Taufik Hidayat: Saya masih berprestasi


.

Taufik Hidayat pertama kali tampil di All England tahun 1999
Pemain bulutangkis Indonesia Taufik Hidayat masih berharap bahwa sebelum karirnya berakhir, dia akan bisa menjuarai turnamen akbar All England.

Taufik muncul ke permukaan internasional pertama kali di tahun 1999 dengan menjadi finalis di Birmingham, prestasi yang diulanginya setahun kemudian, tetapi sejak itu, pemain asal Jawa Barat ini belum bisa meraih prestasi puncak di salah satu turnamen paling bergengsi di dunia tersebut.

Saya memang tidak banyak menjadi juara, namun saya beberapa kali masuk final. Di Prancis, Jepang, juga di Indonesia Terbuka. Saya cukup puas, karena walaupun kalah, saya hanya kalah dari pemain seperti Lin Dan atau Lee Chong Wei.

"Saya sudah menjuarai berbagai turnamen besar di dunia, juara Olimpiade, juara dunia, dan yang lain. Mudah-mudahan sebelum karir saya berakhir, saya bisa menjadi juara di All England," kata Taufik Hidayat dalam wawancara khusus dengan BBC.

Setelah bertahun-tahun resmi menjadi wakil Indonesia di berbagai turnamen internasional, Taufik sejak tahun 2009 keluar dari pelatnas.
Namun dia masih terjun di berbagai turnamen internasional, dan dia mengatakan puas dengan prestasinya selama tahun 2009 tersebut.

"Saya memang tidak banyak menjadi juara, namun saya beberapa kali masuk final. Di Prancis, Jepang, juga di Indonesia Terbuka. Saya cukup puas, karena walaupun kalah, saya hanya kalah dari pemain seperti Lin Dan atau Lee Chong Wei," kata Taufik.

Menurut dia sampai saat ini, Lin Dan dari Cina adalah pemain terbaik di dunia, walau Lee Chong Wei asal Malaysia merupakan pemain peringkat satu dunia.

"Setiap kali Lin Dan ikut turnamen dia pasti menjadi juara. Bila tidak ada Lin Dan maka Lee Chong Wei yang menjadi juara," kata Taufik seraya tertawa.

Selama tahun 2009, Taufik juga merasa puas karena dia masih menjadi pemain nomor satu di Indonesia, dari sisi peringkat dunia dibandingkan dua pemain lain yaitu Sony Dwi Kuncoro dan Simon Santoso.


Tempat latihan berbeda

Untuk tahun 2010, Taufik Hidayat melihat bahwa persaingan di tingkat dunia masih akan sama dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Sekarang ini belum tampak ada pemain junior yang menonjol. Saya kira persaingan masih sama seperti di tahun 2008 dan 2009. Peringkat pemain mungkin akan berubah-ubah tapi sebagian besar pemain yang menjadi juara masih yang itu-itu juga," kata pemain kelahiran Pandeglang, Jawa Barat tersebut.

Mengenai kedudukannya sebagai pemain di luar sistem pelatnas, Taufik Hidayat melihat bahwa tidak ada perbedaan yang terlalu signifikan.

"Pada dasarnya pola latihan yang saya jalani masih sama. Ya mungkin dibandingkan pelatnas, sparring saya lebih sedikit, tetapi itu tidak terlalu mempengaruhi penampilan," lanjutnya.

Diakuinya bahwa dengan keluar dari pelatnas merupakan langkah sebelum dia berhenti sepenuhnya dari bulutangkis.

Diakui oleh Taufik bahwa apresiasi masyarakat terhadap olahragawan di Indonesia semakin menurun.

Ini menjadi salah satu alasan mengapa dia pernah memikirkan untuk mengundurkan diri.

"Masyarakat hanya menghargai prestasi terakhir kita saja, tidak melihat proses yang kita jalani. Itu yang kadang membuat saya kecewa. Dulu pernah saya berniat mundur setelah menjadi juara Olimpiade 2004 sehingga saya akan diingat di puncak prestasi saya," katanya lagi.
Tetapi sekarang pemain berusia 29 tahun ingin menikmati permainan bulutangkis, dan masih berharap bahwa dia akan merebut gelar All England.

"Mungkin kalau bisa tahun ini. Sekarang mungkin saya harus instropeksi kesalahan-kesalahan apa yang saya lakukan di masa lalu, dan berlatih lebih maksimal lagi untuk menjadi juara." kata juara Indonesia Terbuka enam kali tersebut.

Your Reply