Bandar Berharap Melaju ke Final


.

Unggulan kedua tunggal putra dewasa, Bandar Sigit Pamungkas, bertekad melaju ke babak final Sirkuit Nasional Bulu Tangkis Djarum 2010. Bandar lolos ke perempat final setelah menundukkan Ridho Akbar, 21-8, 21-11. Bandar yang berasal dari PB Djarum Kudus akan menghadapi Tunggul Mursito, yang pada Kamis (18/2) mengalahkan Andri Supratiknyo dengan skor 21-10, 21-7.

Bandar tampil di final Sirkuit Nasional Bulu Tangkis 2009 di Medan, sementara Tunggul adalah yunior Bandar di pelatnas Cipayung. Sekalipun yuniornya, Bandar berjanji tidak akan menyepelekan Tunggul yang juga merupakan unggulan kedelapan dalam Sirkuit Nasional Bulu Tangkis Djarum 2010 ini.

”Satu-satu dulu. Paling tidak target saya bisa lolos ke babak semifinal dulu. Baru setelah itu saya berusaha maksimal untuk bisa mencapai babak final,” katanya.

Kalau memungkinkan, Bandar berharap dapat mengulang prestasinya seperti pada sirkuit di Medan. ”Kalau dapat mencapai final, itu artinya babak final Sirkuit Nasional Bulu Tangkis Djarum 2009 di Medan bisa terulang di Balikpapan saat ini. Di Medan tahun lalu saya kalah dari Fauzi Adnan,” ungkapnya.

Masih panjang

Alamsyah, yang juga mantan atlet pelatnas Cipayung tetapi kini telah bergabung dengan Taufik Hidayat Manajemen Bulu Tangkis, masih belum yakin bisa maju ke babak final.

”Masih panjang perjalanan di turnamen ini. Masih ada Fauzi, ada Bandar. Rasanya saya perlu konsentrasi penuh untuk dapat berusaha mencapai babak final di turnamen kali ini,” ujar dia.

Apabila Alamsyah dan Bandar melangkah mulus, kemungkinan keduanya bisa berhadapan di babak semifinal. Laga kedua pemain ini akan menjadi tontonan yang menjanjikan mengingat keduanya memiliki pola permainan yang sama.

Itu sebabnya, akan terjadi adu stamina, adu ulet, dan adu kedisiplinan. ”Saya ini tipenya bertahan. Dan Alamsyah juga memiliki pola permainan yang tidak jauh berbeda dengan saya,” kata Bandar.

Fauzi Adnan, yang tidak lagi tergabung di Pelatnas Cipayung dan diunggulkan menjadi juara di Balikpapan, merendah. ”Sesuai pilihan, saya keluar dari pelatnas Cipayung untuk bisa lebih bebas. Jadi tidak ada beban apa pun dalam setiap turnamen karena memang saya sendiri yang memilihnya. Itu sebabnya, kalaupun kalah, ya berlatih lagi. Tetapi, kalau nantinya menang, ya dievaluasi lagi agar bisa mempertahankan kemenangan tersebut,” ujarnya. (NIC)

Your Reply