Archive for April 2010

Frediksi Asia Championship di India


.

Salam IBSG..
Om Fred datang lagi.

Setelah Kejuaraan All England, Swiss SS dan AJC lalu, atlet bulutnagkis Indonesia kembali akan mengikuti Kejuaraan Asia atau biasa disebut dengan Asia Championship di India pada tanggal 12 April 2010.

Lalu bagaimanakah peluang Pahlawan kita diajang yang diikuti oleh negara-negara dikawasan Asia itu? mungkin pil pahit harus ditelan jika kita melihat prestasi atlet bulutangkis Indonesia pada tahun 2010 ini di ajang Super Series. Namun ternyata tidak selamanya buruk karena kita semua sangat puas dengan hasil yang dicapai ti, Thomas Uber Indonesia pada babak kualifikasi. Itu berarti kita masih banyak memiliki harapan suatu peluang juara di sebuah turnamen.

Om Fred akan kembali mengulas prediksi peluang Taufik Hidayat dan kawan-kawan di ajang Asia Championship ini.

Kita mulai dari nomor tunggal Putra Indonesia. Indonesia mengirimkan lima orang wakil. Taufik Hidayat yang menjadi Unggulan pertama di ajang ini akan menunggu pemenang babak kulaifikasi pada babak pertama. dan akan bertemu dengan pemain muda Thailand yaitu Tanongsak dibabak ketiga untuk memperebutkan tiket babak perempat final. Dan kemungkinan akan bertemu dengan Kenichi Tago atau Chan Yan Kit dibabak delapan besar. Seperti kita ingat performa seoarang Kenichi Tago di All England sangatlah mengejutkan. Tago dapat meruntuhkan dua tembok China sebelum akhirnya takluk ditangan sang Juara Lee Chong Wei dibabak final. Jika Taufik bisa mengalahkan Tago atau Kit, maka kemungkinan akan menghadapi Runner Up Swiss SS lalu Chen Long yang bisa juga dikatakan kalau permainan seorang Chen Long memang sedang baik karena pada Swiss SS lalu saja Chen Long dapat menumbangkan Peter Gade. Dan Jika semua berjalan dengan sesuai perkiraan, kemungkinan besar Taufik akan menghadapi unggulan kedua dibabak Final yaitu Lin Dan. seperti kita tahu kalau Lin Dan sedang penasaran akan gelar juara di tahun ini setelah gagal di ajang All England dan Swiss SS lalu. Namun ada satu hal yang menarik, bisa dikatakan performa seoarang Super Dan tidak sedang dalam kondisi Prima jika dilihat dari permainannya akhir-akhir ini. Kita semua berharap Taufik Hidayat dapat menumbangkan lawan-lawannya termasuk Lin Dan sehingga meraih gelar juara di ajang ini.

Andre Kurniawan kemungkinan akan bertemu dengan wakil Indonesia lainnya dibabak kedua yaitu Andi Nugroho. Salah satu diantara mereka akan menghadapi pemain nomor satu Thailang yaitu Boonsak Ponsana dibabak ketiga dan kemungkinan akan bertemu Nguyen Tien Minh dibabak perempat final. Tommy Sugiarto mendapatkan Drawing yang cukup menguntungkan karena baru akan menghadapi lawan yang cukup berat dibabak perempat final yaitu akan mengdapi Yun Hu. Sedangkan Hayom Rumbaka kemungkinan akan lancar sampai babak prempat final dimana dia akan menantang Super Dan dibabak ini. kita harapkan yang terbaik diraih oleh tunggal putra Indonesia ini.

Indonesia mengirimkan beberapa wakilnya di nomor tunggal putri. Maria Kristin di babak satu sudah harus menghadapi Unggulan kedua yaitu Zhou Mi. Ini adalah momentum yang sangat penting bagi seorang Maria untuk membuktikan kalau dirinya masih bisa diandalkan dalam nomor tungal putri Indonesia. Fransiska Ratnasari atau yang biasa disapa Nana ini akan menghadapi Shih Han Hung dibabak pertama dan akan bertemu dengan Ai Goto dibabak kedua. Jika berhasil melewati lawan-lawannya itu, kemungkinan Nana akan menantang Yip Pui Yin dibabak ketiga dan akan menghadapi unggulan satu asal India Saina Nehwal atau Wong Mew Choo dibabak perempat final.

Linda Weny harus berkonsentrasi penuh untuk dapat lolos ke babak kedua karena Linda akan melawan Aiying Xing yang pada Kualifikasi Uber lalu bisa mengalahkan Maria Febe. Jika Linda Lolos kebabk kedua, maka peraih medali emas SEA GAMES 2009 lalu akan menunggunya yaitu Salakjit Ponsana. Ada satu tunggal putri Indonesia yang harus merangkak dari babak kualifikasi yaitu Aprilia Yuswandari. Jika April lolos ke babak utama, dia akan bertemu dengan Nguyen Nhung dibabak pertama dan Sayaka Sato dibabak kedua.


Luluk/Joko pada babak pertama akan menghadapi pasangan ganda asal Jepang yaitu Kenichi/Kenta yang merupakan unggulan ke delapan di ajang ini. Jika Luluk/Joko dapat mengalahkan pasangan jepang ini, kemungkinan mereka akan bertemu dengan pasangan Indonesia lainnya yaitu Rian/Bona dibabak kedua. Rian/Bona pada babak pertama akan bertemu dengan pasangan Malaysia Chun Mak/Kiong Tan. Sedangkan Ahsan/Yonathan pada babak pertama harus berusaha untuk lolos kebabak kadua karena lawannya adalah ganda putra andalan Thailand yaitu Songphon/Sukdet.

Ganda Putri indonesia pertama yaitu Greysia/Meili akan bertemu dengan pasangan andalan India yaitu Jwala/Ashwini pada babak pertama dan kemungkinan akan bertemu unggulan pertama asal Jepang yaitu Fujii/Reika dibabak semifinal. Sedangkan pasangan Shendy/Nitya baru akan menemui kesulitan dibabak kedua dimana mereka akan berhadapan dengan ungulan ketiga asal Taipeh yaitu Wen Hsing/Yu Chin. Dan pasangan putri Indonesia lainnya yaitu Annisa/Feinya akan langsung menemui hambatan dibabak pertama dimana mereka harus menantang pasangan terbaik Thailand yaitu Kunchala/Aroonkesorn.

Ganda Campuran Indonesia rasanya cukup mendapatkan Drawing yang cukup menyulitkan. Rijal/Debby pada babak pertama akan menghadapi pasangan Taipeh yaitu Sheng Mu/Yu Chin yang dirasa cukup tangguh untuk mereka. Sedangkan Greysia/Tontowi pada babak pertama pun juga tidak boleh menganggap remeh karena mereka bertemu dengan unggulan keempat yaiu Sukdet/Saralee. Jika pasangan baru Indoneisa ini lolos , kemungkinan akan menenmui Yeon Seong/Min Jung Kim dibabak perempat final. Sedangkan pasangan Devin/Lilyana tidak akan menghadapi lawan yang berat sampai pada babak perempat final dimana mereka akan menantang pasangan tangguh dari China Jiaming Tao/Zhang Yawen yang merupakan juara di Malaysia SS lalu. Jika Lilyana.Devin bisa menundukkan pasangan China ini, kemungkinan untuk juara di ajang ini menjadi lebih besar.

Kita doakan saja semoga Indonesia dapat membawa pulang gelar juara ke tanah air kita ini. Mohon maaf bila ada kesalahan.


dari BL untuk BL . wajib bangeet dibaca yg ngaku BL !!


.

Haii ... Teman2 Badminton Lovers :)

Setelah melalui diskusi yang panjang dengan beberapa admin bulutangkis yang di facebook, Kami para admin sepakat membuat keputusan tentang Tanggal Terbentuknya Badminton Lovers, Visi dan Misi Badminton Lovers dan Ikrar Badminton Lovers .

1. TANGGAL TERBENTUKNYA BL :

17 MEI 2008 ^^

2. VISI BL :

Menyatukan semua pencinta badminton, untuk bersama2 mendukung/memberi support kepada atlit2 bulutangkis dan bulutangkis tanah air kita.

3. MISI BL :

Membuat olahraga bulutangkis menjadi olahraga yg di minati orang banyak serta di kenal oleh masyarakat banyak dan membuktikan klo bl itu ada bukan hanya di dunia maya saja.

4. IKRAR BL :

1. Skali BL ttep BL
2. BL dilarang saling menyakiti
3. BL harus bisa menutupi kekurangan sesama BL
4. BL hrus bisa jaga kekompakan
5. BL dilarang pecah
6. 1 BL ada masalah = masalah bersama
7. BL jangan cman akrab karna bultang
8. BL dilarang egois
9. BL dilarang saling menipu
10. BL shbt, keluarga, teman, guru yg byk mengajari kita byk hal
11. BL takkan tergantikan
12. Cuma BL yang ngertiin BL
13. BL never die
14. BL slalu berusaha menghibur BL yg sedih
15. BL dilarang saling menghinati
16. BL kan slalu di hati
17. BL is crazy comunity
18. BL my inspiration
19. BL dilarang marah"
20. Semua pantes jadi BL asal dia emg cinta bultang terutama bultang INA
21. BL akan slalu mendukung atlet INA kalah atopun menang
22. BL berjiwa nasionalisme
23. BL dilarang menjatuhkan atlet INA *kalo ngritik silahkan..
24. BL cinta tanah air
25. BL cinta bulutangkis


ttd : All admin group Badminton Lovers in Facebook .

notes : hmm , semoga dgn adanya Visi Misi , Ikrar & Tgl Terbentuk BL qta semua makin kompak untuk mendukung atlit2 kesayangan qta & mereka jg tau keberdaan qta ini :)
pkonyaa ONE FOR ALL , ALL FOR ONE !!
keep spririt & happiiee holidaaay semuaa :D

Sebanyak 12 Pemain Lolos Seleksi Pelatnas


.

Jakarta, Kompas - Sebanyak 12 pemain akhirnya dinyatakan lolos masuk pelatnas Cipayung. Mereka akan masuk jenjang pratama dan efektif bergabung mulai 1 April 2010.

”Dari 49 atlet yang ikut tes, kami telah menetapkan 12 pemain yang lolos. Mereka tidak hanya lolos tes kesehatan dan kemampuan tetapi juga psikologi,” kata Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI) I Gusti Made Oka di Jakarta, Rabu (24/3).

Hampir separuh dari 12 pemain yang lolos merupakan atlet dari klub PB Djarum Jawa Tengah. Kelima atlet tersebut adalah M Ulinnuha, Berry Angriawan, Rachmat Ardianto, Andrei Adistia, dan Jenna Gozali.

Adapun yang lain adalah Ery Oktaviani dan Agripina Prima dari DKI Jaya Raya, Febrian Irvannaldy dan Riky Widianto (Wima Surabaya), Ricky Karanda (Mutiara Bandung), Fernaldi Marcus (Tangkas Alfamart), dan Variela Aprilsasi (Suryanaga).

Para atlet itu sebelumnya dipilih tim pemandu bakat dari PB PBSI. Beberapa di antara mereka merupakan atlet yang berprestasi di kejuaraan nasional di Surabaya akhir Januari lalu.

Selain menetapkan atlet yang lolos seleksi pelatnas, PBSI mempromosikan 11 atlet pratama ke jenjang utama. Mereka mendapat promosi berdasarkan prestasi dan pengembangan kemampuan selama satu tahun di pratama.

”Mereka yang promosi ini diharapkan bisa menjadi penerus atlet utama yang ada saat ini. Promosi pemain merupakan bagian dari program regenerasi,” kata Oka.

Pada kesempatan yang sama Oka juga menyampaikan pencoretan 11 pemain dari pelatnas Cipayung. Dari jumlah itu, empat di antaranya dicoret karena mengundurkan diri, seperti Markis Kido, Hendra Setiawan, Lingga, dan Lita Nurlita.

Adapun tujuh pemain yang lain didegradasi karena prestasi mereka dinilai sudah tidak bisa berkembang. Penilaian sepenuhnya dari pelatih.

”Saya belum dapat menyampaikan nama-namanya karena alasan psikologis atlet. Kami akan bicara terbuka kepada mereka sebelum memberikan surat pelepasan mereka,” kata Oka.

Simulasi di Solo

Terkait dengan persiapan tim Thomas dan Uber, PBSI mengubah rencana tempat pelaksanaan pertandingan simulasi. Sebelumnya PBSI memilih Bandung atau Yogyakarta.

Namun, dalam rapat terakhir kemarin akhirnya pertandingan dilaksanakan di Solo. ”Pertandingan tidak bisa digelar di Bandung karena gedungnya dalam tahap renovasi. Sementara di Yogyakarta sudah dipesan untuk acara basket. Oleh karena itu, kami memilih Solo,” kata Sekretaris Jenderal PB PBSI Yacob Rusdianto.

Adapun pelaksanaan pertandingan simulasi akan digelar satu hari, yakni 25 April 2010 atau dua hari setelah penentuan nama-nama pemain anggota tim.

Empat Tunggal Putra Lewati Babak Kedua

JAKARTA, KOMPAS.com — Empat pebulu tangkis tunggal putra mampu melewati babak kedua nomor perorangan Kejuaraan Asia U-19 dengan mengalahkan lawan mereka, Kamis (25/3/2010).

Dalam pertandingan yang berlangsung di Bukit Kiara, Kuala Lumpur, ini, Evert Sukamta dkk tidak menemui kesulitan untuk menyingkirkan lawan-lawan mereka.

Evert yang diunggulkan di tempat 3/4 tidak menemui kesulitan berarti untuk menyingkirkan pemain Iran, Mohammad Reza Khanjani, 21-12, 21-17. Sebelumnya, Shehar Hiren Rhustavito menang mduah atas pemain asal Filipina, Nikko Shadrach Saquin, dalam dua game, 21-7, 21-5.

Kemenangan juga diraih dua pemain lainnya, Subagja Riyanto, yang diunggulkan di tempat 9-16 menang atas pemain Singapura, Tan Kia Wee, 21-15, 21-6, sementara Hermansah juga tidak menemui kesulitan menyingkirkan pemain Iran, Mohammed O Saad, 21-5, 21-3.

Sore ini, para pemain Indonesia akan menghadapi lawan-lawan mereka di babak ketiga.

Hasil babak kedua Kejuaraan Asia Junior 2010:
Rhustavito Shehar Hiren - Saquin Nikko Shadrach (Philippines) 21-7, 21-5
Sukamta Evert (3/4) - Khanjani Mohammad Reza (Iran) 21-12, 21-17
Riyanto Subagja (9/16) - Tan Kia Hwee (Singapore) 21-15, 21-6
Hermansah - Mohammed O Saad (Iraq) 21-5, 21-3

Jadwal Babak Ketiga:

Loh Wei Sheng (Malaysia, 5/8) - Rhustavito Shehar Hiren
Sukamta Evert (3/4) - Nguyen Huynh Thong Thao (Vietnam)
K. Srikanth (India) - Riyanto Subagja (9/16)
Hermansah - Ayub Nur Mohd Azriyn (Malaysia, 9/16)

Swiss Super Series 2010 - Indonesia Tanpa Wakil di Semifinal


.

JAKARTA : Hasil buruk kembali menimpa dunia bulutangkis Indonesia. Setelah pulang dengan tangan kosong dari turnamen All England Super Series, status sama kembali terjadi pada turnamen Swiss Open Super Series dengan tersisihnya dua pemain tunggal yang tersisa pada babak 16 besar.

Pemain terakhir Indonesia yang tumbang dari turnamen ini adalah Taufik Hidayat. Pemain tunggal putra yang menjadi unggulan keempat ini kalah dari pemain Jepang, Kazushi Yamada, dengan skor 15-21 dan 12-21 dalam pertandingan yang digelar di St Jakobshalle, Basel, Jumat dini hari.

Taufik, yang biasanya unggul di depan net, hanya menghasilkan lima poin dari permainan netnya dibanding lawannya yang memperoleh sebelas angka.

Juara Olimpiade Athena 2004 itu juga hanya mengimbangi lawannya pada awal game pertama dan kedua sebelum tertinggal hingga pertandingan berakhir.

Sebelumnya, pemain tunggal lainnya, Dionysius Hayom Rumbaka, hanya mampu memaksa unggulan delapan Chen Long asal China bermain tiga game sebelum akhirnya menyerah 12-21, 21-17, dan 15-21 dalam waktu satu jam.

Terhentinya langkah dua pemain tersebut membuat Indonesia tidak punya wakil lagi pada babak selanjutnya setelah tiga wakil lainnya tersingkir lebih dulu dari turnamen berhadiah 200.000 dolar AS itu.

Pemain tunggal putri Maria Febe Kusumastuti serta dua ganda yakni unggulan ketiga Markis Kido/Hendra Setiawan serta unggulan kelima Alven Yulianto/Hendra Aprida Gunawan langsung terhenti pada putaran pertama, Rabu.

Sementara itu, China kehilangan dua unggulan pertamanya sekaligus juara bertahan dalam turnamen tersebut setelah Wang Yihan dan ganda campuran Zheng Bo/Ma Jin tersingkir pada babak 16 besar.

Tunggal putri peringkat satu dunia Wang Yihan kalah dari pemain Hong Kong, Yip Puiyin, 17-21 dan 22-24, sedangkan Zheng Bo/Ma Jin ditundukkan pasangan Taiwan, Chen Hung Ling/Chen Wen Hsing, 14-21 dan 16-21. (Ant/Wem Fauzi)

Sementara itu, pemain ganda campuran Nova Widianto/Lilyana Natsir, yang sebentar lagi akan dipisah, kembali berada di peringkat puncak ganda campuran versi federasi bulutangkis dunia atau BWF.

Nova/Butet menempati peringkat utama dunia yang dikeluarkan BWF. Dalam peringkat yang dikeluarkan pada Kamis (18/3) itu, pasangan Indonesia ini berada di peringkat pertama dan mengatasi ganda Korea Selatan, Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung, dan ganda China, Zheng Bo/Ma Jin.

Di posisi 10 besar hanya ada satu ganda campuran Indonesia lainnya, yaitu ganda veteran Vita Marissa/Hendra Aprida Gunawan. Adapun dua ganda campuran Pelatnas Cipayung, Devin Lahardi/ Lita Nurlita dan Fran Kurniawan/Pia Zebadiah Bernadet, berada di urutan ke-15 dan ke-18.

Oleh PBSI, keputusan pemisahan dua pemain ini dianggap PBSI sebagai cara untuk mempertahanan prestasi Lilyana yang masih muda dibandingkan tetap bersama Nova yang sudah relatif tua, kendati pasangan ini mencatat hasil bagus menjadi finalis di All England, baru-baru ini.

Rencananya, Lilyana akan dipasangkan dengan Devin Lahardi Fitriawan. Keduanya akan diturunkan di turnamen-turnamen sekelas grand prix. "Saya harap mereka (Devin/Liliyana) bisa berjalan dengan baik. Apabila hasilnya lebih baik bersama Nova, mau tidak mau saya persiapkan Nova/Lilyana untuk Olimpiade (2012)," ujar pelatih ganda campuran, Richard Mainaky.

Hasil Undian Piala Thomas 2010 di Malaysia.


.

Hasil Undian Piala Thomas 2010 di Malaysia.

Tim Thomas Indonesia menempati unggulan kedua pada putaran final Piala Thomas 2010 di Malaysia, 9-16 Mei. Hasil undiannya pun cukup menguntungkan karena bertemu lawan yang ringan, sehingga Indonesia optimistis bisa melewati penyisihan grup.

Hasil pengundian yang dilaksanakan di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin, menempatkan Indonesia yang menjadi unggulan kedua berada di Grup D bersama India dan Australia.

- Hasil undian

Piala Thomas:
Grup A: China, Korea, Peru
Grup B: Malaysia, Jepang, Nigeria
Grup C: Denmark, Jerman, Polandia
Grup D: Indonesia, India, Australia

Piala Uber:
Grup A: China, Malaysia, AS
Grup B: Indonesia, Denmark, Australia
Grup C: Jepang, Rusia, Jerman
Grup D: Korea, India, Afrika Selatan

Dari bulutangkis untuk Haiti


.


Para pemain bulutangkis papan atas dunia memiliki cara unik untuk membantu para korban gempa bumi Haiti.

Di bawah koordinasi Solidarity through Badminton (Solibad), mereka terlibat dalam proyek "1.000 raket untuk Haiti".

Solibad adalah organisasi amal baru yang diluncurkan bersamaan dengan turnamen All England di Birmingham pekan lalu.

"Kami ingin mengumpulkan peralatan bulutangkis dari seluruh dunia untuk membantu anak dan remaja di Haiti," kata Raphael Sachetat, pendiri Solibad.

"Diharapkan dengan bermain bulutangkis, mereka bisa mengatasi trauma yang mereka alami."

Banyak di antara anak dan remaja ini yang masih tinggal di kam-kam pengungsian.

"Bulutangkis bisa membantu mereka kembali menjalani kehidupan secara normal," tambah Sachetat.
Kaos Lee Chong Wei


Mereka yang aktif membantu Solibad antara lain Pi Hongyan, Zhou Mi, Nathan Robertson, Koo Kien Keat, dan Taufik Hidayat.

"Falsafah hidup saya sama dengan tujuan yang ingin dicapai Solibad," kata Zhou Mi kepada para wartawan.

Robertson menambahkan bahwa ini adalah proyek unik. "Saya gembira karena bulutangkis menjadi cabang olahraga pertama yang mengambil prakarsa seperti ini," kata pemain bulutangkis dari Inggris tersebut.

Sachetat berjanji uang yang dikumpulkan dari kegiatan amal ini seluruhnya akan disumbangkan kepada para korban.

Pemain nomor satu Malaysia Lee Chong Wei menyumbangkan kaos yang dia pakai ketika menjuarai nomor tunggal putra All England hari Minggu lalu.

Uang hasil lelang kaos ini ia serahkan kepada para korban gempa bumi Haiti melalui Solibad.

Solibad menggandeng organisasi internasional Peace and Sport dan Komite Olimpiade Haiti untuk menggalang dana dan peralatan bulutangkis di seluruh dunia.

BBC Indonesia

Jika tanpa Bulu Tangkis di Olimpiade 2016..


.

Pasangan Olimpiade 1992

Saat Susy Susanti dan Alan Budikusuma mengawinkan medali emas di Olimpiade Barcelona tahun 1992 silam, saat itu pula diri ini belum tersentuh dengan euforia kemenangan apalagi rasa bangga sebagai negeri yang baru pertama kali meraih medali emas gelaran olah raga terbesar sejagat . Penyebabnya banyak, namun yang paling mendasar adalah saat itu aku baru kelas 2 SD yang seingatku belum ngeh dengan yang namanya Olimpiade. Semua itu diperparah dengan belum masuknya Listrik ke desaku sehingga menonton TV pada malam hari kadang menjadi sesuatu yang mahal atau sebuah perjuangan tepatnya). Menariknya kalau diingat-ingat, hal yang mengingatkan aku pada masa tahun berlangsungnya Olimpiade Barcelona, itu adalah Lagu “Barcelona-nya” pedangdut Ona Sutra yang sering terdengar di radio dan TVRI…

Tentu menjadi sebuah rasa penasaran tersendiri melihat detik-detik menegangkan perebutan medali emas itu. Walau sebenarnya Indonesia cukup lega karena terjadi all Indonesian Final di tunggal putra, antara Ardy B. Wiranata vs Alan Budikusuma, sehingga secara defacto satu emas sudah dalam genggaman. Rasa penasaran itu adalah bagaimana Susy Susanty melawan salah satu musuh bebuyutannya : Bang Soo Hyun dari Korea.

Dan setelah mencari kemana-mana termasuk browsing keberbagai situs internet yang menjual berbagai VCD/DVD olah raga namun tidak mendapatkan juga. Justru disebuah stand penjual pernak pernik saat pergelaran Indonesia Open 2008, VCD pertandingan final Bulutangkis Final itu kudapatkan (walau versi bajakan tentunya).

Menyaksikan partai final saat itu memang sangat menegangkan. Karena Susy bahkan sempat tertinggal di set pertama 11 : 5 dari Bang Soo Hyun, yang memiliki smash keras. Namun setelah sempat diabuat dag-dig-dug karena kekalahan diset pertama itu, saya membayangkan masyarakat indonesia tersenyum saat satu persatu smash keras Bang Soo Hyun bisa dipatahkan. Begitu juga juga dengan drop shoot dan netingnya. Semua itu tentu membuat Hyun kaget dan serba salah, apalagi lob kebelakang yang sulit di smaspun semakin menguras tenaga, hingga akhirnya Susy berbalik unggul 11 : 5 pada set ke dua.

Saya yakin, pada set ke tiga, semua masyarakat Indonesia berdo’a agar keunggulan itu kembali terjadi. Stamina yang sudah terkuras ditambah pukulan-puklan yang bisa dipatahkan menjadikan Hyun semakin tersudut. Dan walau Hyun masih bisa memberikan perlawanan ketat, tapi Susy tetap bisa bisa mengatur irama permainan hingga emaspun berhasil diraihnya setelah menghempaskan Bang Soo Hyun 11 : 3. Semua masyarakat Indonesia terharu, seperti komentator di TV (Ibu Minarni yang juga mantan antlet Bulu Tangkis) yang sampai tak dapat berkata-kata bahkan harus meninggalkan studio karena terharu…



Empat tahun kemudian,

Olimpiade Atlanta 1996, Saat itu hampir semua tahapan baik upacara pembukaan maupun pertandingan dan perlombaan kuikuti melalui TVRI tercinta, dan puncaknya adalah saat perebutan medali emas ganda putra Ricky Soebagja dan Rexy mainaky melawan ganda tangguh dari negeri jiran Malaysia, Yap Kim Hock- Soo Beng Kiang. Partai ini menjadi sangat penting karena dari Ricky-Rexy lah harapan emas terakhir indonesia tersisa setelah sebelumnya Mia Audina yang memberi kejutan manis dengan melangkah ke final kalah dari Bang Soo Hyun, yang di semi final juga berhasil merevans Kekalahan empat tahun sebelumnya atas Susy Susanty.

Set pertama Ricky-Rexy kalah dari ganda Malaysia, Tegang rasanya! Set ke dua lebih snewen rasanya kalau diingat-ingat, karena pengumpulan angka Ricky-Rexy juga ketinggalan lagi. Namun satu persatu angka berhasil diraih hingga memaksa rubber set. Nah di partai ke tiga inilah suasana riuah penuh dengan teriakan, ketegangan dan harap harap cemas hati berdo’a memenuhi ruangan. Akhirnya kerja keras Ricky-Rexy dan Do’a segenap rakyat Indonesia membuat Tuhan kembali memberik karunia : Medali emas di leher, Indonesia raya berkumandang.

Delapan tahun kemudian,

Adalah pasangan ganda putra Indonesia, Candra Wijaya-Tony Gunawan, yang lagi-lagi menorehkan catatan manis di Olimpiade Sidney 2000. Ia berhasil meraih medali emas setelah mengalahkan ganda Korea

Indonesia sebenarnya sangat berpeluang untuk meraih medali Emas tambahan melalui tunggal putra yang saat itu tengah matang-matangnya : Hendrawan. Namun diluar dugaan Hendrawan justru kalah dipartai final dari tunggal putera China Ji Xin Peng, yang sebenarnya tidak terlalu bersinar dalam karirnya. Bahkan saat itu ia kalah pamor dinading kompatriotnya Xia Xuanze. Selain di tunggal puera, emas yang sudah didepan mata juga gagal diraih ganda Campuran Trikus Heryanto dan Minarti Timur. Padahal pada game ke dua Trikus-Minarti sudah unggul jauh, dan sepertinya akan pulang membawa emas. Namun takdir kembali berbicara lain, satu per satu ganda campuran China mengejar, dan justru akhirnya yang menjadi kampiun.

12 tahun kemudian,

Olimpiade Athena, Walau tidak difavoritkan dan mulai kalah pamor dari Lin Dan, Taufik Hidayat berhasil meneruskan tradisi emas Olimpiade. Olimpiade ini juga menjadi catatan khusus karena di bagian puteri Indonesia tidak satupun menyertakan wakilnya di tunggal dan ganda puteri.



Tahun ini,

Olimpiade Beijing baru saja usai. Partai final yang umumnya dimaikan sore hari membuat aku tidak bisa menyaksikan secara leluasa, apalagi mendekati jam siaran berita sore : Jam Panik kata temanku! Akhirnya bekerja sistematis dan cepat serta curi-curi waktu adalah acara agar aku tidak melewatkan partai semi final dan final Bulu tangkis. Saat Markis Kido-Hendra Setiawan kalah di set pertama sepertinya pasrah rasanya, karena lawan yang dihadapi adalah Cai Yun dan Fu Faifeng yang smashnya keras dan kompaknya bukan main. Tapi ternnyata Kido-Hendra bisa membalikkan keadaaan hingga menang di set ke dua dan terus memimpin di set ke tiga. Indonesia menang!! Indonesia dapat emas!! teriakan, tepuk tangan dan saling bersalaman bahkan berangkulanpun terjadi di ruang redaksi. Intinya wajah-wajah bahagia terlihat bertebaran di ruang redaksi, rasanya jadi kompak banget orang-orang di ruangan kerja itu…tempat kerja yang bukan taman bunga itu, tiba-tiba sejenak menjadi Taman Senopati yang menyegarkan dengan detak jantung penuh rasa bangga.

Sayang sehari setelah itu, Justru Nova Widiyanto- Liliyana Natsir yang mempunyai kans besar setelah bertempur mati-matian di semi final melawan He Hanbin-Du Jing, justru kalah mudah dari Le Yong Dae-Le Jo Hyun. Yang menyesakkan, permainnya tidak berkembang dan seperti pemain yang baru dipasangkan. Gemas rasanya, apalagi ia merupakan unggulan pertama. Tapi yakinlah mereka sudah berusaha keras!! Dan pertandingan memang hanya memunculkan satu pemenang…

Setelah empat tahun sebelumnya dipandang sebelah mata, tahun ini sektor putri berhasil mengirimkan wakilnya. Adalah Maria Kristin, tungga puteri yang tidak mau menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Satu persatu pemain dengan peringkat tertinggi berhasil dikalahkan, termasuk Tine Rasmussen dari Denmark yang paling ditakuti skuad puteri China. Dan benar saja, di babak semi final tiga dari empat kontestannya adalah puteri China, Xie Xing Fang, Zhang Ning dan Lu Lan.

Walau pernah mengalahkan Zhang Ning di Semi final Indonesia Terbuka 2008 di Jakarta, Maria terlihat kewalahan mengatasi pukulan mematikan Zhang hingga membuat Maria hanya sampai di semi final. Susah membayangkan Maria meraih medali awalnya, karena lawan yang dihadapi lagi-lagi tunggal puteri China. Kali ini masa depan puteri China, Lu Lan. Set pertama Maria didikte dan kalah mudah. Tak disangka set kedua setelah susah payah Maria berhasil unggul. Dan Set ketiga melalui drama yang panjang, karena sempat unggul jauh namun nyaris terkejar, Maria akhirnya bisa membuat Lu Lan bersimbah air mata meratapi kegagalannya. Selamat Maria!!

Sementara itu, Zhang Ning yang sudah berusia 33 tahun berhasil mengalahkan unggulan pertama Xie Xing Fang, sekaligus memupus impian mewujudkan pengantin emas olimpiade bersama Lin Dan, seperti Susy dan Alan. Dan fantastisnya Zhang Ning ternyata bisa mempertahankan Emas yang diraihnya empat tahun lalu setelah mengalahkan Mia Audina di final, yang saat itu telah membela Belanda. Zhang Ning adalah atlet tua yang sebenarnya diawal karirnya mengalami cobaan berat karena prestasinya selalu tenggelam dibanding atlet-atlet lainnya, bahkan pernah kalah dari Mia Audina pada Final Uber Cup 1994 yang membuat Piala Uber direbut Indonesia.


Bulu Tangkis terancam tidak dipertandingkan di Olimpiade

Romantisme medali emas yang selalu di raih Indonesia pada gelaran Olimpiade sepertinya mendapatkan ancaman serius. Popularitas bulu tangkis yang semakin menurun bahkan hanya berada di peringkat ke-4 dari bawah membuat wacana tidak mempertandingkan olah raga ini semakin mengemuka. Apalagi sejak dipertandingkan pertama kali tahun 1992 lalu, bulu tangkis selalu dikuasai China, Indonesia, Korea dan Denmark. Nyaris negara-negara lain tidak terlalu dapat berbicara banyak.

Apa sebenarnya yang membuat masyarakat dunia tidak terlalu suka dengan Bulu Tangkis? Padahal dalam beberapa literatur bulu tangkis pernah menjadi olah raga yang diminati masyarakat barat dengan strata sosial tingka atas. Kenapa Bulu tangkis bisa menjadi olah raga yang tidak begitu populer di Eropa, Afrika dan Amerika? Dan pertanyaan lainnya, apa yang harus segera dilakukan agar cabang olah raga ini bisa terus dipertandingkan dan semakin populer mengingat masih ada empat tahun persiapan?...

Mampukah kita eraih medali emas Olimpiade jika tanpa Balu Tangkis?

Dan untuk cabang Angkat Besi yang kembali menorehkan prestasinya, Kami juga Bangga kepada anda semua



Setelah Penutupan Olimpiade Beijing,

By : TOMY RISTANTO

Nova Wariskan Semangat Pantang Menyerah


.



Di ujung karirnya, Nova Widianto gagal memwujudkan sejarah untuk merebut kembali gelar juara ganda campuran turnamen bulu tangkis tertua, All England.

Nova yang berpasangn dengan Liliyana Natsir harus menyerah di final di Indoor Arena, Birmingham saat menghadapi pasangan China, Zhang Nan/Zhao Yunlei 14-21 27-25 18-21.

Pada game pertama, Nova/Liliyana sepertinya akan menang mudah. Tertinggal 0-1 lebih dulu, pasangan Indonesia ini unggul 9-5 dan melaju hingga 18-14. Mereka banyak memperoleh poin melalui pukulan silang Nova Widianto.

Namun pada kedudukan 18-14, Nova seperti kehilangan konsentrasi. Pukulan-pukulannya banyak yang tanggung sehingga dengan mudah dimatikan pasangan China. Tidak tanggung-tanggung pasangan China merebut tujuh poin sehingga menutup game pertama 21-14.

Di game kedua, kondisi tidak berubah. Nova yang seperti kehabisan nafas menjadi incaran pasangan muda China ini. Mereka memancing smash-smash pemain berusia 31 tahun tersebut yang memang tidak lagi terlalu mematikan.

Nova/Butet sempat memimpin 10-6 sebelum pasangan China mampu membalik keadaan dan unggul 10-11. Kondisi Nova/Butet diperparah dengan permainan Butet yang juga menurun. Bola drive mau pun netting dan cegatan di depan netnya kerap tidak jalan.

Angka pun menjadi seperti sulit didapat. Setelah unggul 14-12, 14-14. Nova/Butet menyodok 16-14 sebelum kembali disamakan menjadi 16-16 setelah pukulan Liliyana menyangkut di net. Pasangan China menambah poin setelah pukulan Butet terlalu melebar. Bahkan pasangan China ini mampu mencapai match-point terlebih dulu 20-19.

Namun di sinilah kita melihat daya juang Nova Widianto, Menyadari ini merupakan kesempatan terakhir buatnya, ia mampu memksakan deuce 20-20 dan bahkan akhirnya lewat pertarungan dramatik mereka mampu memaksakan rubber game dengan merebut game kedua 27-25.

Game ketiga berlangsung menegangkan. Nova/Butet mampu unggul 11-8 dan 14-11. Namun pasangan China kemudian mampu menemukan kembali bentuk terbaiknya dan menang 21-18.

Bagi Nova Widianto, final All England ini menjadi penutup karirnya yang cukup cemerlang di dunia bulu tangkis. Menurut rencana, pasangan ini akan diceraikan. Liliyana akan mendapatkan pasangan baru Devin Lahardi Fitriawan.

Pasangan Nova/Liliyana selama beberapa tahun telah memperlihatkan prestasi cemerlang dengan menempatkan diri sebagai ganda terkuat di dunia. Mereka sempat dua kali menjadi juara dunia serta merebut medali perak Olimpiade Beijing 2008 lalu.

Ganda campuran Indonesia yang terakhir kali berjaya di arena All England adalah Christian Hadinata/Imelda Wiguna yang meraihnya pada 1979. Tampaknya butuh waktu yang lama lagi untuk mengulang prestasi ini.

Meski gagal mengulang sejarah, Nova/Liliyana telah memperlihatkan sesuatu yang hilang dari dunia bulu tangkis Indonesia, dengan semangat yang pantang menyerah dan memiliki keinginan meraih dan memberikan yang terbaik. Anyway, terima kasih Nova....

Nova/Liliyana Gagal,Harus Ada Evaluasi Menjelang Thomas-Uber


.


Satu-satunya harapan Indonesia untuk meraih gelar juara All England 2010 pupus setelah ganda campuran Nova Widianto/Lilyana Natsir kalahk dari pasangan Cina yang tak diunggulkan, Zhang Nan/Zhao Yunlei.

Malaysia merebut satu gelar lewat tunggal putra Lee Chong Wei yang menang atas pemain Jepang Kenichi Tago, dua set langsung.

Sementara Denmark merebut gelar tunggal putri setelah Tina Rasmussen mengalahkan unggulan utama asal Cina.

Pasangan ganda campuran Indonesia yang merupakan unggulan ketiga kalah dalam pertandingan selama 90 menit dengan angka 18-21, 25-23 dan 18-21.

Nova Widianto mengakui kunci kemenangan pemain Cina dalam pertandingan tadi lebih karena pertahanan mereka yang bagus.

''Saya akui sejak memasuki lapangan tadi kondisi fisik saya agak beda tidak prima seperti kemarin. Selain itu sejak kemarin mereka bisa tampil fight dan memang mereka bagus hari ini,'' kata Nova kepada wartawan BBC Andreas Nugroho di Birmingham.

Pasangan Nova/Lilyana ini adalah finalis All England tahun 2008, namun mereka juga dikalahkan oleh pasangan asan Cina lainnya, Zheng Bo/Gao Ling.

Pelatih Indonesia Aryono mengatakan pemainnya sudah tampil cukup bagus namun ternyata Cina lebih baik hari ini dan kemungkinan pasangan ini akan dipertahankan.

''Permainan mereka sudah cukup bagus sekali, kalau melihat penampilan yang cukup bagus hari ini, mereka akan dipertahankan. Setelah ini mereka akan tampil di kejuaraan dunia di Prancis, semoga bisa dapat gelar di sana,'' katanya.


Secara keseluruhan, penampilan Nova/Liliyana tidak sebaik di babak semifinal ketika mengalahkan pasangan Korea yang merupakan juara Olimpiade Beijing, Lee Yong-dae/Lee Hyo-jung, dengan skor 21-16, 18-21, 21-8.

Kegagalan tim Indonesia merebut satu gelar pun di All England ini memperpanjang paceklik gelar dalam kejuaraan ini yang terjadi sejak tahun 2003.

Saat itu pasangan ganda putra Sigit Budiarto/Chandra Wijaya merebut gelar di nomor ganda putra.


Banyak kesalahan

Ketua Subbidang Pelatnas PB PBSI Christian Hadinata mengatakan, Nova/Liliyana terlalu banyak membuat kesalahan, terutama menjelang akhir game.

”Sebaliknya pemain China bermain bagus karena tidak mempunyai beban. Meski pemain dari babak kualifikasi, mereka sangat berkualitas. Itu sebabnya, mereka bisa menumbangkan para unggulan,” ujar Christian.

Dengan tidak meraih satu gelar pun, Indonesia secara keseluruhan gagal di turnamen All England episode ke-100 ini. Menurut Christian, hasil ini menjadi peringatan bagi Indonesia di turnamen beregu Piala Thomas-Uber. ”Tentu harus ada evaluasi,” kata Christian.


Lee Chong Wei

Pemain tunggal putra asal Malaysia, Lee Chong Wei, akhirnya menuntaskan ambisinya menjuarai All England.

Chong Wei dalam pertandingan hari ini mengalahkan pemain non unggulan asal Jepang, Kenichi Tago 21-19 dan 21-19.

Seperti diduga sebelumnya Tago memang memberikan perlawanan ketat sebelum melepas Chong Wei memegang trophy juara tahun ini.

Saat Chong Wei unggul 20-17 di set kedua, Tago sempat mengejar hingga menjadi 20-19.

Namun berkat kematangan finalis All England tahun lalu itu kemenangan di set ini akhirnya dia tutup pada posisi 21-19.

"Saya tidak pernah liat Tago main sebagus ini, sejak kemarin saya melihat dia main bagus. Saya senang akhirnya saya menang meski saya tidak berada dalam kondisi terbaik," kata Chong Wei seusai pertandingan.

Kemenangan Malaysia ini mengakhiri penantian mereka di turnamen ini setelah pemain tunggal mereka Muhammad Hafiz Hashim menjadi juara tahun 2003 lalu.

Sementara itu Denmark berhasil menambah satu gelar di nomor tunggal putri lewat pemain mereka Tina Rassmussen yang mengalahkan pemain unggulan pertama asal Cina, Wang Yihan 21-14 18-21 dan 21-19.

Kemenangan Tine sekaligus membalas kekalahannya pada final tahun lalu.

Denmark sudah memastikan satu gelar lainnya di nomor ganda putra setelah dua pasangan mereka Lars Paaske/ Jonas Rasmussen dan Mathias Bo/Carsten Mogensen saling berhadapan di partai final.

Bulutangkis dan Televisi Indonesia


.

Bulutangkis, Olah raga yang mengandalkan kekuatan, kelenturan, keakurasian dalam mengendalikan laju shutlecock yang terbuat dari buluangsa tetap menjadi primadona di Indonesia. Prestasi demi prestasi mendunia kerap ditorehkan oleh pemain-pemain Indonesia. Siapa yang tak kenal Ferry Sonevile, sang maestro bulutangkis Rudi Hartono, Lim Swie King dengan King Smeshnya, Haryanto “Smes 1000 Watt” Arbi, Christian Hadinata, Ferawati Fadjrin, dan masih banyak lagi deretan pemain Indonesia yang mempunyai prestasi dunia.

Bukan hanya prestasi regional macam sea games yang selalu menyumbangkan pundi-pundi emas bagi Indonesia, di forum yang lebih luas lagi seperti Asian Games bahkan Olimpiade, tradisi mempersembahkan medali emas dari Bulutangkis selalu terjadi. Pengantin emas Susi Susanti – Alan Budi kusuma, Ricky Subagja / Rexi Mainaki, Taufik Hidayat membuat nama Indonesia bertengger di daftar elite dunia.

Namun prestasi spektakuler yang di buat oleh para pemain Indonesia di ajang Internasional tidak juga membuat hati para pengusaha media elektronik alias media televisi terbuka. Jarang dilihat pertandingan lokal bahkan Internasional ditayangkan di media televisi. Berbanding terbalik dengan penayangan pertandingan sepakbola yang selalu membanjiri seluruh media televisi yang ada di tanah air ini. Media televisi seakan-akan jor-joran menanyangkan pertandingan sepakbola. Dari mulai pertandingan liga yang dilangsungkan di negeri yang jauh dari Indonesia sampai pertandingan Piala Dunia selalu menjadi incaran para media televisi. Media televisi akan menjadi sangat bangga apabila stasiun televisi mereka menjadi penyelenggara siaran resmi piala dunia sepakbola. Mereka bangga meski Indonesia tidak ada diantara jawara sepakbola. Bisa dibayangkan berapa milyar habis di buang oleh media televisi hanya untuk menayangkan pertandingan yang ironisnya tidak diikuti oleh anak bangsa.

Ada yang mengatakan bahwa salah satu penyebab mengapa bulutangkis enggan di jamah oleh media televisi dikarenakan bulutangkis kurang menjual dibanding sepakbola. Namun hal ini hendaklah tidak dijadikan alasan bagi para pengusaha televisi untuk tidak melirik bulutangkis sebagai olahraga yang menjual. Jumlah peminat dan pecinta olahraga tepok bulu di negeri ini sangatlah besar. Apalagi jika dilihat dari segi fanatisme terhadap pemain Indonesia. Tengoklah pada saat Indonesia menjadi tuan rumah perhelatan Piala Thomas dan Uber tahun lalu. Istora Senayan tak sanggung menampung penonton yang membludak. Sampai-sampai panitia harus memasang GIANT SCREEN di pelataran parkir khusus disediakan bagi para pecinta bulutangkis yang tidak kebagian masuk kedalam Istora. Sementara para calo tiket berkeliaran mencari keuntungan sesaat, melihat meluapnya penonton yang ingin menyaksikan jagoan-jagoannya bertanding.

Tapi, apa lacur. Fanatisme penonton dan pecinta bulutangkis Indonesia tidak di tangkap oleh media televisi. Media televisi tetap enggan menjamah bulutangkis. Gerakan facebookers untuk mendukung penayangan siaran bulutangkis di televisi belum mendapat realisasi. Meski Trans 7 telah memulai dengan penayangan putaran final piala thomas dan Uber pada tahun lalu. Belakangan hanya Global TV yang sesekali memanjakan pecinta bulutangkis dengan suguhan kelas Super Series.

Entah sampai kapan media televisi akan terketuk hatinya untuk menayangkan pertandingan bulutangkis di televisi. Jika yang dijadikan acuan prestasi, jelas bulutangkis Indonesia lebih berprestasi dibanding sepakbola. Lihatlah pada laga Sea games 2009 di Laos, tim sepakbola Indonesia tidak bisa meraih medali meski itu Cuma medali perunggu sekalipun dan yang lebih menyedihkan tim Indonesia sudah harus angkat koper sebelum pertandingan semifinal di langsungkan. Sementara tim bulutangkis Indonesia sudah mengkoleksi satu medali emas, satu perak dan masih terus akan mendulang medali di nomor perorangan.

* sangat berharap ada pihak pengelola TV yang membaca dan akhirnya bersedia untuk menayangkan pertandingan-pertandingan bulutangkis yang memiliki penggemar yang cukup banyak dan prestasi yang lebih baik daripada olahraga bola sepak.(sepak bola,..hehehehhe)