Hendra Sakit, Kido Nganggur


.

JAKARTA (Suara Karya): Akibat Hendra Setiawan batal tampil karena sakit demam berdarah, pebulutangkis ganda putra Markis Kido dipastikan jadi penonton saat tim Thomas Indonesia bertanding melawan Singapura pada pertandingan penyisihan pertama, Senin (22/2). Kido, yang menjadi pasangan Hendra ini, hanya akan duduk di pinggir lapangan untuk menyaksikan rekannya yang lain di laga perdana tim Thomas Indonesia pada pertandingan yang berlangsung di Nakhorn Ratchasima, Thailand, tersebut.

Namun, pelatih ganda putra Sigit Pamungkas mengatakan, Kido tidak diturunkan bukan karena pasangannya, Hendra Setiawan, tidak tampil. Sigit beralasan, pihaknya menyimpan Kido karena ini memberi kesempatan tampil kepada pemain muda.

"Kido akan saya simpan selama babak penyisihan grup, jadi bukan karena Hendra absen. Pada babak kualifikasi grup, saya ingin mencoba pemain muda," kata Sigit.

Untuk tim Thomas, formasi yang disusun sementara ini memasukkan nama Taufik Hidayat, Sony Dwi Kuncoro, dan Simon Santoso di bagian tunggal. Sementara di bagian ganda ditempati pasangan Rian Sukmawan/Yonathan Dasuki dan Alven Yulianto/ Muhammad Ahsan.

Manajer tim Thomas, Yacob Rusdianto, mengatakan, susunan ini baru sementara dan baru bisa dipastikan empat jam sebelum pertandingan. "Kita akan lihat kondisi terakhir pemain. Jika ada yang tidak siap, ya diganti," kata Yacob.

Sementara untuk tim Uber, formasi pemain tunggal yang akan diturunkan adalah Adriyanti Firdasari, Maria Febe, dan Maria Kristin. Sedangkan di bagian ganda diisi pasangan Greysia Polii/Nitya Krishinda dan Lilyana Natsir/ Shendy Puspa. "Lilyana saya coba untuk memperkuat ganda kedua," kata pelatih ganda putri Aryono Miranat.

Hal senada juga diutarakan pelatih tunggal putri, Marleve Mainaki. Pihaknya memastikan pemain terbaik yang bakal diturunkan. Apalagi, mereka berada di grup maut (Grup X) bersama Korea Selatan, Thailand, Singapura, dan Sri Lanka.

Marleve mengaku, pihaknya tak ingin gambling. Sebab, hanya dua negara di setiap grup yang akan melangkah ke babak utama di Kuala Lumpur, Malaysia, Mei mendatang. "Kami terus menggenjot persiapan mereka. Beruntung tak ada pemain yang bermasalah dan kami siap merebut kemenangan," ujar Marleve.

Terkait dengan penyesuaian lapangan menjelang pertandingan, Jacob mengatakan, pihaknya tidak mengalami kendala serius.

Sony Dwi Kuncoro dkk memang tak ada masalah dengan kondisi lapangan Nakhon Ratchasima SportComplex. Sebab, sebagian dari tim Piala Thomas Indonesia pernah merasakan atmosfer itu saat memperkuat kontingen bulutangkis Indonesia di SEA Games (SEAG) 2007, Thailand.

"Mereka memang tak bermain di lapangan itu. Di SEAG, mereka tampil di Universitas Voongchavalitkul. Tapi, saya pikir tak ada masalah, karena yang terpenting anak-anak pernah merasakan sebelumnya," ujar Jacob. (Ant/Wem Fauzi)

Your Reply