Nova/Liliyana Gagal,Harus Ada Evaluasi Menjelang Thomas-Uber


.


Satu-satunya harapan Indonesia untuk meraih gelar juara All England 2010 pupus setelah ganda campuran Nova Widianto/Lilyana Natsir kalahk dari pasangan Cina yang tak diunggulkan, Zhang Nan/Zhao Yunlei.

Malaysia merebut satu gelar lewat tunggal putra Lee Chong Wei yang menang atas pemain Jepang Kenichi Tago, dua set langsung.

Sementara Denmark merebut gelar tunggal putri setelah Tina Rasmussen mengalahkan unggulan utama asal Cina.

Pasangan ganda campuran Indonesia yang merupakan unggulan ketiga kalah dalam pertandingan selama 90 menit dengan angka 18-21, 25-23 dan 18-21.

Nova Widianto mengakui kunci kemenangan pemain Cina dalam pertandingan tadi lebih karena pertahanan mereka yang bagus.

''Saya akui sejak memasuki lapangan tadi kondisi fisik saya agak beda tidak prima seperti kemarin. Selain itu sejak kemarin mereka bisa tampil fight dan memang mereka bagus hari ini,'' kata Nova kepada wartawan BBC Andreas Nugroho di Birmingham.

Pasangan Nova/Lilyana ini adalah finalis All England tahun 2008, namun mereka juga dikalahkan oleh pasangan asan Cina lainnya, Zheng Bo/Gao Ling.

Pelatih Indonesia Aryono mengatakan pemainnya sudah tampil cukup bagus namun ternyata Cina lebih baik hari ini dan kemungkinan pasangan ini akan dipertahankan.

''Permainan mereka sudah cukup bagus sekali, kalau melihat penampilan yang cukup bagus hari ini, mereka akan dipertahankan. Setelah ini mereka akan tampil di kejuaraan dunia di Prancis, semoga bisa dapat gelar di sana,'' katanya.


Secara keseluruhan, penampilan Nova/Liliyana tidak sebaik di babak semifinal ketika mengalahkan pasangan Korea yang merupakan juara Olimpiade Beijing, Lee Yong-dae/Lee Hyo-jung, dengan skor 21-16, 18-21, 21-8.

Kegagalan tim Indonesia merebut satu gelar pun di All England ini memperpanjang paceklik gelar dalam kejuaraan ini yang terjadi sejak tahun 2003.

Saat itu pasangan ganda putra Sigit Budiarto/Chandra Wijaya merebut gelar di nomor ganda putra.


Banyak kesalahan

Ketua Subbidang Pelatnas PB PBSI Christian Hadinata mengatakan, Nova/Liliyana terlalu banyak membuat kesalahan, terutama menjelang akhir game.

”Sebaliknya pemain China bermain bagus karena tidak mempunyai beban. Meski pemain dari babak kualifikasi, mereka sangat berkualitas. Itu sebabnya, mereka bisa menumbangkan para unggulan,” ujar Christian.

Dengan tidak meraih satu gelar pun, Indonesia secara keseluruhan gagal di turnamen All England episode ke-100 ini. Menurut Christian, hasil ini menjadi peringatan bagi Indonesia di turnamen beregu Piala Thomas-Uber. ”Tentu harus ada evaluasi,” kata Christian.


Lee Chong Wei

Pemain tunggal putra asal Malaysia, Lee Chong Wei, akhirnya menuntaskan ambisinya menjuarai All England.

Chong Wei dalam pertandingan hari ini mengalahkan pemain non unggulan asal Jepang, Kenichi Tago 21-19 dan 21-19.

Seperti diduga sebelumnya Tago memang memberikan perlawanan ketat sebelum melepas Chong Wei memegang trophy juara tahun ini.

Saat Chong Wei unggul 20-17 di set kedua, Tago sempat mengejar hingga menjadi 20-19.

Namun berkat kematangan finalis All England tahun lalu itu kemenangan di set ini akhirnya dia tutup pada posisi 21-19.

"Saya tidak pernah liat Tago main sebagus ini, sejak kemarin saya melihat dia main bagus. Saya senang akhirnya saya menang meski saya tidak berada dalam kondisi terbaik," kata Chong Wei seusai pertandingan.

Kemenangan Malaysia ini mengakhiri penantian mereka di turnamen ini setelah pemain tunggal mereka Muhammad Hafiz Hashim menjadi juara tahun 2003 lalu.

Sementara itu Denmark berhasil menambah satu gelar di nomor tunggal putri lewat pemain mereka Tina Rassmussen yang mengalahkan pemain unggulan pertama asal Cina, Wang Yihan 21-14 18-21 dan 21-19.

Kemenangan Tine sekaligus membalas kekalahannya pada final tahun lalu.

Denmark sudah memastikan satu gelar lainnya di nomor ganda putra setelah dua pasangan mereka Lars Paaske/ Jonas Rasmussen dan Mathias Bo/Carsten Mogensen saling berhadapan di partai final.

Your Reply