tentu harapan kami, kamilah yang menang dan jadi nomor satu," tegas Bona. (fim/ang)

Hasil Sementara Panglima TNI Cup


.

Gebrakan awal tahun yang dibuat Ketua Umum PB PBSI Djoko Santoso menyelenggarakan kejuaraan bulutangkis internal pelatnas yang bertitle ‘Panglima TNI Cup 2010’ mendapat sambutan hangat dari atlit-atlit pelatnas yang berpartisipasi. Kejuaraan berlangsung dari tanggal 5 hingga 11 Januari 2010 di pelatnas Cipayung dari jam 09.00 wib hingga jam 18.00 Wib.

Kejuaraan yang digelar atas gagasan Djoko Santoso ini merupakan kejuaraan internal sebagai ajang evaluasi bagi atlit pelatnas selama tahun 2009 dan penyusunan program bagi atlit-atlit pelatnas pada tahun 2010 ini. Dengan kejuaraan ini akan diperoleh peringkat internal di pelatnas.

Panitia Pelaksana juga memberikan apresiasi kepada atlit-atlit yang meraih juara dengan menyediakan total hadiah sebesar Rp. 400 juta yang merupakan partisipasi dari para sponsor yang memberi perhatian bagi kemajuan bulutangkis Indonesia.

Atlit-atlit yang mengikuti pertandingan hingga kemarin sore (Rabu, 07/01/10) terlihat bertanding dengan semangat tinggi seperti mengikuti kejuaraan resmi yang ada. Simon Santoso pebulutangkis utama pelatnas merupakan salah satu atlit yang mendapat pujian karena sebagai atlit senior di pelatnas mampu menunjukkan sikap profesioanal seorang atlit. Hal ini disampaikan Lilik Sudarwati yang merupakan panitia pelaksana pertandingan kepada bulutangkis.com saat menyaksikan pertandingan kemarin sore.

Pada dua hari pertama pertandingan Simon masih belum terkalahkan oleh junior-juniornya. Pada pertandingan hari pertama (Selasa, 05/01/10) Simon menaklukkan Seto Danu Kusumah 21-12, 21-9 pada pertandingan pertama, lalu pada pertandingan kedua kembali Simon meraih kemenangan saat berhadapan dengan Pandu Dewantoro 21-19, 21-11. Pada hari kedua (Rabu, 06/01/10) Simon menaklukkan Senatria Agus 21-13, 21-14 pada pertandingan pertama dan meraih kemengan kembali pada pertandingan kedua saat berhadapan dengan Ary Trisnanto 21-15, 21-12.

Semetara Sony Dwi Kuncoro yang sempat mengikuti pertandingan pertama di hari pertama tidak bisa mengikuti pertandigan selanjutnya. Sony berhalangan karena menderita demam. Pada pertandingan pertama Sony menderita kekalahan saat berhadapan dengan Hermansyah dengan skor 13-21, 20-22.

Beberapa atlit utama pelatnas tidak mengikuti pertandingan ini diantaranya Nova Widianto/ Lilyana Natsir dan Devin Lahardi/ Lita Nurlita yang sedikit mengurangi persaingan pada nomor ganda campuran. Sementara ganda putra Markis Kido/ Hendra Setiawan juga tidak terlihat berpartisipasi walau pengajuan pengunduran diri mereka belum mendapat persetujuan dari Ketua Umum PBSI.

Kejuaraan yang berlangsung di arena pelatnas Cipayung ini terbuka untuk umum. Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan kejuaraan internal ini diijinkan menyaksikan. Kejuaraan berlangsung hingga hari Senin, 11 Januari 2010. Jam pertandiangan dari jam 09.00 – 18.00 Wib, dengan jeda istirahat siang jam 12.00 – 14.00 Wib.



Frans/Pia Juara Ganda Campuran

Bulutangkis.com - Pasangan ganda campuran Frans Kurniawan/ Pia Zebadiah keluar sebagai juara setelah menyelesaikan pertandingan terakhir mereka. Pada pertandingannya yang ketiga Frans Kurniawan/ Pia Zebadiah menaklukkan pasangan Mohammad Rizal/ Debby Susanto dua set langsung dengan skor 21-18, 21-17 kemarin siang (Kamis, 07/01/10) di pelatnas Cipayung.

Partai ganda campuran hanya diikuti 4 pasangan yaitu Frans Kurniawan/ Pia Zebadiah, Mohammad Rizal/ Debby Susanto, Irfan Fadhillah/ Weni Anggraeni dan Hendra Mulyono/ Luluk Maria Ulfa. Sementara 3 pasangan ganda campuran lainnya tidak bisa mengikuti kejuaraan internal ini adalah Nova Widianto/ Lilyana Natsir, Devlin Lahardi/ Lita Nurlita dan Tontowi Ahmad/ Richi Puspita Dili.

Pada kejuaraan yang menggunakan sistim ½ kompetisi ini pasangan Frans Kurniawan/ Pia Zebadiah meraih tiga kali kemenangan dari 3 pertandingan yang dimainkan. Sementara pasangan Mohammad Rizal/ Debby Susanto berada di poisi kedua.

Berdasarkan hasil pertandingan yang digelar adapun perolehan poin adalah sebagai berikut :
1. Frans Kurniawan/ Pia Zebadiah
2. Mohammad Rizal/ Debby Susanto
3. Irfan Fadhillah/ Weni Anggraeni
4. Hendra Mulyono/ Luluk Maria Ulfa


Maria Kristin Belum Terkalahkan

Maria Kristin Yulianti tunggal putri utama pelatnas hingga hari keempat (Jumat, 08/01/10) masih memperlihatkan kecemerlangannya tanpa kehilangan satu poin pada kejuaraan bulutangkis internal pelatnas PBSI. Kejuaraan yang berlangsung dari tanggal 5 hingga 11 Januari 2010 ini bertitle Panglima TNI Cup 2009 berlangsung di area pelatnas Cipayung.

Pada kejuaraan yang menggunakan sistim ½ kompetisi ini Maria Kristin Yulianti telah memainkan pertandingannya sebanyak tujuh kali tanpa kehilangan satu poin. Pada pertandingan pertama hari ini Maria Kristin mengalahkan Bellaetrix Manuputty dua set langsung 21-7, 21-15. Dan pada pertandingan kedua Maria Kristin menaklukkan Hera Desi Anna. juga dengan dua set langsung 21-12, 21-11.

Sementara satu langkah Adriyanti Firdasari tunggal putri utmaa pelatnas lainnya sedikit menemukan kerikil. Dari tujuh kali pertandingan yang dimainkan Firdasari menderita satu kali kekalahan saat berhadapan dengan Tieke Arieda pada pertandingan pertama hari kedua (RAbu, 06/01/10). Firdasari harus mengakui keunggulan Tieke Arieda melalui pertarungan ketat tiga set dengan skor 19-21, 21-16, 19-21.

Firdasari hari ini meraih dua kemenangan atas Rena Suwarno dan Bellaetrix Manuputty. Pada pertandingan pertama Firdasari menaklukkan Rena Suwarno 21-13, 21-10, dan pada pertandingan kedua menaklukkan Bellaetrix Manuputty 21-9, 21-18.


Shendy/Meiliana Petik Kemenangan Ketiga

Pada nomor ganda putri Shendy Puspa/ Meiliana Jauhari masih memperlihatkan ketangguhannya. Hingga hari keempat kejuaraan bulutangkis Panglima TNI Cup 2010 Shendy Puspa/ Meiliana Jauhari belum sekalipun menderita kekalahan. Pada pertandingan hari ini (Jumat, 08/01/10) Shendy Puspa/ Meiliana Jauhari menaklukkan Tiara Rosalia/ Gebby Ristiani 21-8, 21-6.

Sementara pasangan Greysia Polii/Nitya Krishinda tidak ikut berpartisipasi akibat Nitya saat ini mengalami cedera. Pada pertandingan ini tidak bila pasangan mengalami cedera maka pasangannya tidak dapat diganti dengan atlit lain karena pertandingan internal ini merupakan ajang evaluasi intenal atlit-atlit PBSI dan untuk menentukan peringkat internal.


Simon Dan Tommy Belum Terkalahkan

Simon Santoso dan Tommy Sugiarto melewati pertandingan dengan meraih delapan kemenangan selama 4 hari pertandingan kejuaraan bulutangkis Panglima TNI Cup 2010 yang berlangsung dari tanggal 5 hingga 11 Januari 1010 di pelatnas Cipayung.

Pada pertandingan hari ini (Jumat, 08/01/10) Simon Santoso meraih kemenangan atas Hermansyah dengan skor 21-11, 21-10 pada pertandingan pertam. Sementara pada pertandingan kedua Simon menaklukkan Siswanto 21-5, 21-5.

Tommy Sugiarto memetik kemenangan pertamanya hari ini saat berhadapan dengan Evert Sukamta melalui pertarungan tiga set dengan skor 17-21, 21-10, 21-13. Dan pada pertandingan kedua Tommy unggul atas Ary Trisnanto dua set langsung dengan skor 21-10, 21-12.

Menunggu Sikap Ketua Umum


.

KONTRAK Markis Kido/Hendra Setiawan untuk memperkuat pelatnas PB PBSI sudah berakhir sejalan dengan pergantian tahun lalu. Seharusnya, keinginan mereka untuk tampil secara mandiri bisa terwujud.

Namun, hampir sebulan setelah mereka mengajukan pengunduran diri, belum ada sikap resmi dari PB PBSI atas masalah itu. Tak pelak, hal tersebut membuat nasib mereka menggantung.

"Surat (pengunduran diri, Red) itu kan di­tujukan kepada ketua umum (Djoko Santoso). Jadi, keputusan ada di tangan ketua umum. Sejauh ini, kami juga menunggu keputusan da­ri ketua umum," ungkap Jacob Risdianto, se­­kretaris jenderal (Sekjen) PB PBSI.

Meski masih menunggu sikap ketua umum, kondisi di pelatnas menunjukkan bahwa Kido/Hendra bakal dilepas. Beberapa pihak di Cipa­yung sudah merelakan peraih emas Olimpiade 2008 Beijing itu memilih jalan di luar pelatnas.

Salah seorang di antaranya Sigit Pamung­kas. Pelatih ganda pria tersebut menyatakan tidak lagi menggandoli Kido/Hendra. Sigit menyebutkan bahwa dirinya tidak bisa menahan mereka karena keputusan itu terkait kesehatan Kido. Sigit paham betul dengan kondisi anak asuhnya tersebut.

Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PB PBSI Lius Pongoh juga memberi sinyal tidak bakal menahan Kido/Hendra. Pasalnya, alasan Kido cukup mendasar dan argumentasinya logis. "Namun, keputusannya tentu di tangan ketua umum. Sebab, suratnya ditujukan ke beliau," kata Lius.

Terpisah, Kido mengakui bahwa tekadnya sudah bulat. Pebulu tangkis berusia 25 tahun tersebut sudah berhitung dengan cermat akan ke­putusannya itu. "Dengan kondisi saya seper­ti ini, saya sulit mengikuti program di pelatnas. Saya tidak mau diistimewakan," ujar Kido.

Kido mengalami hipertensi. Penyakit tersebut terdeteksi pada pertengahan tahun lalu, ketika Kido tiba-tiba pingsan saat menjalani latihan. Dengan alasan kesehatan tersebut, Kido pun memilih keluar dari pelatnas.

"Namun, sampai saat ini saya belum mendapat keputusan dari PB PBSI. Juga, belum ada pe­ngurus yang bicara dengan kami. Kalaupun ke­tua umum tidak mengizinkan, kami tetap tidak bisa bertahan di pelatnas," tegas Kido.

Tanda tanya seputar nasib Kido/Hendra itu sangat mungkin terjawab hari ini. Sebab, Djoko akan datang ke Cipayung untuk meresmikan Piala Panglima TNI. (fim/ang)

Nasib Kido/Hendra : Tunggu Rapat Pleno


.

JAKARTA - Markis Kido dan Hendra Setiawan harus menunda keinginan meninggalkan pelatnas PB PBSI. Meski kontrak mereka sudah berakhir akhir tahun lalu, Ketua Umum PB PBSI Djoko Santoso belum memberikan jawaban atas surat pengunduran diri pasangan terbaik dunia itu.

"Saya akan bicarakan dan memutuskan hal itu melalui rapat pleno. Rapat tersebut kemungkinan kami gelar pada 9 atau 10 Januari nanti," kata Djoko di Pusat Bulu Tangkis Indonesia, Cipayung, Jakarta, kemarin pagi (6/1).

Djoko tidak memungkiri bahwa surat pengunduran diri Kido/Hendra diajukan kepada dirinya. Surat tersebut dia terima sekitar tiga pekan lalu. Namun, Djoko tidak mau mengambil keputusan sendiri.

Orang nomor satu di organisasi bulu tangkis tanah air itu ingin mendengar pandangan pihak lain. Utamanya, pihak-pihak yang selama ini selalu bersinggungan langsung dengan Kido/Hendra di lapangan. Baik itu saat berlatih, bertanding, maupun istirahat.

"Saya ingin menegakkan demokrasi di PBSI. Karena itu, keputusan ini akan saya ambil dalam rapat pleno. Saya ingin mendengar pandangan pelatih dan Kabid Binpres (ketua bidang pembinaan dan prestasi)," tutur Djoko.

"Saya juga akan mencoba berbicara dengan mereka (Kido dan Hendra)," tambah pria yang juga menjabat panglima TNI tersebut.

Djoko yakin bisa mengambil keputusan yang lebih baik melalui rapat pleno tersebut. "Terbaik bukan saja untuk individu pemain. Tapi, yang lebih penting untuk bangsa Indonesia. Sebab, sampai kapan pun, mereka kan akan bertanding atas nama Indonesia," tegas Djoko.

Memang, dengan status sebagai pemain pelatnas atau tidak, di punggung Kido/Hendra akan tetap terpasang Indonesia. Dalam kejuaraan beregu seperti Piala Thomas maupun peseorangan seperti super series, mereka harus tetap menadftar melalui PB PBSI. Jadi, di ajang internasional, perubahan status dari pemain pelatnas ke nonpelatnas tidak ada bedanya.

"Itu sudah menjadi peraturan dari badan bulu tangkis dunia (BWF). Meski pemain itu mandiri, di setiap even, mereka tetap mengusung nama negaranya," ujar Jacob Rusdianto, sekretaris jenderal PB PBSI.

Dalam kesempatan tersebut, Djoko juga memaparkan rancangan PB PBSI terkait dengan pengunduran diri atlet dari pelatnas. Djoko menyebutkan bahwa PB PBSI bakal membuat kode etik menyangkut pemain dan pelatih pelatnas. Kode etik itu memuat segala kewajiban dan hak pemain, pelatih, serta PB PBSI sendiri.

"Kode etik tersebut dibuat untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan menimpa atlet, pelatih, dan PBSI. Kami akan membahasnya dalam mukernas (musyawarah kerja nasional) pada 23 dan 24 Januari di Jakarta," papar Djoko. (fim/ang)

Segera Bereskan Kontrak Pemain


.

RAPAT pleno yang diselenggarakan PB PBSI nanti tidak sekedar memutuskan status Markis Kido/Hendra Setiawan. Rapat tersebut juga bakal menentukan nasib pemain pelatnas secara keseluruhan.

Melalui rapat itu, PB PBSI akan memutuskan pemain-pemain yang bakal dikontrak untuk setahun ke depan di pelatnas. Sebaliknya, mereka juga akan menentukan siapa saja yang bakal didegradasi dari pelatnas.

"Setelah turnamen ini (Piala Panglima TNI pada 5-11 Januari), kami segera mengikat kontrak pemain. Tentu kontrak tersebut berdasar hasil dari rapat pleno," papar Yacob Rusdianto, sekretaris jenderal PB PBSI, kemarin (6/1).

Mereka yang promosi ke pelatnas pun juga bakal diikutkan dalam agenda pengikatan kontrak tersebut. Saat ini tengah muncul empat nama yang akan promosi ke pelatnas. Kebetulan empat nama yang disebut-sebut itu berasal dari PB Djarum.

Mereka, antara lain, pebulu tangkis tunggal pria Dionysius Hayom Rumbaka, tunggal wanita Mari Febe Kusumastuti, dan ganda pria Muhammad Ulinnuha/Berry Anggriawan.

Jika nama-nama itu masuk daftar promosi, tersiar kabar Lita Nurlita bakal terdegradasi. Lita selama ini terkenal sebagai ganda campuran kedua Indonesia yang berpasangan dengan Devin Lahardi.

Kabar bakal terdegradasinya Lita mencuat seiring tidak ikutnya Lita/Devin di Piala Panglima TNI. Di luar pasangan itu, seluruh anggota pelatnas yang tidak ambil bagian di Piala Panglima TNI memiliki alasan yang jelas. Hanya Lita yang tidak punya alasan pasti. Lita juga tidak tampak di Cipayung. Padahal, Devin masih tampak berlatih di Cipayung.

"Kami belum bisa sebutkan saat ini. Yang jelas, semua akan dibahas dalam rapat. Intinya, dalam beberapa hari ini kami akan segera mengontrak pemain," kata Yacob.

Sementara itu, dari Piala Panglima TNI, anggota pelatnas pratama kembali membuat kejutan. Kali ini kejutan datang dari sektor tunggal wanita. Yakni, Tieke Arieda menumbangkan Adriyanti Firdasari. Tieke menekuk Firdasari dalam pertarungan tiga game 21-19, 16-21, 21-19.

Selain Tieke, Siti Anida Lestari -juga anggota pelatnas pratama- berhasil mengalahkan penghuni pelatnas utama Rizky Amelia. Siti menang dua game langsung 21-14, 21-16. Di luar dua nama itu, seluruh anggota pelatnas utama berhasil menang atas lawannya yang datang dari pelatnas pratama pada hari kedua kemarin. (fim/ang)

Djarum Turunkan Kekuatan Penuh di Kejurnas


.

SEMARANG, Kompas.com - PB Djarum Kudus tampil dengan kekuatan penuh pada kejuaraan nasional (kejurnas) bulu tangkis yang dijadwalkan berlangsung di Surabaya, 26-30 Januari 2010.

Ketua PB Djarum FX Supandji yang mengatakan hal tersebut. Menurutnya, ketika kejurnas berlangsung tidak ada event bulu tangkis internasional maupun nasional lainnya, sehingga mereka bisa menurunkan semua pebulu tangkis papan atasnya.

Ia menyebutkan, Dionysius Hayom Rumbaka, Adityawarman, Andre Kurniawan, Bandar Sigit, Maria Febe Kusumastuti, Maria Elfira, Fransiska Ratnasari, Pungkasari (dewasa), kemudian Yeni, Anna Rovita, Triyanto, dan lain sebagainya untuk kelompok taruna.

Kejurnas di Surabaya akan mempertandingkan nomor perorangan baik tunggal putra-putri, ganda putra-putri, dan ganda campuran untuk kelompok dewasa dan taruna.

Kejurnas di Surabaya ini, menurut dia, sebenarnya merupakan event 2009 yang sedianya digelar 1-5 Desember 2009. Tetapi terpaksa diundur hingga akhir Januari karena sebagian pebulu tangkis nasional sedang membela Indonesia pada SEA Games XXV Laos.

Pada kejurnas ini diharapkan semua pebulu tangkis nasional baik yang dipelatnas maupun non-pelatnas bisa tampil. Imbasnya, event tahunan ini diundur hingga akhir Januari 2010.

Ketika ditanya soal target pebulu tangkis pada kejurnas mendatang, dia mengatakan, tentunya harapannya bisa meraih gelar juara sebanyak-banyaknya. Tetapi tampaknya peluang untuk kelompok dewasa sangat berat, karena Hayom Rumbaka dan kawan-kawan harus bersaing ketat dengan pebulu tangkis pelatnas dan non-pelatnas.

"Hayom Rumbaka dan kawan-kawan harus bersaing dengan Taufik Hidayat, Sony Dwi Kuncoro, Simon Santoso untuk putra, kemudian putrinya harus bersaing dengan Ardiyanti Firdasari, Maria Kristin yang turun atas nama pelatnas, dan lain sebagainya," katanya.

Tetapi, kata dia, terlepas persaingan yang ketat, dirinya berharap Hayom Rumbaka bisa mencapai prestasi maksimal, mengingat dalam event internasional seperti Hongkong Open dan India Open 2009 berhasil meraih prestasi cukup membanggakan.

Pada Hongkong Open, Hayom berhasil melangkah ke babak perempat final sebelum ditumbangkan Bao Chun Lai dari China. Padahal sebelumnya, Hayom berhasil menumbangkan pebulu tangkis Thailand, Boonsak Ponsana.

"Saya optimistis kalau Hayom tampil konsisten, bisa mencapai prestasi yang maksimal," katanya seraya menambahkan, peluang untuk meraih gelar juara sangat terbuka justru dari kelompok taruna.

Sony Ditarget Emas


.

SURABAYA - Beban berat mengiringi langkah Jawa Timur (Jatim) sebagai tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bulu Tangkis 2009 yang akan diselenggarakan pada 26-30 Januari di GOR Sudirman, Surabaya. Minimnya kualitas pebulu tangkis asal Jatim membuat mereka terancam tidak mampu merebut gelar.

Saat ini Jatim hanya memiliki Sony Dwi Kuncoro sebagai pebulu tangkis yang punya peluang untuk bersaing dalam perebutan gelar. Pada empat nomor lain, Jatim tidak memiliki wakil yang bisa diandalkan.

Karena itu, Jatim memberikan target besar untuk Sony. Dia dituntut bisa menjadi juara tunggal pria. Sekaligus menjadi motor bagi tim beregu pria.

"Sony harus bisa dapat emas di perorangan dan membantu nomor beregu meraih emas," papar Aji Santoso, koordinator pelatih Jatim, kemarin (3/1).

Namun, perjuangan Sony untuk menjadi yang terbaik tidak akan mudah. Sebab, daerah lain juga akan turun full team. DKI Jakarta, misalnya, akan menurunkan Simon Santoso yang beberapa waktu lalu menjadi juara SEA Games XXV/2009. "Kalau bisa turun, Jabar pasti berbahaya karena ada Taufik Hidayat," urainya.

Nah, jika dibandingkan dengan dua pemain tadi, sepanjang 2009 Sony berada di bawah mereka. Terbukti, peringkat dunia pebulu tangkis 26 tahun itu ada di bawah Simon dan Taufik. Simon berada di ranking keenam dan Taufik ketiga, sedangkan Sony ketujuh.

Kendati demikian, Sony menampik anggapan bahwa level permainannya berada di bawah dua pemain tersebut. "Selama ini kami saling mengalahkan. Jadi, tidak benar mereka lebih baik daripada saya," tandas Sony yang masih berada di Jakarta saat dihubungi kemarin.

Pebulu tangkis yang merebut perunggu di Olimpiade Athena 2004 itu menambahkan, target emas yang disandangkan kepadanya adalah hal wajar. "Saya pasti akan berusaha memberikan yang terbaik demi gengsi Jatim," tegasnya.

Sementara itu, dalam even tersebut, Jatim berharap bisa mengulang prestasi pada kejurnas 1990. "Waktu itu kami juara dan berposisi sebagai tuan rumah seperti saat ini," terang Aji. (nar/ang)

Tentukan Peringkat Pelatnas, Gelar Kejuaraan Internal


.

JAKARTA - PB PBSI melakukan gebrakan memasuki 2010. Pada awal tahun ini, payung olahraga bulu tangkis tanah air itu menetapkan peringkat pelatnas dengan jalan mengadakan turnamen internal. Hasil turnamen yang dilabeli Piala Panglima TNI tersebut bakal dijadikan salah satu acuan dalam penetapan posisi pebulu tangkis di Cipayung, mar­kas pelatnas.

Peringkat itu nanti berpengaruh terhadap penentuan seorang pemain masuk kategori pelatnas kelas utama atau kedua. Selain itu, untuk menentukan apakah seorang pemain layak di pelatnas atau tidak.

"Turnamen ini diharapkan bisa membantu para pelatih serta bidang pembinaan dan presta­si (binpres) untuk menilai pemain," kata Lilik Sudarwati, wakil ketua pelaksana pertandingan.

"Ranking (peringkat) itu nanti menjadi salah satu pertimbangan untuk promosi dan degradasi posisi pemain. Namun, tidak mutlak. Sebab, ada unsur penilaian lain," tambah Lius Pongoh, ketua bidang pembinaan dan prestasi PB PBSI.

Turnamen Piala Panglima TNI sudah dimulai kemarin (5/1). Even yang berlangsung di Cipayung itu berakhir 11 Januari nanti. Kare­na turnamen tersebut dimaksudkan untuk pe­meringkatan pebulu tangkis pelatnas, pesertanya pun seluruh anggota pelatnas. Baik pe­latnas utama maupun pratama.

Semua anggota pelatnas bertanding satu sama lain sesuai nomornya dengan sistem setengah kompetisi. "Namun, tidak semua anggota pelatnas bisa tampil. Sebab, ada beberapa yang mengalami cedera," ujar Lilik.

Yang absen, antara lain, pasangan Greysia Polii/Nitya Krishinda, Nova Widianto/Liliyana Natsir, Tontowi Ahamd/Richi Puspita Dili, serta Devin Lahardi/Lita Nurlita. Greysia/Nitya absen karena Nitya mengalami cedera siku kanan. Pasangan Nova/Butet -sapaan akrab Liliyana- tidak bisa ikut karena Nova sudah telanjur izin memperpanjang masa liburannya.

Towi/Richi tidak bisa bertanding karena keduanya mengalami kendala dengan kebugarannya. Towi mengala­mi cedera engkel dan Richi baru saja menjalani operasi usus buntu. Devin/Lita absen lantaran ada kendala teknis. "Meski sebenarnya ada yang bisa main, kami tidak memperkenankannya. Sebab, kami ingin melihat peringkat murni mereka dengan pasangannya," papar Lius.

Dalam pertandingan hari pertama kemarin, terjadi kejutan besar. Peraih perunggu Olimpiade 2004 Athena Sony Dwi Kuncoro di­tumbangkan oleh pebulu tangkis pelatnas pratama Hermansyah. Sony dipaksa menyerah dua game langsung 15-21, 20-22.

Pada pertandingan kedua melawan Evert Sukamta, Sony justru tidak turun ke lapangan. Sony pun dinyatakan kalah WO. "Sony me­ngundurkan diri karena sakit demam. Sayang memang tanpa Sony. Tapi, kalau kondisinya seperti itu, mau bagaimana lagi," tutur Lilik.

Sementara itu, beberapa nama telah di­re­ko­mendasikan untuk promosi ke pelatnas. Mi­salnya, Dionysius Hayom Rumbaka di sektor tunggal pria, Mari Febe Kusumastuti di tunggal wa­nita, dan ganda pria Muhammad Ulinnuha/Ber­ry Angriawan. Mereka di­anggap layak masuk Cipayung karena tampil bagus dalam beberapa kejuaraan internasional sepanjang 2009.

"Tim pemandu bakat telah merekomendasikan mereka. Kami akan segera mengambil keputusan melalui rapat," sebut Lius. (fim/ang)