
Di ujung karirnya, Nova Widianto gagal memwujudkan sejarah untuk merebut kembali gelar juara ganda campuran turnamen bulu tangkis tertua, All England.
Nova yang berpasangn dengan Liliyana Natsir harus menyerah di final di Indoor Arena, Birmingham saat menghadapi pasangan China, Zhang Nan/Zhao Yunlei 14-21 27-25 18-21.
Pada game pertama, Nova/Liliyana sepertinya akan menang mudah. Tertinggal 0-1 lebih dulu, pasangan Indonesia ini unggul 9-5 dan melaju hingga 18-14. Mereka banyak memperoleh poin melalui pukulan silang Nova Widianto.
Namun pada kedudukan 18-14, Nova seperti kehilangan konsentrasi. Pukulan-pukulannya banyak yang tanggung sehingga dengan mudah dimatikan pasangan China. Tidak tanggung-tanggung pasangan China merebut tujuh poin sehingga menutup game pertama 21-14.
Di game kedua, kondisi tidak berubah. Nova yang seperti kehabisan nafas menjadi incaran pasangan muda China ini. Mereka memancing smash-smash pemain berusia 31 tahun tersebut yang memang tidak lagi terlalu mematikan.
Nova/Butet sempat memimpin 10-6 sebelum pasangan China mampu membalik keadaan dan unggul 10-11. Kondisi Nova/Butet diperparah dengan permainan Butet yang juga menurun. Bola drive mau pun netting dan cegatan di depan netnya kerap tidak jalan.
Angka pun menjadi seperti sulit didapat. Setelah unggul 14-12, 14-14. Nova/Butet menyodok 16-14 sebelum kembali disamakan menjadi 16-16 setelah pukulan Liliyana menyangkut di net. Pasangan China menambah poin setelah pukulan Butet terlalu melebar. Bahkan pasangan China ini mampu mencapai match-point terlebih dulu 20-19.
Namun di sinilah kita melihat daya juang Nova Widianto, Menyadari ini merupakan kesempatan terakhir buatnya, ia mampu memksakan deuce 20-20 dan bahkan akhirnya lewat pertarungan dramatik mereka mampu memaksakan rubber game dengan merebut game kedua 27-25.
Game ketiga berlangsung menegangkan. Nova/Butet mampu unggul 11-8 dan 14-11. Namun pasangan China kemudian mampu menemukan kembali bentuk terbaiknya dan menang 21-18.
Bagi Nova Widianto, final All England ini menjadi penutup karirnya yang cukup cemerlang di dunia bulu tangkis. Menurut rencana, pasangan ini akan diceraikan. Liliyana akan mendapatkan pasangan baru Devin Lahardi Fitriawan.
Pasangan Nova/Liliyana selama beberapa tahun telah memperlihatkan prestasi cemerlang dengan menempatkan diri sebagai ganda terkuat di dunia. Mereka sempat dua kali menjadi juara dunia serta merebut medali perak Olimpiade Beijing 2008 lalu.
Ganda campuran Indonesia yang terakhir kali berjaya di arena All England adalah Christian Hadinata/Imelda Wiguna yang meraihnya pada 1979. Tampaknya butuh waktu yang lama lagi untuk mengulang prestasi ini.
Meski gagal mengulang sejarah, Nova/Liliyana telah memperlihatkan sesuatu yang hilang dari dunia bulu tangkis Indonesia, dengan semangat yang pantang menyerah dan memiliki keinginan meraih dan memberikan yang terbaik. Anyway, terima kasih Nova....
Labels
Thomas Uber Cup
all england
HasiL Kuis Khayalan Valentinan
OM FRED
Serba-Serbi Atlet
STATEMENT
TAGLINE
TERBAIK
badminton
kyouchantika
Copenhagen Master
KICK ANDY
Panglima TNI Cup
Wawancara Atlet
IBSG KUIS
Kejuaraan Nasional
Liliyana Natsir
Ramalan Badminton
Sirkuit Nasional
Tournament Events
Hasil Kuis Akhir Taun
Kejuaraan Asia Junior
Korea Super Series
SELEKNAS
swiss super series 2010
No Comments
Nova Wariskan Semangat Pantang Menyerah
.