Dari bulutangkis untuk Haiti


.


Para pemain bulutangkis papan atas dunia memiliki cara unik untuk membantu para korban gempa bumi Haiti.

Di bawah koordinasi Solidarity through Badminton (Solibad), mereka terlibat dalam proyek "1.000 raket untuk Haiti".

Solibad adalah organisasi amal baru yang diluncurkan bersamaan dengan turnamen All England di Birmingham pekan lalu.

"Kami ingin mengumpulkan peralatan bulutangkis dari seluruh dunia untuk membantu anak dan remaja di Haiti," kata Raphael Sachetat, pendiri Solibad.

"Diharapkan dengan bermain bulutangkis, mereka bisa mengatasi trauma yang mereka alami."

Banyak di antara anak dan remaja ini yang masih tinggal di kam-kam pengungsian.

"Bulutangkis bisa membantu mereka kembali menjalani kehidupan secara normal," tambah Sachetat.
Kaos Lee Chong Wei


Mereka yang aktif membantu Solibad antara lain Pi Hongyan, Zhou Mi, Nathan Robertson, Koo Kien Keat, dan Taufik Hidayat.

"Falsafah hidup saya sama dengan tujuan yang ingin dicapai Solibad," kata Zhou Mi kepada para wartawan.

Robertson menambahkan bahwa ini adalah proyek unik. "Saya gembira karena bulutangkis menjadi cabang olahraga pertama yang mengambil prakarsa seperti ini," kata pemain bulutangkis dari Inggris tersebut.

Sachetat berjanji uang yang dikumpulkan dari kegiatan amal ini seluruhnya akan disumbangkan kepada para korban.

Pemain nomor satu Malaysia Lee Chong Wei menyumbangkan kaos yang dia pakai ketika menjuarai nomor tunggal putra All England hari Minggu lalu.

Uang hasil lelang kaos ini ia serahkan kepada para korban gempa bumi Haiti melalui Solibad.

Solibad menggandeng organisasi internasional Peace and Sport dan Komite Olimpiade Haiti untuk menggalang dana dan peralatan bulutangkis di seluruh dunia.

BBC Indonesia

Your Reply