Piala Thomas-Uber : KUALIFIKASI SULIT


.

Melihat prestasi prestasi individu pemain tahun lalu, sulit rasanya buat tim Indonesia untuk meraih gelar juara Piala Thomas-Uber yang akan diperebutkan tahun ini. Jangankan diputaran final, skuad Indonesia sudah harus bekerja keras sejak di babak penyisihan.

"Tanpa ada Cina dan Malaysia, perjuangan kita tetap berat. Baik sektor putra maupun putri," kata Lius Pongoh, Kabid Pembinaan danprestasi PBSI.

Sebagai juara bertahan, Cina tak perlu melewati babak kualifikasi. Sedang Malaysia mendapatkan kemudahan karena statusnya sebagai tuan rumah.

Pada babak kualifikasi yang dimulai pada Februari, lawan berat yang mungkin menghadang adalah Korea, Jepang, Cina Taipe atau Thailand yang juga harus melewati penyisihan.

Pada 2008, saat turnamen dihelat di Jakarta, tim Thomas mentok di semifinal setelah kalh 0-3 dari Korea. Sedang tim Uber mencatat prestasi yang mungkin tak bisa terulang, masuk ke final sebelum kalah dari Cina 0-3.

Ketika itu pemain berpengalaman macam Taufik Hidayat dan Vita Marissa masih berada di pelatnas dan tergabung dalam tim. Tanpa mereka, hasil terkini bisa terlihat di ajang SEA Games.

Tim beregu putra memang berhasil meraih emas. Namun buat perebutan Piala Thomas, lawan yang lebih berat jelas akan menghadang.

Sedang di putri, Maria Kristin cs. terhenti di final setelah kalah dari 1-3 dari Malaysia. Dengan materi dan prestasi saat ini, jangankan menjadi juara, melaju hingga final saja merupakan tugas maha berat.

Solusi yang perlu dipikirkan untuk memperkuat tim Thomas dan Uber adalah mengakomodir peain seperti Taufik dan Vita. Atau memanggil pemain klub seperti Dionysius Hayom Rumbaka dan Maria Febe yang kualitasnya bisa diadu dengan tunggal ketiga pelatnas saat ini. (win)

Your Reply