
BBC Indonesia - Pasangan ganda campuran Nova Widianto/Liliyana Natsir membuka peluang Indonesia untuk merebut satu gelar di kejuaraan All England tahun ini.Nova/Liliyana mengalahkan pasangan asal Korea Selatan, Lee Yong Dae/ Lee Hyo Jung 21-16 18-21 dan 21-8.Meski sempat kalah di set kedua, pasangan unggulan kedua ini berhasil unggul cepat di set ketiga.Mereka memimpin perolehan angka lebih dahulu ketimbang set sebelumnya.Stamina pemain Korea Selatan terlihat menurun di set ini, beberapa kali mereka melakukan kesalahan sendiri.
"Kita kalau mau menang sama mereka harus siap capek, meski mereka tetap ulet tenaga mereka kali ini jauh berkurang dibanding penampilan mereka sebelumnya,"kata Nova kepada wartawan BBC Andreas Nugroho di Birmigham.
Dalam pertandingan final nanti Nova/Liliyana akan menghadapi pasangan ganda campuran asal Cina, Zhang Nan dan Zhao Yunlei .Dalam pertandingan hari ini mereka berhasil mengalahkan rekan senegaranya yang merupakan pasangan unggulan keempat He Hanbin/Yu Yuang dengan 21-14 dan 23-21.
Dalam pertemuan terakhirnya Nova/Liliyana pernah mengalahkan mereka.Nova berharap bisa memenangkan pertandingan yang menjadi pertandingan final keduanya selama mengikuti kejuaraan ini.
"Semoga kami bisa memberikan gelar di turnamen yang memasuki penyelenggaraan yang keseratus ini. Kami sudah melakukan persiapan matang untuk turnamen kali ini." said Nova Widianto
Bagi Nova Widianto, All England ini akan menjadi turnamennya yang terakhir bersama Liliyana Natsir. Pekan depan, pasangan ini akan dipisahkan, dengan Lilyana direncanakan mendapat pasangan baru, Devin Lahardi Fitriawan. Pengurus PB PBSI menganggap Liliyana Natsir membutuhkan pasangan baru untuk menggantikan Nova yang telah berusia 31 tahun.
Apabila mampu memenangi final Minggu, Nova/Butet akan mampu mengukir sejarah dengan merebut kembali gelar juara All England. Terakhir kali Indonesia menjuarai nomor tersebut saat Christian Hadinata/Imelda Wiguna menjadi juara pada 1979. Sementara Indonesia terakhir kali meraih gelar juara di All England saat Candra Wijaya/Sigit Budiarto menjuarai ganda putra pada 2003.
Di nomor tunggal putra pemain non unggulan asal Jepang, Kenichi Tago mampu mengalahkan pemain unggulan keenam asal China, Bao Chunlai dengan 18-21, 22-20 dan 21-18. Dia memupus harapan Cina untuk mendapatkan gelar di nomor ini.Dia menjadi orang Jepang pertama yang masuk final All England sejak Masao Akiyama melakukannya pada tahun 1966.
"Saya tidak berpikir apa-apa hari ini, saya akan lakukan yang terbaik untuk pertandingan besok."Pelatih tunggal Jepang asal Korea Selatan, Park Joobong mengatakan kunci penampilan pemainnya hari ini selain teknik juga mentalnya yang kuat.Dia tidak khawatir dengan pertandingan final melawan unggulan pertama asal Malaysia ,Lee Chong Wei.
"Saya tahu Chong Wei adalah pemain dunia, namun saat ini Tago sedang berada dalam bentuk permainan terbaiknya. Mental bertandingnya menjadi kunci kemenangan pertandingan nanti,"kata mantan pemain ganda terkuat asal Korea Selatan ini.
Pada pertandingan final All England tahun 1966 pemain Jepang Masao Akiyama juga menghadapi pemain asal Malaysia, Tan Aik Huang.Saat itu Tan Aik Huang yang merupakan finalis tahun sebelumnya berhasil mengalahkan Masao Akiyama.
Sementara itu, Indonesia kehilangan kesempatan untuk meraih satu gelar di nomor ganda putra, satu-satu-satunya pasangan yang tersisa, Markis Kido/Hendra Setiawan kalah dari pasangan Denmark Lars Paaske/Jonas Rasmussen melalui pertarungan tiga set, 21-14,13-21 dan 21-23.
Ganda putra Hendra Setiawan/Markis Kido gagal di semifinal.Sempat tampil menyakinkan di set pertama, Kido/Hendra akhirnya justru kalah di dua set berikutnya.Pemain ganda yang sudah tidak bergabung dengan pelatnas ini, sempat mempunyai peluang untuk memenangkan set penentuan hari ini.Sempat menyamai posisi 21-21 di set ketiga, pasangan ini gagal menuntaskan keunggulannya dan kalah 21-23.
"Kami mungkin kurang beruntung dan kedua kami sering melakukan kesalahan sendiri, sehingga lawan kemudian berbalik percaya diri untuk menekan kami," kata Hendra Setiawan.
Kemenangan pasangan Lars Paaske/Jonas Rasmussen hari ini membuat Denmark memastikan satu gelar di nomor ganda putra All England.
Sebelumnya pemain mereka yang juga unggulan keempat, Mathias Boe/Carsten Mogensen mengalahkan unggulan ketujuh asal Cina Guo Zhendong/Xu Chen 21-16 21-16.
Di nomor tunggal putri pemain Denmark lainnya Tine Rasmussen akan bertemu dengan ungulan pertama asal Cina, Wang Yihan,
Tine dalam pertandingann hari ini mengalahkan pemain asal India Saina Nehwal dengan 21-19 dan 21-17.Pertandingan final besok akan menjadi yang ketiga bagi Tine sejak tahun 2008, dia bahkan sempat menjuarai turnamen ini tahun 2008.Lawannya Wang Yihan dalam pertandingan semifinal hari ini mengalahkan rekan senegaranya Wang Xin dengan 21-17 dan 26-24.
Pertemuan Wang Yihan dengan Tine Rasmussen ini merupakan partai ulangan final kejuaraan serupa tahun lalu. Saat itu Wang Yihan mengalahkan Tine dengan 21-19, 21-23 dan 21-11.
Sementara itu untuk nomor ganda putri, pasangan nomor satu asal Cina, Du Jing/Yu Yang tidak terbendung untuk melaju ke babak final setelah mengalahkan rekan senegaranya, Pan Pan/Tian Qing 24-22 dan 21-10.
Pada pertandingan lainnya di nomor ganda putri, pasangan unggulan ketiga Cina, Cheng Su/ZhaoYunlei maju ke final setelah melewati unggulan kedua Ma Jin/Wang Xiaoli dengan 21-17 21-18.Cina memastikan satu gelar di nomor ini karena mereka berhasil menempatkan keempat pasangannya di semifinal.
*semoga Indonesia bisa pulang bawa gelar di nomor XD setelah 31 taun berharap .. amin :)
salam IBSG . salam -admin-
Labels
Thomas Uber Cup
all england
HasiL Kuis Khayalan Valentinan
OM FRED
Serba-Serbi Atlet
STATEMENT
TAGLINE
TERBAIK
badminton
kyouchantika
Copenhagen Master
KICK ANDY
Panglima TNI Cup
Wawancara Atlet
IBSG KUIS
Kejuaraan Nasional
Liliyana Natsir
Ramalan Badminton
Sirkuit Nasional
Tournament Events
Hasil Kuis Akhir Taun
Kejuaraan Asia Junior
Korea Super Series
SELEKNAS
swiss super series 2010
No Comments
ULASAN LENGKAP HASIL ALL ENGLAND SEMIFINAL
.