Tentukan Peringkat Pelatnas, Gelar Kejuaraan Internal


.

JAKARTA - PB PBSI melakukan gebrakan memasuki 2010. Pada awal tahun ini, payung olahraga bulu tangkis tanah air itu menetapkan peringkat pelatnas dengan jalan mengadakan turnamen internal. Hasil turnamen yang dilabeli Piala Panglima TNI tersebut bakal dijadikan salah satu acuan dalam penetapan posisi pebulu tangkis di Cipayung, mar­kas pelatnas.

Peringkat itu nanti berpengaruh terhadap penentuan seorang pemain masuk kategori pelatnas kelas utama atau kedua. Selain itu, untuk menentukan apakah seorang pemain layak di pelatnas atau tidak.

"Turnamen ini diharapkan bisa membantu para pelatih serta bidang pembinaan dan presta­si (binpres) untuk menilai pemain," kata Lilik Sudarwati, wakil ketua pelaksana pertandingan.

"Ranking (peringkat) itu nanti menjadi salah satu pertimbangan untuk promosi dan degradasi posisi pemain. Namun, tidak mutlak. Sebab, ada unsur penilaian lain," tambah Lius Pongoh, ketua bidang pembinaan dan prestasi PB PBSI.

Turnamen Piala Panglima TNI sudah dimulai kemarin (5/1). Even yang berlangsung di Cipayung itu berakhir 11 Januari nanti. Kare­na turnamen tersebut dimaksudkan untuk pe­meringkatan pebulu tangkis pelatnas, pesertanya pun seluruh anggota pelatnas. Baik pe­latnas utama maupun pratama.

Semua anggota pelatnas bertanding satu sama lain sesuai nomornya dengan sistem setengah kompetisi. "Namun, tidak semua anggota pelatnas bisa tampil. Sebab, ada beberapa yang mengalami cedera," ujar Lilik.

Yang absen, antara lain, pasangan Greysia Polii/Nitya Krishinda, Nova Widianto/Liliyana Natsir, Tontowi Ahamd/Richi Puspita Dili, serta Devin Lahardi/Lita Nurlita. Greysia/Nitya absen karena Nitya mengalami cedera siku kanan. Pasangan Nova/Butet -sapaan akrab Liliyana- tidak bisa ikut karena Nova sudah telanjur izin memperpanjang masa liburannya.

Towi/Richi tidak bisa bertanding karena keduanya mengalami kendala dengan kebugarannya. Towi mengala­mi cedera engkel dan Richi baru saja menjalani operasi usus buntu. Devin/Lita absen lantaran ada kendala teknis. "Meski sebenarnya ada yang bisa main, kami tidak memperkenankannya. Sebab, kami ingin melihat peringkat murni mereka dengan pasangannya," papar Lius.

Dalam pertandingan hari pertama kemarin, terjadi kejutan besar. Peraih perunggu Olimpiade 2004 Athena Sony Dwi Kuncoro di­tumbangkan oleh pebulu tangkis pelatnas pratama Hermansyah. Sony dipaksa menyerah dua game langsung 15-21, 20-22.

Pada pertandingan kedua melawan Evert Sukamta, Sony justru tidak turun ke lapangan. Sony pun dinyatakan kalah WO. "Sony me­ngundurkan diri karena sakit demam. Sayang memang tanpa Sony. Tapi, kalau kondisinya seperti itu, mau bagaimana lagi," tutur Lilik.

Sementara itu, beberapa nama telah di­re­ko­mendasikan untuk promosi ke pelatnas. Mi­salnya, Dionysius Hayom Rumbaka di sektor tunggal pria, Mari Febe Kusumastuti di tunggal wa­nita, dan ganda pria Muhammad Ulinnuha/Ber­ry Angriawan. Mereka di­anggap layak masuk Cipayung karena tampil bagus dalam beberapa kejuaraan internasional sepanjang 2009.

"Tim pemandu bakat telah merekomendasikan mereka. Kami akan segera mengambil keputusan melalui rapat," sebut Lius. (fim/ang)

Your Reply